Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas Batangan

Emas Batangan

Emas Melonjak, Dolar AS Turun

Jumat, 9 April 2021 | 06:43 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas menguat tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), melonjak menembus level psikologis US$ 1.750 per ounce, posisi tertinggi dalam lebih dari sebulan. Emas mendapat katalis dari penurunan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta pengulangan sikap kebijakan dovish Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 16,6 atau 0,95% menjadi US$ 1.758,20 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (7/4/2021), emas berjangka turun US$ 1,40 atau 0,08% menjadi US$ 1.741,60 per ounce.

"Dolar dan imbal hasil AS turun dan itulah katalis utama saat ini ... jumlah pekerjaan yang tidak mengesankan juga membantu mendorong emas lebih tinggi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Ia menambahkan, fakta bahwa emas berada di atas US$ 1.750, yang merupakan level teknis penting, menunjukkan bahwa emas memiliki beberapa pijakan untuk melanjutkan kenaikannya.

Dolar merosot ke level terendah lebih dari dua minggu, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, membuat emas lebih menarik dibandingkan dengan investasi alternatif lainnya seperti obligasi.

Klaim baru AS untuk tunjangan pengangguran naik secara tak terduga pada minggu lalu, memberikan dukungan terhadap emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 744.000 orang mengajukan klaim pengangguran baru dalam pekan yang berakhir 3 April, naik dari revisi 728.000 pada minggu sebelumnya dan jauh di atas tertinggi 665.000 klaim baru yang diajukan pada titik terburuk Resesi Hebat pada Maret 2009.

Ini semakin menyoroti komitmen Federal Reserve untuk mendukung ekonomi sampai pemulihannya lebih aman, risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral menunjukkan pada Rabu (7/4/2021).

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Kamis (8/4/2021) di webinar tentang prospek ekonomi global yang diselenggarakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa bank sentral ingin melihat bukti aktual dari ekonomi yang kuat bahkan sebelum mempertimbangkan untuk menarik kembali sikap kebijakannya yang longgar.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 33,8 sen atau 1,34% menjadi US$ 25,585 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$ 3,5 atau 0,28% menjadi US$ 1.235,4 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN