Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Blok Rokan

Blok Rokan

Lifting Blok Rokan 2019 Lampaui Target

Rangga Prakoso, Selasa, 21 Januari 2020 | 10:21 WIB

JAKARTA - PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) mengungkapkan realisasi lifting minyak Blok Rokan di 2019 melampaui target Work Plan and Budget (WP&B) yang disepakati bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Adapun realisasi lifting minyak di Blok Rokan mencapai 190 ribu barel per hari (bph). Sementara target lifting minyak dalam WP&B 2019 ditetapkan sebesar 185.300 bph.

Presiden Direktur CPI Albert Simanjuntak mengatakan, realisasi lifting itu berasal dari reparasi atau well service dengan memanfaatkan teknologi baru sehingga produksi di blok Rokan tetap bisa optimal. "2019 kami fokus lakukan workover dengan menggunakan digital teknologi yaitu memilih kandidat-kandidat sumur yang dikerjakan dan meminimalisir downtime kita. Kami sangat bersyukur pendekatan yang dilakukan, Alhamdulillah mampu melampaui rencana yang disetujui 102,5% dari WPNB," kata Albert dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (20/1).

Albert mengungkapkan, sepanjang 2019 tidak melakukan pengeboran. Pasalnya kontrak CPI segera berakhir pada 8 Agustus 2021. Dia menuturkan, pengeboran terakhir kali dilakukan pada 2018 sebanyak 89 sumur. Dengan berakhirnya kontrak pada 2021 maka pengeboran di Rokan dinilai tidak lagi ekonomis. Setelah lebih dari 50 tahun mengelola Blok Rokan, CPI telah mengebor lebih dari 100 lapangan minyak dan gas di Blok Rokan.

Ia mengatakan, tanpa investasi pengeboran membuat target lifting WPNB di tahun ini lebih rendah dibandingkan 2019. Optimalisasi injeksi sumur dilakukan guna mencegah penurunan produksi terlalu tajam. "Kami tidak melakukan pengeboran, waktu pengembalian investasi tidak cukup, target WP&B 2020 sebesar 161 ribu bph," ujarnya.

Lebih lanjut, Albert mengungkapkan CPI mengalami kerugian mencapai Rp 23 miliar sepanjang 2019 akibat aksi pencurian minyak. Modus pencurian dilakukan dengan cara membuat terowongan bawah tanah (tunnel) yang terhubung dengan pipa distribusi minyak. Modus ini biasa dikenal dengan ilegal tapping. Sepanjang 2019 tercatat 72 kasus ilegal tapping. Dari jumlah tersebut 55 kasus diantaranya berhasil diintervensi. Artinya, pelaku ilegal tapping belum berhasil mencuri minyak. "Kerugian kami berupa minyak yang dicuri, memperbaiki pipa yang dibolongi serta membersihkan tumpahan minyak, ujarnya.

Albert menuturkan, pihaknya menjalin kerja sama dengan TNI-Polri dalam mencegah kegiatan pencurian minyak. Kerja sama dengan aparat keamanan itu sudah berlangsung selama ini dan terus diperbaharui setiap tahunnya. "Perjanjian kerja sama kami lakukan dengan TNI-Polri karena pelaku ilegal tapping makin canggih," tuturnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA