Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: DAVID

Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: DAVID

Hingga Juni 2021, Laba Bersih Sido Muncul Melonjak 21%

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:34 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

JAKARTA, Investor.id - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 21% menjadi Rp 502 miliar sepanjang semester I-2021, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 413,79 miliar. Penopang utama peningkatan tersebut berasal dari pertumbuhan penjualan obat-obatan herbal.

Direktur Sido Muncul Leonard mengatakan, penjualan produk perseroan terus bertumbuh di tengah pandemi Covid-19. Produk-produk yang jadi primadona pelanggan adalah Tolak Angin, produk minuman jahe, Vitamin C, Vitamin D, JSH, serta Sambiloto peningkat daya tahan tubuh.

“Kami berhasil mencetak peningkatan penjualan sebesar 13% menjadi Rp 1,65 triliun hingga semester I-2021, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,50 triliun. Peningkatan penjualan tersebut didukung lonjakan penjualan selama kuartal II-2021. Beberapa produk yang membukukan lonjakan volume penjualan adalah produk Tolak Angin dan produk-produk suplemen maupun vitamin lainya,” jelas dia melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (28/8).

Peningkata keuntungan, ungkap Leonard, juga didukung atas kesuksesan perseroan dalam menciptakan efisiensi, sehingga rasio biaya operasional terhadap penjualan konsolidasian tetap terjaga di level 19-20%.

Secara terpisah, Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan, selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), permintaan produk perseroan tidak berubah mengalami perubahan. Bahkan, perseroan berencana menambah kapasitas pabrik dengan rencana mengakuisisi sejumlah mesin baru dengan kapasitas 20 juta per bulan. Hal yang sama juga dilakukan perseroan pada mesin pembungkus obat yakni Softgel.

“Untuk memuluskan rencana ini perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 21 miliar yang bersumber dari laba perusahaan yang sudah masuk dalam budget sebelumnya,” kata David.

Dengan peningkatan permintaan dan rencana peningkatan ini, David menargetkan, penjualan perseroan diprediksi bertumbuh double digit pada 2021, dibandingkan raihan tahun 2020. Begitu juga dengan laba bersih diharapkan bertumbuh pesat.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN