Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)  milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Ini Sikap Dirut PLN Terkait Nasib PT PLN Batubara

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:25 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah sedang mengevaluasi kinerja PT PLN Batubara. Hal ini imbas dari krisis pasokan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang terjadi pada awal 2022. Anak usaha PT PLN (persero) itu berperan dalam mengamankan pasokan batu bara bagi PLTU PLN dan Anak Perusahaan (Securing Business Sustainability) dengan harga yang efisien. 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sebagai perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Negara, PLN akan menjalankan keputusan Pemerintah selaku pemegang saham perseroan terkait wacana pembubaran PLN Batubara.

"Apapun keputusannya, concern kami yaitu menjaga pasokan batu bara terjamin dan listrik tersedia bagi masyarakat. Pemerintah tentunya memiliki kebijakan yang terbaik terkait pengelolaan batu bara," kata Darmawan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/1).

Pembubaran PLN Batubara merupakan salah satu rekomendasi dalam rapat evaluasi pasokan batu bara ke pembangkit listrik. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menjelaskan rapat evaluasi menetapkan PLN tidak lagi membeli batu bara atau berkontrak dengan trader. Perusahaan listrik plat merah itu pun diwajibkan membeli batu bara dari perusahaan tambang. Bahkan dia mengungkapkan rapat evaluasi pun merekomendasikan pembubaran PLN Batubara. Anak usaha PLN itu selama ini yang melakukan kontrak batu bara dengan trader maupun perusahaan tambang.

"Enggak ada PLN Batubara, kita minta dibubarkan," tegasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengungkapkan pihaknya terus melakukan transformasi pada perusahaan BUMN. Salah satu transformasi PLN dilakukan dengan mengkaji keberadaan PLN Batubara.

“Jadi, PLN Batubara ini kan anak perusahaan yang kalau sesuai visi ke depan dari Kementerian BUMN, selalu ingin kita kurangi jumlah anak dan cucu perusahaan, apalagi yang tidak diperlukan. Ini salah satu yang kita tinjau, apakah perusahaan ini akan dimerger nantinya dengan PLN, atau ditutup atau apapun, belum kita putuskan,” ujarnya.

Editor : Rangga (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN