Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas/Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Foto ilustrasi: Kementerian PUPR

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas/Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Foto ilustrasi: Kementerian PUPR

Selamatkan Industri Pariwisata

Minggu, 5 Desember 2021 | 06:19 WIB
Investor Daily

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan industri pariwisata Indonesia dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Industri pariwisata sangat terpukul sejak pandemi. Sementara pemulihan yang diharapkan terjadi pada tahun ini belum terllihat.Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan tiga fase “penyelamatan” industri pariwisata,yaitu fase tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi.

Pada fase tanggap darurat difokuskanpada kesehatan, seperti menginisiasi program perlindungan sosial, mendorong kreativitas dan produktivitas saat work from home (WFH), melakukan koordinasi krisis pariwisata dengan daerah pariwisata, serta melakukan persiapan pemulihan.

Selanjutnya adalah fase pemulihan, di mana dilakukan pembukaan secara bertahap tempat wisata di Indonesia. Persiapan yang dilakukan mulai dari penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) di tempat wisata, serta mendukung optimalisasi kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia.

Pembukaan sejumlah destinasi wisata di seluruh Tanah Air diharapkan bisa membangunkan kembali industri pariwisata yang “tidur” selama hampir dua tahun akibat pandemi Covid-19. Industri pariwisata digadang-gadang mulai bergairah pada akhir tahun ini seiring pelonggaranmobilitas masyarakat.

Terakhir adalah fase normalisasi. Pada fase ini dilakukan persiapan destinasi dengan protokol CHSE, meningkatkan minat pasar, hingga diskon untuk paket wisata dan MICE. Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah Virtual Travel Fair sejak bulan Agustus-September 2020.

Sebagai salah satu sektor yang terdampak pandemi, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mendapat dukungan pendanaan dari pe merintah agar bisa cepat pulih. Dukungan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pariwisata dan ekonomi kreatif disalurkan melalui berbagai program yaitu Bangga Berwisata di Indonesia, Bangga Buatan Indonesia, dan Indonesia Care/I Do Care di sektor perhotelan dan pariwisata.

Program-program tersebut dirilis untuk mempersiapkan kemampuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menerapkan prinsip-prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan dalam setiap aspek kegiatannya.

Dengan adanya program-program dukungan pemerintah tersebut, industri pariwisata diharapkan bisa me ningkatkan standar pelayanannya agar mendapatkan kepercayaan dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Dari sisi pendanaan, pada 2020, pemerintah memberikan dana hibah pariwisata sebesar Rp 3,3 triliun kepada pemerintah daerah (pemda) untuk menekan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Tahun 2021, nominal dana hibah pariwisata ditingkatkan menjadi Rp 3,7 triliun yang ditujukan untuk membantu pemda serta industri, hotel, dan restoran yang mengalami penurunan pendapatan asli daerah (PAD) serta gangguan finansial akibat pandemi Covid-19.

Sedangkan pada tahun ini pemerintah mengalokasikan sebesar Rp 7,67 triliunmelalui Program PEN. Sejumlah program untuk mendukung destinasi pariwisata super prioritas, di antaranya Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) bagi pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun ini juga ditingkatkan anggarannya menjadi Rp 60 miliar.

Ini berarti meningkat hampir 3 kali lipat dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp 24 miliar. Peserta BIP adalah tujuh subsektor ekonomi kreatif yakni aplikasi, game developer, kriya, fashion, kuliner, film, dan sektor pariwisata.

Untuk tahun depan, pemerintah mencadangkan anggaran sebesar Rp 9,2 triliun untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata, yang terdiri atas alokasi belanja pemerintah pusat Rp 6,5 triliun dan transfer ke daerah Rp 2,8 triliun. Angka tersebut naik dari alokasi tahun ini. Besarnya perhatian terhadap industri pariwisata dan ekonomi kreatif karenatak dapat dimungkiri pandemi Covid-19 menghantam sektor ini cukup telak.

Tidak hanya dari pemerintah, pelaku industri pariwisata juga mesti berusaha menyelamatkan bisnis mereka. Kuncinya adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik agar dapat bertahan di tengah pandemi.

Pasalnya, saat ini perilaku masyarakat mulai berubah, dan dibarengi dengan tren pariwisata yang telah bergeser. Keinginan liburan tanpa banyak bertemu orang lain pun mengubah tren layanan paket wisata.

Para pelaku industri pariwisata harus mulai memberikan layanan paket wisata eksklusif atau mini group, agar wisatawan merasa lebih aman dan meminimalisasi potensi penularan virus saat liburan.

Para pelaku pariwisata harus memanfaatkan inovasi teknologi yang berperan penting dalam mendukung tren pariwisata yang bergeser di tengah pandemi, salah satunya dengan virtual tourism untuk liburan online.

Bergesernya tren pariwisata di Indonesia juga berdampak pada beberapa usaha restoran. Pelaku industri restoran harus berinovasi seiring dengan pergeseran perilaku dan kebiasaan para konsumen.

Penyelamatan industri pariwisata kira nya tak bisa ditawar lagi. Industri pariwisata yang pernah menjadi penyumbang devisa terbesar kepada Negara masih terseok-seok seiring merosotnya kunjungan wisatawan manca negara (wisman).

Jika melihat data BPS, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Oktober 2021 mencapai 151.030 kunjungan atau turun 0,83% dibandingkan jumlah kunjungan pada Oktober 2020. Namun, jika dibandingkan dengan September 2021, jumlah kunjung an wisman bulan Oktober 2021 mengalami kenaikan sebesar 21,73%.

Kunjungan paling banyak berasal dari Timor Leste yakni sebanyak 78.800 atau 52,2%. Selama periode Januari-Oktober 2021, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1,33 juta kunjungan atau turun 64,37% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020.

Rendahnya kunjungan wisman tak lepas dari kondisi pariwisata Bali yang belum bangkit. Bali yang menjadi barometer industri pariwisata Indonesia belum kembali normal. Dari total 151.030 wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Oktober 2021, hanya dua orang saja yang mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Pembukaan Pulau Bali untuk wisman pada pertengahan Oktober lalu belum mampu mendongkrak jumlah kunjungan pelancong internasional. Hal ini tak lain karena pelonggaran pembukaan turis asing ke Bali hingga saat ini masih dikhususkan kepada sejumlah negara dengan penerbangan langsung alias tanpa transit. Langkah itu diambil untuk mencegah potensi penularan Covid-19 dari perjalanan luar negeri.

Alasan lain mengapa kunjungan turis asing hanya sedikit karena kebijakan karantina saat tiba di Indonesia. Akibatnya, hanya sedikit waktu yang tersedia untuk pelesiran. Pemerintah menambah masa karantina bagi warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari. Penambahan masa karantina untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19, yakni Omicron, yang lebih ganas dari varian sebelumnya.

Kebijakan asuransi yang nilai pertanggungannya besar bagi turis yang datang ke Indonesia juga menjadi alasan lain mengapa kunjungan wisman belum signifikan. Pemerintah menetapkan wisman yang hendak ke Kepulauan Riau dan Bali wajib memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal Rp 1 miliar. Asuransi ini mencakup pembiayaan penangganan Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN