Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Kilang LyondellBasell-Houston Refining di kota Houston, Texas. (Foto: Mark Felix/AFP)

Ilustrasi: Kilang LyondellBasell-Houston Refining di kota Houston, Texas. (Foto: Mark Felix/AFP)

Minyak Naik, Permintaan Tiongkok Cukup Kuat

Rabu, 14 April 2021 | 07:09 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ditopang data permintaan impor Tiongkok yang kuat. Namun, reli dibatasi oleh kekhawatiran bahwa jeda pada vaksin Johnson & Johnson dapat menunda pemulihan ekonomi dan membatasi pertumbuhan permintaan minyak.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni bertambah 39 sen atau 0,6%, menjadi US$ 63,67 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei terangkat 48 sen atau 0,8% menjadi US$ 60,18 per barel.

Kedua kontrak tersebut mencatatkan perubahan kurang dari satu persen selama lima sesi berturut-turut.

Impor minyak mentah ke Tiongkok melonjak 21% pada Maret dari titik terendah tahun sebelumnya karena kilang-kilang meningkatkan operasi mereka.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam laporan bulanannya menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak tahun ini sebesar 70.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya atau naik 6,6%.

Katalis lainnya yang juga mendukung harga menjelang data mingguan, stok minyak mentah AS diperkirakan turun minggu lalu untuk minggu ketiga berturut-turut, sementara persediaan minyak sulingan dan bensin kemungkinan meningkat, menurut analis dalam jajak pendapat Reuters.

Namun, produksi minyak AS dari tujuh formasi serpih utama diperkirakan naik untuk bulan ketiga berturut-turut, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Senin (12/4/2021).

Lambatnya tingkat vaksinasi di Eropa dan antisipasi tambahan pasokan minyak dari Iran dalam beberapa bulan mendatang telah membatasi kenaikan harga.

Johnson & Johnson mengatakan akan menunda peluncuran vaksin Covid-19 di Eropa dan sedang meninjau kasus pembekuan darah yang sangat langka pada orang-orang setelah badan kesehatan federal AS merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan vaksin karena enam wanita di bawah 50 mengalami pembekuan darah langka setelah menerima suntikan.

Gerakan Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman mengatakan pada Senin (12/4/2021) bahwa mereka telah menembakkan 17 drone dan dua rudal balistik ke sasaran di Arab Saudi, termasuk fasilitas Saudi Aramco di Jubail dan Jeddah.

Sementara itu, Teheran mengatakan ledakan pada Minggu (11/4/2021) di situs nuklir utamanya adalah tindakan sabotase oleh musuh bebuyutan Israel dan bersumpah akan membalas dendam.

"Kenaikan ketegangan geopolitik hanya akan memiliki dampak bullish yang signifikan pada harga minyak jika dibarengi dengan gangguan pasokan fisik yang sebenarnya," kata analis PVM dalam sebuah catatan.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN