Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI hadi Tjahjanto dan Kapolri Idham Aziz saat meninjau kesiapan new normal di Bekasi, Selasa (26/5/2020). Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI hadi Tjahjanto dan Kapolri Idham Aziz saat meninjau kesiapan new normal di Bekasi, Selasa (26/5/2020). Sumber: BSTV

New Normal Produktif

Investor Daily, (elgor)  Rabu, 3 Juni 2020 | 19:06 WIB

Pembukaan kembali pusat perbelanjaan di Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan bisa dianalogikan dengan kegigihan Jepang yang membangun gedung-gedung tinggi, meski langganan kena gempa bumi.

Kegigihan untuk bisa hidup produktif di tengah lingkungan bencana ini justru menempa mereka tangguh, ulet, penuh persiapan, dan disiplin, yang merupakan modal utama hingga menjadi negara maju pertama di Asia.

Pembukaan kembali pusat-pusat perbelanjaan modern ini keniscayaan yang tak bisa ditunda-tunda lagi, karena merupakan ujung tombak pemulihan ekonomi yang harus segera dilakukan.

Dengan toko-toko buka, masyarakat bisa berbelanja, sehingga industri berproduksi dan distribusi berjalan lagi. Orang bisa kembali bekerja dan berbisnis dengan telah memahami kondisi pandemi dan mengadopsi gaya hidup new normal, termasuk dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penjualan Emiten Ritel 2019
Penjualan Emiten Ritel 2019

Protokol kesehatan ini sudah diberlakukan menyusul terjadinya pandemi virus corona baru di Tanah Air sejak Februari lalu, seperti wajib mengenakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun secara benar, ke mana-mana membawa hand sanitizer, dan tidak berkerumun.

Dengan tetap mengedepankan pencegahan penyebaran Covid- 19, pembukaan kembali pusat-pusat perbelanjaan atau mal ini juga menjadi awal kesungguhan pemerintah melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional.

Roda perekonomian memang har u s segera kembali diputar setelah beberapa bulan terakhir praktis dihentikan dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dan sejumlah daerah lain. PSBB itu juga sekaligus edukasi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dan adopsi gaya hidup baru untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.

Masyarakat diajarkan dan dibiasakan untuk disiplin mematuhi protocol kesehatan untuk hidup dengan aman di tengah wabah. Apalagi, ketersediaan vaksin virus corona baru bisa butuh waktu bertahun-tahun, yang tidak mungkin disikapi dengan kita hanya mengurung diri di rumah. Agar orang-orang bisa kembali bekerja untuk menghidupi diri dan keluarga, bisnis harus dibuka.

Perkembang Omzet Ritel
Perkembang Omzet Ritel

Di Negara mana pun, tidak mungkin pemerintahnya hanya memberi uang, karena tanpa ada barang-barang kebutuhan yang diproduksi, orang tidak bisa hidup. Orang kan tidak bisa hidup dengan makan duit, tetap butuh makanan dan lain-lain.

Kita memang harus menerima fakta Covid-19 ada dan bisa menyebabkan sakit, tetapi jangan terus menjadi penghalang aktivitas penting dan ekonomi. Yang perlu dilakukan adalah melindungi diri agar tidak tertular dan menularkan virus. Ibarat hujan yang bisa membuat kita sakit, maka yang perlu dilakukan adalah mencari dan memakai payung dan jas hujan agar tidak kehujanan.

Oleh sebab itu, kita mengapresiasi para pengelola pusat-pusat perbelanjaan yang kini sudah menyiapkan diri untuk kembali beroperasi, dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ini termasuk dengan melawan berbagai hoax mulai dari matinya banyak tikus dan cicak di pusat perbelanjaan, hingga dagangan yang sudah bulukan karena lama tidak beroperasi. Pasalnya, para pengelola pusat perbelanjaan dan toko-toko ini tetap melakukan operasi rutin pemeliharaan meski ditutup beberapa bulan. Barang-barang juga jelas terlihat ada tanggal kedaluwarsa, selain ada petugas quality control.

Para penyebar hoax itu harus ditertibkan dan ditindak tegas oleh aparat penegak hukum, karena kalau dibiarkan akan semakin membuat ekonomi kita susah bangkit kembali. Padahal, jutaan orang kini sudah kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menambah jumlah orang miskin di Tanah Air.

Oleh karena itu, pembukaan pusat-pusat perbelanjaan harus didukung semua pihak. Beroperasinya kembali mal-mal ini akan memberi banyak dampak positif dan multiplier effect, termasuk dalam mengatasi penularan virus corona baru, Covid-19.

Yang pertama, masyarakat akan lebih aman berbelanja di pusat perbelanjaan modern yang lebih ditata, dikelola, dan diawasi dengan baik, dibandingkan di tempat lain.

Pertumbuhan PDB berdasarkan pengeluaran
Pertumbuhan PDB berdasarkan pengeluaran

Secara otomatis, para pengelola akan memastikan pegawai dan pengunjung diperiksa dulu suhu tubuhnya, agar yang suhunya tinggi –yang merupakan   salah satu indikasi terinfeksi Covid-19– tidak bisa masuk.

Selain itu, para pegawai dan pengunjung wajib mengenakan masker dan menjaga jarak aman minimal 1 meter antarorang. Hand sanitizer dan sabun di tempat-tempat cuci tangan juga disediakan cukup, selain penyemprotan disinfektan dan pembersihan rutin dilakukan di semua tempat.

Dampak positif yang kedua, para karyawan akan mendapatkan lapangan kerja kembali, ada penghasilan lagi. Dengan demikian, mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ketiga, para supplier baik UMKM maupun industri besar akan mendapatkan tempat memasarkan barang yang baik. Mereka juga dapat memperkenalkan produk-produk dalam negeri yang inovatif dan berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat di era new normal, mulai dari cairan pembersih yang wangi yang sekaligus menjadi disinfektan pembasmi Covid-19, hingga minuman kesehatan yang segar dan meningkatkan imunitas tubuh.

Dengan toko-toko dan industri bisa beroperasi lagi, maka stimulus-stimulus yang diberikan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, maupun Bank Indonesia akan terserap dengan baik, tidak mubazir. Ekonomi kita pulih lebih cepat, masyarakat punya uang, kredit kembali dibayar, dan pajak disetor ke negara. Pengorbanan kita dalam beberapa bulan yang terkurung di rumah pun lunas dibayar, dengan masyarakat sehat dan ekonomi kuat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN