Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pompa angguk di sumur minyak mentah. ( Foto ilustrasi: AFP/File / Karen Bleier )

Pompa angguk di sumur minyak mentah. ( Foto ilustrasi: AFP/File / Karen Bleier )

Minyak Naik Tipis

Sabtu, 24 April 2021 | 07:58 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Kekhawatiran permintaan akibat lonjakan virus corona berimbang dengan kekuatan data ekonomi AS dan Eropa.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni, naik 71 sen menjadi US$ 66,11 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, juga bertambah 71 sen menjadi US$ 62,14 per barel di New York Mercantile Exchange.

Untuk minggu ini, minyak mentah berjangka AS kehilangan 1,7% , sementara minyak mentah Brent turun 1%, berdasarkan kontrak bulan depan.

"Konsolidasi harga ini mengikuti kenaikan harga selama empat bulan yang kuat, yang sebagian besar didasarkan pada kemajuan vaksin AS yang memaksa beberapa revisi naik dalam gagasan-gagasan permintaan global sepanjang tahun ini," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.

Data Indeks Manajer Pembelian (PMI) zona Euro untuk April menunjukkan pemulihan yang lebih kuat dari perkiraan dan lebih banyak negara Eropa mulai mengurangi penguncian virus corona. Prancis mengatakan sekolah akan dibuka kembali pada Senin (26/4/2021).

Data ekonomi Amerika Serikat menambah prospek optimis; jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah 13 bulan minggu lalu.

"PMI di seluruh Eropa benar-benar keluar dari grafik, terutama setelah laporan pengangguran yang kuat di AS," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Kekhawatiran permintaan minyak meningkat karena kasus virus corona India melonjak ke rekor tertinggi. India merupakan konsumen dan importir minyak terbesar kertiga di dunia.

Beberapa negara, termasuk Australia, Inggris, Kanada, dan Uni Emirat Arab telah melarang atau menghentikan penerbangan dari India.

Sementara itu, Jepang mengumumkan penguncian baru di Tokyo, Osaka dan dua prefektur lainnya pada Jumat (23/4/2021).

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN