Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ILUSTRASI: Harga minyak dunia turun. ANTARA/Shutterstock/am.

ILUSTRASI: Harga minyak dunia turun. ANTARA/Shutterstock/am.

Minyak WTI Anjlok 4%, Khawatir Lockdown di Sejumlah Negara Eropa

Sabtu, 20 November 2021 | 11:25 WIB
S.R Listyorini

NEW YORK, Investor.id – Harga minyak turun ke level terendah enam minggu pada hari Jumat (Sabtu pagi WIB) karena pasar khawatir tindakan penguncian (lockdown) di sejumlah negara Eropa akibat Covid baru.Hal ini memicu kekhawatiran permintaan tepat ketika para pemain industri memberi sinyal kembalinya pasokan.

Patokan minyak AS West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih dari 4% ke sesi terendah $75,37, harga yang tidak terlihat sejak 7 Oktober. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari anjlok US$ 2,35 atau 2,9%, menjadi menetap US$ 78,89 per barel.

Kejatuhan harga minyak menyusul berita penguncian Austria. Penguncian melemahkan permintaan produk minyak bumi karena orang tidak bergerak dan bisnis tutup. Jika langkah-langkah itu melampaui Austria ke bagian lain Eropa atau di tempat lain, itu bisa membuat pasar kelebihan pasokan.

Untuk minggu ini, minyak WTI turun 5,8%, sementara Brent turun 4%, berdasarkan kontrak bulan depan. Kedua kontrak acuan melemah untuk minggu keempat berturut-turut, untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

"Ketakutan akan hal yang tidak diketahui membebani sentimen pasar," kata Analis Senior Price Futures, Phil Flynn, di Chicago. "Kekhawatirannya adalah bahwa kita akan mendapatkan semacam pelepasan (cadangan minyak) terkoordinasi selama Liburan Thanksgiving minggu depan, ketika volume biasanya rendah dan pergerakan dramatis telah terjadi."

Austria menjadi negara pertama di Eropa barat yang memberlakukan kembali penguncian penuh Virus Corona musim gugur ini, untuk mengatasi gelombang baru infeksi Covid-19 di seluruh wilayah. Jerman, ekonomi terbesar Eropa, memperingatkan mungkin juga harus pindah ke penguncian penuh.

Harga minyak Brent telah melonjak hampir 60% tahun ini karena ekonomi bangkit kembali dari pandemi dan karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, hanya meningkatkan produksi secara bertahap.

"Pasar (minyak) secara fundamental masih dalam posisi yang baik tetapi penguncian sekarang menjadi risiko yang jelas ... jika negara lain mengikuti jejak Austria," Analis Pasar OANDA, Craig Erlam, mengatakan dalam sebuah catatan.

Lepas Cadangan

Pemerintah-pemerintah dari beberapa ekonomi terbesar dunia sedang mempertimbangkan untuk melepaskan minyak dari cadangan minyak strategis (SPR) menyusul permintaan dari Amerika Serikat, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters, untuk langkah terkoordinasi mendinginkan harga.

Gedung Putih pada Jumat (19/11/2021) menekan kelompok produsen OPEC lagi untuk mempertahankan pasokan global yang memadai, beberapa hari setelah diskusi AS dengan beberapa ekonomi terbesar dunia mengenai potensi pelepasan minyak dari cadangan strategis untuk memadamkan harga energi yang tinggi.

Spekulasi tentang rilis SPR AS telah mendorong harga minyak turun sekitar US$ 4 per barel dalam beberapa pekan terakhir dan pasokan tambahan hingga 100 juta barel sudah diperkirakan, kata analis minyak Goldman Sachs dalam sebuah catatan.

Akibatnya, dikatakan setiap pelepasan (cadangan minyak) "hanya akan memberikan perbaikan jangka pendek untuk defisit struktural."

OPEC+ tetap berpegang pada kebijakan kenaikan produksi minyak secara bertahap bahkan ketika harga melonjak, dengan mengatakan pihaknya memperkirakan pasokan akan melebihi permintaan pada bulan-bulan pertama tahun 2022.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN