Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi asuransi kesehatan (askes)

Ilustrasi asuransi kesehatan (askes)

Komitmen Industri Asuransi

Investor Daily, (elgor)  Rabu, 13 Mei 2020 | 23:05 WIB

Di masa pandemi corona virus disease 2019 atau Covid-19 sekarang ini banyak sektor usaha yang megap-megap karena menurunnya kinerja keuangan mereka. Biaya operasional tidak lagi sebanding dengan pendapatan, sehingga banyak yang menjatuhkan pada pilihan merumahkan karyawan dan tak sedikit pula yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kondisi berat juga dihadapi industri asuransi nasional. Kebijakan menjaga jarak (social distancing), bekerja dan belajar di rumah, serta penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah untuk memutus mata rantai Covid-19, berdampak menurunkan premi dan investasi industri asuransi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi jiwa mengalami penurunan pertumbuhan yang semakin dalam pada kuartal I-2020, menjadi minus 13,8% dibandingkan posisi Desember 2019 yang minus 0,38%.

Poin penting POJK 14
Poin penting POJK 14

Premi asuransi umum juga tumbuh lebih rendah pada triwulan pertama tahun ini mencapai 3,65% dibandingkan posisi Desember 2019 mencapai 15,65%. Namun demikian, hal yang menggembirakan adalah posisi rasio kecukupan modal asuransi (RBC) untuk asuransi jiwa masih terjaga dalam batas aman yakni sebesar 642,7% dibandingkan posisi Desember 2019 yang mencapai 789%.

Sedangkan untuk asuransi umum, rasio kecukupan modalnya mencapai 297,3% dibandingkan posisi Desember 2019 mencapai 345%, yang juga masih dalam batas aman. Sejauh ini kesehatan keuangan industri asuransi masih terjaga walaupun secara operasional terjadi penurunan karena perlambatan ekonomi.

Wabah Covid-19 memukul perekonomian dunia dan juga nasional. Banyak karyawan yang dirumahkan dan di-PHK sehingga menurunkan kemampuannya membayar premi. Kondisi ini menjadi tantangan dan sekaligus ujian bagi pelaku asuransi untuk tetap bisa melayani kebutuhan nasabah walau dalam kondisi yang tidak normal.

Dalam kondisi normal, memberikan pelayanan yang bagus itu biasa. Tetapi dalam kondisi wabah tentunya menjadi luar biasa. Nasabah akan menilai sejauh mana komitmen perusahaan asuransi dalam memberikan pelayanan terbaik. Komitmen pelaku asuransi dalam melayani nasabah dan masyarakat menjadi kunci masa depan industri ini. Tidak diragukan, komitmen tersebut dimiliki pelaku asuransi nasional.

Rata-rata Risk Based Capital perusahaan asuransi
Rata-rata Risk Based Capital perusahaan asuransi

Sejumlah pelaku asuransi bahkan menyatakan akan terus memberikan layanan optimal kepada nasabah, meski dihadapkan pada situasi yang sulit. Mereka juga optimistis menatap masa depan industry asuransi. Ketika pandemi ini selesai, industri asuransi akan kembali tumbuh dengan baik. Apalagi, Indonesia punya pengalaman bisa recovery dengan cepat dari beberapa krisis keuangan sebelumnya.

Dalam situasi saat ini pelaku asuransi justru memberi perhatian lebih dan ingin memastikan bahwa mereka bisa melindungi nasabahnya. Meski menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi karyawan dan agennya, perusahaan asuransi tak berhenti melayani kebutuhan nasabah.

Para agen asuransi masih bisa memasarkan produk dan nasabah tetap masih bisa mengajukan klaim tanpa tatap muka. Bagi pelaku asuransi, proteksi terhadap nasabah adalah nomor satu. Karena itulah, pelaku asuransi juga ada yang meng-cover risiko Covid-19 meski pemerintah telah menanggung semua biaya perawatan pasien Covid-19. Mereka juga ada yang memberikan program sosial, utamanya mengenai proteksi diri bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Juga ada layanan konsultasi dengan dokter untuk bisa mengetahui keluhan  kesehatan nasabah tanpa harus datang ke r umah sakit.

Dengan berjalan beriringan melawan Covid-19, pelaku asuransi dan nasabah diharapkan dapat melalui masa sulit ini. Wabah Covid-19 juga mendorong pelaku asuransi tertantang untuk mengembangkan produk sesuai kebutuhan proteksi berbagai aspek kesehatan masyarakat.

Kantor OJK/David Gita Rosa
Kantor OJK/David Gita Rosa

Belajar dari dampak Covid-19 terhadap kondisi ekonomi, penawaran produk asuransi juga disertai kampanye edukasi agar masyarakat semakin menyadari pentingnya proteksi kesehatan diri. Dari sisi regulasi, OJK telah menerbitkan aturan POJK 14/2020 yang mengatur kebijakan counterciclycal untuk industri keuangan non bank (IKNB), khususnya industri asuransi. Kebijakan counterciclycal dari OJK itu sangat membantu industry asuransi karena ada beberapa relaksasi yang diberikan, termasuk dalam perhitungan RBC dan relaksasi laporan keuangan. Aturan itu juga memberikan relaksasi piutang premi menjadi empat bulan.

Kedewasaan industri asuransi saat ini sedang uji di tengah wabah Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya. Respons perusahaan asuransi menghadapi situasi sulit ini akan menentukan masa depan industri ini. Asuransi merupakan bisnis jangka panjang. Situasi saat ini bisa dijadikan acuan bagi perusahaan asuransi mana saja yang masih bisa bertahan dengan level layanan yang memadai atau bermasalah pada dua sampai tiga bulan ini. (*).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN