Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor Asing Masuk Kembali ke Pasar Saham

Investor Asing Masuk Kembali ke Pasar Saham

Kebangkitan Emiten secara Berkelanjutan

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:18 WIB
Investor Daily

Cahaya mulai tampak di ujung resesi ekonomi akibat amukan pandemi di Tanah Air. Kuartal kedua tahun ini dipastikan kita meninggalkan zona resesi, seiring percepatan vaksinasi plus kebijakan stimulus penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang membaik.

Meski kini sedikit tersendat karena perpanjangan PPKM Level 4 yang membatasi mobilitas, namun dipastikan ekonomi tumbuh positif pada 2021, kendati tidak ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir. Pemerintah pun optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini masih mencapai 3,7-4,5%, yang dipastikan menopang momentum kebangkitan emiten kita hingga pengujung tahun.

Kinerja positif ini ditopang keyakinan konsumen yang membaik, purchasing managers index manufaktur yang ekspansi, serta pencairan belanja pemerintah dan infrastruktur yang biasa dikebut di akhir tahun.

Momentum pemulihan ekonomi juga didukung membaiknya ekonomi Amerika Serikat, RRT, dan Uni Eropa yang mendorong harga-harga komoditas, yang merupakan kontributor utama ekspor kita. Surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung 14 bulan berturut-turut membantu memperkuat daya tahan ekonomi kita, terhadap tekanan pandemi Covid-19 sejak Maret tahun lalu.

Perbaikan tercermin pada nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia yang relatif sudah stabil, dibandingkan awal pandemi tahun lalu. Nilai tukar rupiah tercatat berada di sekitar Rp 14.493 per dolar AS.

Demikian pula IHSG sudah mulai rebound ke level 6.097 pada 27 Juli kemarin. Indeks di BEI ini menguat 1,97% year to date, di tengah indeks tetangga bursa Malaysia yang anjlok 7% lebih dan Singapura tumbuh 10%. Jumlah investor kita juga melonjak, dengan single investor identification (SID) melesat 44,59% menjadi 5,61 juta dibandingkan Desember 2020.

Tak hanya investor lokal yang optimistis, asing pun yakin terhadap pemulihan ekonomi Indonesia yang mendorong emiten bangkit. Tak heran, asing kembali masuk pasar modal di Tanah Air, dengan mencatatkan net buy saham senilai Rp 18,5 triliun year to date.

Asing juga membobot positif meningkatnya penerapan Environmental, Social and Governance (ESG) dan digitalisasi yang menyertai kebangkitan emiten RI. BEI pun menegaskan, seluruh emiten nantinya wajib menyampaikan sustainability report atau laporan berkelanjutan secara bertahap. Menyusul penerapan ESG untuk perbankan BUKU 3, 4, dan bank asing pada 2019 serta perbankan BUKU 1 dan 2 tahun 2020, maka emiten sedang dengan aset Rp 50 miliar ke atas kena kewajiban yang sama mulai tahun fiskal 2022, sedangkan emiten kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar mulai 2024.

Penerapan ESG dalam seluruh aktivitas bisnis terbukti membuat kinerja perseroan terdongkrak, sehingga diharapkan yang lain dapat mempersiapkan diri dalam penyusunan inisiatif penerapannya, guna mendukung pencapaian kinerja positif keuangan yang berkelanjutan. Selain itu, emiten perlu turut mengintegrasikan The Sustainable Development Goals (SDGs) dalam setiap kebijakan, strategi, dan kegiatan operasional perusahaan.

Pada perdagangan di BEI kemarin, terlihat investor memburu sejumlah saham-saham unggulan berkapitalisasi pasar besar dan likuid yang tergabung dalam LQ45 yang sudah menerapkan ESG, seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk. Hal itu mendorong harga sahamnya naik, di tengah IHSG yang terkoreksi.

Sementara itu, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang menobatkan diri sebagai bank digital juga menguat, demikian pula saham perusahaan teknologi seperti PT DCI Indonesia Tbk yang menyediakan layanan data center, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) yang didirikan Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Emtek ini tercatat menggenggam sebagian saham unicorn PT Bukalapak.com Tbk yang meraih dana initial public offering (IPO) saham terbesar di Indonesia, dan dijadwalkan listing di BEI 6 Agustus mendatang.

Digitalisasi ini sebenarnya juga sudah dilakukan banyak emiten bank besar di Tanah Air. Ini mulai dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang memiliki market capitalization terbesar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang asetnya terbesar, hingga PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki banyak cabang di mancanegara.

BCA juga berencana membawa anak usahanya, PT Bank Digital BCA, untuk melantai di bursa saham dalam satu sampai dua tahun ke depan, sejalan dengan minat besar investor asing maupun lokal untuk berinvestasi pada perusahaan yang bergerak di industri digital. Demikian pula BRI mempersiapkan anak usaha PT Bank BRI Agroniaga Tbk untuk menjadi bank digital, dan BNI siap-siap mengakuisisi fully digital bank, yang sudah sama sekali tidak memiliki kantor cabang.

Fully digital bank ini kunci suksesnya adalah teknologi tinggi yang tentunya perlu dana besar, ongkos operasi murah, ekosistem kuat dengan didukung nasabah besar, plus produk dan layanan yang berkualitas serta sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Di sinilah bank-bank konvensional itu mampu menyediakan ekosistem hingga modal yang dibutuhkan. Sebut saja misalnya BRI, yang memiliki lebih dari 100 juta nasabah loyal, termasuk puluhan juta pelaku usaha di dalamnya.

Bank-bank ini juga didukung profitabilitas kuat yang sudah terbukti selama beberapa dekade. Selain itu, ditopang jejaring bisnis yang luas di dalam dan luar negeri serta produk dan layanan yang andal, termasuk para mitra merchant yang telah mendapat kepercayaan tinggi dari konsumen. Artinya, siapa saja bisa membuat digital bank, tapi nantinya juga terseleksi tinggal dua atau tiga seperti terjadi di Korea Selatan dan Tiongkok.

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN