Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Depot Plumpang Hemat Rp 35 M

Selasa, 21 Desember 2010 | 09:43 WIB
Antara

JAKARTA – Manajemen PT Pertamina mengklaim Depot Plumpang di Jakarta Utara sukses menghemat biaya operasional hingga Rp 35 miliar per tahun. Depot Plumpang merupakan tempat penampungan bahan bakar minyak (BBM) milik perseroan yang ada di Jakarta Utara.

Juru bicara PT Pertamina Mochamad Harun mengatakan, penghematan tercapai setelah depot yang berganti nama menjadi Instalasi Jakarta Group itu menggunakan terminal automation system (TAS).

“Dengan sistem otomatis itu, jumlah gerbang pengisian (bays) BBM ke mobil tangki menjadi lebih sedikit dan waktu pengisian menjadi lebih cepat,” kata dia di Jakarta, Selasa (20/12).

Harun menjelaskan, sebelum perubahan ada 68 bays di Depot Plumpang. Saat ini, jumlah bays dipangkas menjadi 12 gerbang. Namun, pengurangan bays itu tidak mempengaruhi loading time (waktu penampungan) ke mobil tangki.

Menurut Harun, dengan dipangkasnya jumlah bays, loading time tiap mobil tangki menjadi lebih cepat. Sebelumnya, loading time yang dibutuhkan berkisar 40-52 menit. Saat ini bisa dipercepat menjadi 4-8 menit. Selain itu, sengan sistem TAS kapasitas loading masing-masing bays menjadi lebih besar.

“Hasilnya, jumlah mobil tangki yang dibutuhkan untuk mendistribusikan BBM dari depo Plumpang ke SPBU se-Jadebotabek pun bisa dipangkas menjadi 157 buah, dari sebelumnya berjumlah 230 mobil. Mobil tangki kami kini mampu mengangkut BBM lebih banyak dan multi produk,” ujar dia.

Harun menjelaskan, setiap hari penyaluran BBM dari Depot Plumpang mencapai 17.500 kiloliter (kl) yang terdiri atas premium 11 ribu kl, solar 4.300 kl, pertamax 2.200 kl, dan pertamax plus 200 kl.

Di satu sisi, saat ini Depot Plumpang pun kini dilengkapi in line blending. Alat itu memungkinkan pencampuran sehingga menghasilkan produk pertamax, bio solar, bio premium, dan yang lain.

Sementara itu, Djaelani Sutomo, direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, menambahkan, perbaikan sistem di Depot Plumpang dilakukan bersama anak usaha Pertamina, PT Patra Niaga. “Kerja sama itu berlansung selama 10 tahun,” kata dia.

Berdasarkan catatan Investor Daily, saat ini Depot Plumpang memiliki 26 tangki penyimpanan, di mana dua diantaranya dibiarkan kosong sebagai cadangan kalau terjadi gangguan.

Secara keseluruhan, total kapasitas Depot Plumpang dapat menampung 325 ribu kl BBM yang terdiri atas premium 115 ribu kl, minyak tanah 95 ribu kl, serta solar 115 ribu kl. (c05)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN