Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Sampoerna. (ist)

Bank Sampoerna. (ist)

Bank Sampoerna Jajaki IPO, Investor Strategis Mau Masuk?

Kamis, 4 Maret 2021 | 23:25 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Sahabat Sampoerna menjajaki penambahan modal melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Adapun dana yang diperlukan untuk penambahan modal itu sekitar Rp 450-500 miliar.

Direktur Finance and Business Planning Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan, pihaknya sedang menjajaki dua skema untuk penambahan modal, yakni melalui mitra strategis dan IPO. “Kami menjajaki dua opsi tersebut dan bisa jadi keduanya dijalankan bersama," kata dia kepada Investor Daily, Kamis (4/3).

Henky menegaskan, dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa investor yang tertarik untuk berinvestasi di Bank Sampoerna. Saat ini, Bank Sampoerna sedang mematangkan pihak yang cocok dengan visi perseroan. “Visi misi Bank Sampoerna adalah untuk pembiayaan UMKM dan kami juga fokus di digital, sehingga siapa pun investor yang akan masuk harus memiliki strategi yg sama," tutur dia.

Masuknya investor strategis tersebut, lanjut Henky, bisa dilakukan melalui IPO ataupun injeksi modal secara langsung. Pelaksanaannya juga bisa dilakukan secara bertahap. Adapun dana yang dibutuhkan sekitar Rp 450-500 miliar bisa menambah modal Bank Sampoerna menjadi Rp 2 triliun.

Dari sisi kinerja, Bank Sampoerna terus menunjukkan kinerja positif hingga kuartal III-2020. Perseroan mencetak peningkatan laba bersih hingga September 2020 sebesar 56% atau menjadi Rp 38,5 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 24,7 miliar.

Hingga akhir kuartal III-2020, total pinjaman yang disalurkan mencapai Rp 8,4 triliun, meningkat 8% dari total pinjaman pada satu tahun sebelumnya. Sebagai fokus layanan Bank Sampoerna, pinjaman ke sektor UMKM mencapai 59% dari total kredit.

Bank Sampoerna terus berupaya memperkuat keberadaannya di bisnis kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19. “Meski ekonomi mengalami kontraksi akibat masih berlangsungnya pembatasan sosial, Bank Sampoerna terus menunjukkan kinerja positif. Kami bersyukur bahwa peningkatan penyaluran kredit dan peningkatan perolehan laba bersih masih memihak kepada Bank Sampoerna,” kata Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna Ali Rukmijah.

Ali menegaskan, di tengah berbagai tantangan yang ada, pihaknya melihat masih terdapat cukup banyak kebutuhan pembiayaan. Bank Sampoerna memfasilitasi kreativitas UMKM dengan menyediakan kebutuhan pendanaan mereka.

Selain memberikan pinjaman baru, Bank Sampoerna secara selektif memberikan berbagai keringanan melalui restrukturisasi dengan maupun tanpa tambahan pinjaman baru. Kehati-hatian bank dalam memberikan dan mengelola pinjaman juga ditunjukkan dengan penurunan rasio pinjaman bermasalah bruto (gross NPL) yang menurun dari 4,4% pada akhir September 2019 menjadi 2,9%.

Bahkan, perseroan telah meningkatkan jumlah penyisihan yang dilakukan, sehingga rasio penyisihan piutang tak tertagih terhadap pinjaman bermasalah meningkat signifikan menjadi 130% dari 69% satu tahun sebelumnya.

Sementara itu, untuk likuiditas, loan to deposit ratio (LDR) terjaga sangat baik sebesar 86,8% per akhir September 2020. Secara year on year (yoy), penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 2%, meskipun tidak sebesar peningkatan penyaluran kredit.

Meski memiliki fokus pada segmen UMKM, Bank Sampoerna tetap mengikuti tren dan perkembangan industri keuangan. Untuk mengantisipasi sekaligus mengikuti perkembangan teknologi yang ada, perseroan telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang bersinggungan erat dengan teknologi, termasuk fintech companies dalam menyediakan fasilitas virtual accounts dan transfer online.

Bank Sampoerna juga bekerja sama menjadi partner pendanaan bagi fintech peer to peer (P2P) lending. Hingga akhir September 2020, perseroan memfasilitasi lebih dari 8 juta transaksi, termasuk untuk perusahaan fintech, dengan total volume sekitar Rp 16 triliun.

Meski jumlah transaksi virtual account sempat menurun sekitar 40% pada April 2020 sehubungan dengan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), jumlah transaksi kini telah berangsur pulih. “Kami bersyukur bisa menjadi partner digital dari perusahaan fintech. Dengan bermitra, lebih banyak masyarakat dan UMKM yang dapat kami layani,” ujar Henky.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN