Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga mencuci tangan dengan air bersih pada fasilitas tempat mencuci tangan untuk umum yang ditempatkan di pendestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Warga mencuci tangan dengan air bersih pada fasilitas tempat mencuci tangan untuk umum yang ditempatkan di pendestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Berdamai dengan Covid-19

Investor Daily, (elgor)  Senin, 18 Mei 2020 | 18:36 WIB

Pernyataan “berdamai dengan Covid-19” bukanlah ungkapan fatalistik. Bukan sebuah sikap menyerah pada keadaan. Berdamai dengan Covid-19 dimaknai sebagai hidup dengan tatanan baru tanpa harus menunggu virus corona lenyap dari muka bumi.

Berdamai dengan Covid-19 adalah sebuah peradaban baru. Tidak sekadar new normal. Aktivitas dan pola interaksi antarmanusia berubah. Manusia lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan kualitas hidup. Hidup berdamai dengan Covid bukan hanya berlaku bagi Indonesia, melainkan dunia.

Sebagai pandemi, Covid sudah menular di 213 negara. Di Indonesia, tak satu pun provinsi yang bebas Covid meski 70% angka positif masih berada di Jawa. Dalam persentase, angka luar Jawa, perlahan, meningkat. Wabah Covid-19 tidak akan hilang dari muka bumi selama vaksin belum ditemukan.

Berbagai kajian menyatakan, vaksin belum akan ditemukan dalam satu setengah tahun ke depan. Ini artinya, masa hidup Covid masih sangat lama dan manusia tak bisa menunggu Covid berakhir untuk memulai aktivitas.

PT MRT Jakarta (Perseroda) membagikan 3.000 masker berbahan kain kepada seluruh penumpang. (Foto Dok MRT)
PT MRT Jakarta (Perseroda) membagikan 3.000 masker berbahan kain kepada seluruh penumpang. (Foto Dok MRT)

Tidak salah ketika Presiden Jokowi pekan lalu mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk belajar hidup berdamai dengan Covid-19. Karena kita belum bisa menaklukkannya, maka kita harus bisa mulai beraktivitas. Hanya dengan kembali beraktivitas, kebutuhan hidup rakyat bisa terpenuhi. Pemerintah tidak bisa terus-menerus mensubsidi rakyatnya. Bantuan sosial (bansos) tak bisa diberikan terus menerus tanpa batas.

Untuk membiayai kebutuhan rakyat lebih dari empat bulan saja pemerintah sudah cukup kesulitan. Dengan asumsi satu keluarga miskin mendapat Rp 2 juta per bulan dan pemerintah harus membiayai selama April hingga  September 2020, maka 50% atau 35 juta keluarga miskin Indonesia harus diberikan dana bansos Rp 70 triliun per bulan atau Rp 420 triliun selama enam bulan.

Ini angka cukup besar mengingat banyak pos pengeluaran yang harus dibiayai pemerintah seperti dana stimulus bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah pun harus memberikan stimulus kepada korporasi dan membiaya kesehatan. Pemerintah tak bisa terus-menerus membiayai pengeluaran masyarakat. Solusinya, rakyat harus dibantu untuk bisa kembali beraktivitas.

Saat ini saja, para jelata sudah mempertanyakan, apa pentingnya takut pada Covid hingga harus mengorbankan mata pencaharian. Dana bansos yang tidak sampai Rp 1 juta per keluarga per bulan sama sekali tidak mencukupi kebutuhan dasar rakyat. Mereka bahkan berani mengatakan lebih takut mati karena lapar daripada mati karena Covid. Manusia harus mulai membiasakan diri hidup dengan Covid. Aktivitas manusia harus kembali berjalan dengan standar baru. Manusia harus bisa ke luar rumah untuk bepergian, bekerja, membuka usaha, belajar, belanja, ber wisata, dan beribadah bersama.

Tapi, semuanya itu dijalankan dalam tatanan baru, new normal, yakni beraktivitas dengan standar kesehatan yang ketat. Setiap warga memahami, menghayati, dan menjalankan protokol kesehatan. Dari pusat hingga ke level RT dan RW dipastikan mulai hidup dengan norma baru, yakni beraktivitas sesuai protokol kesehatan.

Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 perlu merumuskan protocol kesehatan rinci untuk setiap sektor. Setiap provinsi, kabupaten, dan kota juga perlu merumuskan protokol kesehatan yang lebih rinci dan lebih lokal sesuai kondisi setempat.

Untuk konteks bangsa dan Negara ini, berdamai dengan Covid-19 artinya mewujudkan sebuah Indonesia baru. Sebuah Indonesia yang lebih disiplin, sadar kesehatan, toleran, penuh semangat gotong-royong, dan efisien. Disiplin dalam mematuhi protocol kesehatan.

Ke tempat umum, setiap warga selalu memakai masker. Menjaga jarak setiap kali berkontak dengan sesama, termasuk di tempat kerja. Mencuci tangan dengan sabun setiap kali selesai beraktivitas, dan seterusnya.

Memasuki peradaban baru, kapasitas kesehatan dibenahi dan diperkuat. Rasio tempat tidur rumah sakit per seribu penduduk perlu ditingkatkan. Demikian pula dengan rasio dokter per seribu penduduk.

Ke depan, orang tidak boleh lagi merasa tidak nyaman untuk memeriksakan diri ke dokter dan dirawat di rumah sakit. Ruang perawatan pasien Covid-19 dan penyakit yang cepat menular dipisahkan tegas dari ruangan pasien lain.

Alat pelindung diri (APD) dan peralatan untuk tes Covid tersedia di setiap  rumah sakit. Laboratorium yang dilengkapi real time polymerase chain reaction (RT-PCR) tersedia di semua rumah sakit besar lengkap dengan tenaga ahli.

Hidup berdamai dengan Covid artinya mendorong aktivitas ekonomi kembali berjalan. Deru mesin pabrik kembali terdengar. Berbagai jenis industri kembali berproduksi. Kegiatan perdagangan dan distribusi barang berjalan. Semua moda transportasi berfungsi. Rantai pasokan tersambung, melancarkan kegiatan produksi, ekspor dan impor. Kegiatan bisnis dan pariwisata akan kembali meramaikan hotel, restoran, kios, dan toko suvenir.

Warga sudah kembali mengunjungi mal, pusat perbelanjaan, pusat permainan, olah raga, dan kebugaran. Para siswa kembali ke sekolah. Kegiatan belajar-mengajar kembali berjalan. Orang boleh beribadah bersama. Tapi, semuanya dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan dikombinasikan dengan belajar dari rumah lewat online.

Kegiatan manusia pasca-Covid-19 berubah. Efisiensi dan kecepatan akan menjadi perhatian utama. Setiap kegiatan akan menggunakan teknologi digital. Bekerja dan belajar dari rumah akan menjadi budaya baru.

Kita berharap, mulai Juni 2020, hidup berdamai dengan Covid sudah mulai diimplementasi. Perlahan, sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah disiapkan dan disosialisasikan, masyarakat sudah boleh beraktivitas.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN