Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Belanja Modal Pertamina 2011 Capai Rp 37,1 Triliun

Kamis, 20 Januari 2011 | 18:02 WIB
Antara

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina menyetujui belanja modal (capex) tahun ini sebesar Rp 37,1 triliun, meningkat 86,4 persen dibandingkan dengan prognosa 2010 sebesar Rp 19,9 triliun.

"Belanja modal ini 76,4 persen atau sebesar Rp 28,4 triliun digunakan untuk sektor hulu dan 23,6 persen lainnya untuk pengembangan di sektor hilir," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam siaran pers, di Jakarta, Kamis.

Pemegang saham juga menetapkan target keuntungan Pertamina sebesar Rp 17,7 triliun atau meningkat 14,2 persen dibanding prognosa 2010 sebesar Rp 15,5 triliun.

Menurut Karen, RKAP 2011 disusun melalui "strategi aggresice in uptream and profitable in downstream".

Untuk mencapai target itu, perseroan mempercepat transformasi yang sedang berjalan melalui peningkatan pertumbuhan cadangan dan produksi migas dan panasbumi di sektor hulu, meningkatkan nilai tambah di pengolahan, dan lebih ekspansif di pemasan produk-produk unggulan di sektor hilir.

Target produksi migas 2011 dipatok sebesar 470,31 juta barel per hari (bph) atau naik 26,81 ribu bph dibandingkan prognoa 2010 sebesar 443,5 ribu bph.

Perseroan juga menargetkan produksi panas bumi pada 2011 menjadi 16,5 juta ton atau setara dengan 2.188 gigawatt hour, meningkat 800.000 ton dibandingkan produksi di 2010 sebesar 15,7 juta ton atau setara 2.089 gigawatt hour.

Karen melanjutkan, pengembangan investasi di bidang hulu meliputi pengeboran eksplorasi 76 sumur dan pengeboran pengembangan 221 sumur.

Untuk panasbumi, Pertamina akan mengembangkan lapangan Hululais, Sungaipenuh, Lumut Balai, Ulubelu, Karaha, Kamojang, Lahendong 5-6 dan Kotamobagu dgn total kapasitas terpasang 1092 megawatt.

Adapun target produksi BBM di 2011 juga ditetapkan sebesar 247,3 juta barel atau meningkat 11,8 juta barel dibandingkan produksi BBM di 2010 sebesar 235,5 juta barel.

Sedangkan target produksi non-BBM meningkat menjadi 23,9 juta barel di 2011, atau naik 1,7 juta barel dibanding produksi 2010 sebesar 22,2 juta barel.

Volume penjualan produk-produk non-PSO diharapkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Produk BBM retail non-PSO ditargetkan meningkat 330 ribu kiloliter atau menjadi sebesar 1,56 juta kiloliter di 2011 dibandingkan prognosa penjualan 2010 sebesar 1,23 juta kiloliter.

Penjualan pelumas Pertamina 2011 juga akan lebih ekspansif dengan target 546.000 kiloliter, naik 88.000 kiloliter dibandingkan prognosa 2010 sebesar 458 ribu kiloliter.

Untuk bisnis aviasi, penjualan avtur ditargetkan meningkat menjadi 3,3 juta kiloliter atau naik 110 ribu kiloliter dibandingkan 2010 yang sebesar 3,19 juta kiloliter.

Karen menurutkan, parameter yang digunakan untuk menetapkan target-target 2011 itu, didasarkan pada harga minyak di level 80 dolar AS per barel dengan kurs Rp9.000 per dolar. (tk/ant)

Editor :

BAGIKAN