Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan Kristianto Andi Handoko (lima dari kanan/depan) serta peraih penghargaan Unit Link Terbaik 2020 Majalah Investor (depan, dari kiri ke kanan) Chief Digital Tansformation PT Asuransi Simas Jiwa Yusuf Sutarko, VP Head of Corporate Branding, Marketing & Communications PT Asuransi Jiwa Sequislife Felicia Gunawan, Direktur PT Equity Life Indonesia Irena Yoga, Portofolio Manager Allianz Life Indonesia Andi Rahman Abduljalil, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia Edy Tuhirman, CEO PT AXA Financial Indonesia Niharika Yadav, VP Finance Operations, Syariah, Treasury, and Corporate Tax PT Prudential Life Assurance Imelda Pusposari, Chief Investment Officer PT BNI Life Bedie Roesnady.Barisan belakang (dari kiri ke kanan), Senior Manager Research & Consulting PT Infovesta Utama Praska Putrantyo, Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu, Corporate Communication PT Allianz Life Indonesia Syahnovar Datau, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon, Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Investment PT Avrist Assurance M Pandu Siwi, CEO PT Eastspring Investments Indonesia Alan T Darmawan, Head of Investment Operation PT Prudential Life Assurance Ivan Landhy, Head of Equity & Alternative Asset PT BNI Life Relix Arnold, GM Investment & Treasury PT BNI Life Hariadi Tjahjono, Head of Investment Marketing PT AIA Financial Indonesia Anita Abdulkadir dan Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan foto bersama usai acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan Kristianto Andi Handoko (lima dari kanan/depan) serta peraih penghargaan Unit Link Terbaik 2020 Majalah Investor (depan, dari kiri ke kanan) Chief Digital Tansformation PT Asuransi Simas Jiwa Yusuf Sutarko, VP Head of Corporate Branding, Marketing & Communications PT Asuransi Jiwa Sequislife Felicia Gunawan, Direktur PT Equity Life Indonesia Irena Yoga, Portofolio Manager Allianz Life Indonesia Andi Rahman Abduljalil, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia Edy Tuhirman, CEO PT AXA Financial Indonesia Niharika Yadav, VP Finance Operations, Syariah, Treasury, and Corporate Tax PT Prudential Life Assurance Imelda Pusposari, Chief Investment Officer PT BNI Life Bedie Roesnady.Barisan belakang (dari kiri ke kanan), Senior Manager Research & Consulting PT Infovesta Utama Praska Putrantyo, Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu, Corporate Communication PT Allianz Life Indonesia Syahnovar Datau, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon, Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Investment PT Avrist Assurance M Pandu Siwi, CEO PT Eastspring Investments Indonesia Alan T Darmawan, Head of Investment Operation PT Prudential Life Assurance Ivan Landhy, Head of Equity & Alternative Asset PT BNI Life Relix Arnold, GM Investment & Treasury PT BNI Life Hariadi Tjahjono, Head of Investment Marketing PT AIA Financial Indonesia Anita Abdulkadir dan Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan foto bersama usai acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Unit Link Terus Tumbuh

Rabu, 26 Februari 2020 | 12:01 WIB
Investor Daily

Di tengah guncangan yang terjadi dalam perjalanan industri asuransi di Tanah Air, pertumbuhan unit link yang masih double digit cukup melegakan. Hal ini mencerminkan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap produk proteksi berbalut investasi itu masih tinggi.

Saat total pertumbuhan premi asuransi jiwa cenderung stagnan, lini unit link konsisten tumbuh double digit, menembus 13,46% pada 2019. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, perolehan premi produk unit link mencapai Rp 102,38 triliun tahun lalu, atau tumbuh 259% dalam satu dekade dari Rp 28,5 triliun pada 2009.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (kiri), Senior Manager Research & Consulting PT Infovesta Utama Praska Putrantyo (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Pasar Uang (ki-ka) Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Investment PT Avrist Assurance M Pandu Siwi dan CEO PT AXA Financial Indonesia Niharika Yadav, saat acara Investor- Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Roza
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (kiri), Senior Manager Research & Consulting PT Infovesta Utama Praska Putrantyo (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Pasar Uang (ki-ka) Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Investment PT Avrist Assurance M Pandu Siwi dan CEO PT AXA Financial Indonesia Niharika Yadav, saat acara Investor- Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Unit link juga sudah menjadi tulang punggung industri asuransi jiwa. Produk ini menyumbang 55,24% dari total premi industri asuransi jiwa yang sebesar Rp 185,33 triliun tahun lalu, yang hanya tumbuh 0,58%.

Sedangkan pertumbuhan total premi dalam satu dekade sekitar 200%, dari Rp 61,7 triliun tahun 2009. Tentu saja, masih tingginya kepercayaan masyarakat terhadap produk unit link ini perlu terus dijaga, terutama oleh para pelaku industry asuransi. Apalagi, fundamental utama bisnis asuransi jiwa adalah kepercayaan masyarakat.

Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan Kristianto Andi Handoko (empat dari (kiri), Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Campuran (ki-ka) Chief Digital Tansformation PT Asuransi Simas Jiwa Yusuf Sutarko, GM Investment & Treasury PT BNI Life Hariadi Tjahjono, Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Head of Investment Marketing PT AIA Financial Indonesia Anita Abdulkadir, Head of Investment Operation PT Prudential Life Assurance Ivan Landhy, VP Finance Operations, Syariah, Treasury, and Corporate Tax PT Prudential Life Assurance Imelda Pusposari dan Portofolio Manager Allianz Life Indonesia Andi Rahman Abduljalil, saat acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Roza
Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan Kristianto Andi Handoko (empat dari (kiri), Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Campuran (ki-ka) Chief Digital Tansformation PT Asuransi Simas Jiwa Yusuf Sutarko, GM Investment & Treasury PT BNI Life Hariadi Tjahjono, Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Head of Investment Marketing PT AIA Financial Indonesia Anita Abdulkadir, Head of Investment Operation PT Prudential Life Assurance Ivan Landhy, VP Finance Operations, Syariah, Treasury, and Corporate Tax PT Prudential Life Assurance Imelda Pusposari dan Portofolio Manager Allianz Life Indonesia Andi Rahman Abduljalil, saat acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Selain setiap perusahaan asuransi jiwa sungguh-sungguh berorientasi pada kepentingan nasabah, manajemen juga harus mengedepankan prinsip kehati-hatian, selalu prudent. Pengelolaan unit link atau investasi lainnya dijalankan dengan baik, agar produk ini maupun produk asuransi jiwa yang lain terus dipercaya dan diminati masyarakat.

Bila melihat kontribusi unit link yang terus membesar, dibanding sepuluh tahun lalu yang baru 46,23% terhadap total premi asuransi jiwa, berarti produk ini memang memikat hati masyarakat Indonesia.

Tak hanya itu, unit link juga masih berpotensi besar untuk dikembangkan di Tanah Air. Pasalnya, penetrasi unit link di negeri ini masih sangat rendah, cuma 2,9% dari produk domestic bruto (PDB) yang sekitar Rp 14.837 triliun tahun 2019.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (empat dari kiri), Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Pendapatan Tetap (ki-ka) Direktur PT Equity Life Indonesia Irena Yoga, Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Head of Equity & Alternative Asset PT BNI Life Relix Arnold, Head of Investment Operation PT Prudential Life Assurance Ivan Landhy, VP Head of Corporate Branding, Marketing & Communications PT Asuransi Jiwa Sequislife Felicia Gunawan dan CEO PT Eastspring Investments Indonesia Alan T Darmawan, saat acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/Uthan A Rachim
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (empat dari kiri), Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Pendapatan Tetap (ki-ka) Direktur PT Equity Life Indonesia Irena Yoga, Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Head of Equity & Alternative Asset PT BNI Life Relix Arnold, Head of Investment Operation PT Prudential Life Assurance Ivan Landhy, VP Head of Corporate Branding, Marketing & Communications PT Asuransi Jiwa Sequislife Felicia Gunawan dan CEO PT Eastspring Investments Indonesia Alan T Darmawan, saat acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/Uthan A Rachim

Sementara itu, di negara jiran Malaysia sudah 3,6% dari PDB, bahkan Singapura mencapai 7,0% PDB. Langkah-langkah untuk mendorong pertumbuhan produk jasa keuangan ini harus dimulai dari internal industri. Transparansi dalam penjualan dan pengelolaan unit link, misalnya, wajib ditingkatkan.

Selama ini, laporan pengelolaan investasi juga kurang update, selain biaya akuisisi masih terlalu tinggi. Industri juga harus mengantisipasi akan diterapkannya International Financial Reporting Standard (IFRS) 17, yang awalnya akan diterapkan tahun 2021, namun pelaku industri minta diundur menjadi 2025. IFRS ini membuat investasi unit link nantinya tidak dapat dibukukan sebagai pendapatan, sehingga aset perusahaan asuransi bisa menciut.

Tentu saja, upaya pengembangan unit link itu juga harus didukung pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa secara keseluruhan, terutama menyusul terjadinya kasus gagal bayar klaim BUMN PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kasus ini tak hanya menimbulkan kerugian besar bagi nasabah maupun negara, namun juga ikut menyeret anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, terutama akibat dampak tindakan Kejaksaan Agung memblokir 800 subrekening efek karena seluruh rekening saham tersebut terkait dengan dugaan korupsi di Jiwasraya.

Oleh karena itu, ke depan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga harus lebih serius melakukan pengawasan dan mencegah secara dini terjadinya penyimpangan di industri asuransi, yang bisa menyeret jatuh industry jasa keuangan yang lain seperti pasar saham. Apalagi, OJK hidup dari iuran yang dibebankan kepada industri jasa keuangan. Pungutan yang sudah hampir satu dekade wajib dibayar oleh industri jasa keuangan untuk OJK, setidaknya harus dirasakan manfaatnya kembali bagi industri khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Selain meningkatkan kualitas pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi, good corporate governance juga harus dipastikan telah dijalankan dengan baik dan serius oleh semua perusahaan asuransi OJK jangan hanya menerbitkan izin suatu produk keuangan, namun tidak melakukan pengawasan melekat secara benar.

Suasana acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/Uthan A Rachim
Suasana acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/Uthan A Rachim

OJK juga harus bisa memastikan secara berkala bahwa pengelolaan dana masyarakat itu telah dilakukan dengan benar dan prudent. Pengawasan terintegrasi yang efektif ini, tentu saja, membutuhkan tenaga pengawas yang kompeten, berintegritas, dan berkualitas, serta memadai dari sisi jumlah.

Yang tak kalah penting, OJK dan pemerintah serta DPR harus bersinergi untuk bisa segera mewujudkan pembentukan Lembaga Penjamin Polis Asuransi, yang sebenarnya sudah lama diamanatkan undang-undang untuk perlindungan konsumen atau nasabah asuransi.

Jika semua pihak bekerja dengan baik, lembaga yang mirip modelnya dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin simpanan nasabah bank itu, seharusnya sudah berdiri sejak Oktober 2017. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian sudah lama mengamanatkannya. Bila langkah-langkah perbaikan tersebut dijalankan dengan segera, maka tak hanya unit link dan industri asuransi yang akan tumbuh moncer.

Industri jasa keuangan yang lain seperti pasar modal hingga perbankan di Tanah Air juga makin kuat, mengingat dana asuransi yang besar dan berjangka waktu panjang banyak diinvestasikan di sini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN