Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fasilitas pengolahan minyak mentah. ( Foto ilustrasi: AFP/File / Haidar Mohammed Ali )

Fasilitas pengolahan minyak mentah. ( Foto ilustrasi: AFP/File / Haidar Mohammed Ali )

Minyak Terkoreksi, Pasokan Meningkat

Sabtu, 10 April 2021 | 10:00 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyak terkoreksi tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), di tengah meningkatnya pasokan dari produsen-produsen utama dan kekhawatiran atas gambaran beragam tentang dampak pandemi Covis-19 pada permintaan bahan bakar.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, patokan untuk minyak mentah AS, berkurang 28 sen atau 0,5% menjadi US$ 59,32 per barel di New York Mercantile Exchange. Untuk minggu ini, Harga minyak WTI anjlok 3,5%.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni, patokan global untuk minyak mentah, tergerus 25 sen atau 0,4% menjadi ditutup pada US$ 62,95 per barel di London ICE Futures Exchange. Untuk minggu ini, Brent merosot 3%.

Tekanan pada minyak didorong oleh keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, untuk meningkatkan pasokan sebesar 2 juta barel per hari antara Mei dan Juli.

"Prospek permintaan minyak yang menguntungkan sebagian besar diimbangi oleh perkiraan peningkatan produksi OPEC+ yang bisa mendekati dua juta barel per hari pada akhir Juli," kata Presiden Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch, di Galena, Illinois.

Sementara itu pengebor AS mempertahankan jumlah rig minyak tidak berubah minggu ini, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan pada Jumat (9/4/2021), dengan analis memperkirakan lebih banyak rig diperlukan untuk menjaga produksi tetap stabil.

Penguncian yang diperbarui di beberapa bagian dunia dan masalah dengan program vaksinasi dapat mengancam prospek permintaan minyak.

Kepala Strategi Pasar Global Axi, Stephen Innes, mengatakan, harga minyak diperkirakan diperdagangkan dalam kisaran antara US$ 60- 70 per barel karena investor mempertimbangkan faktor-faktor ini.

“Ada dorongan nyata di pasar berdasarkan akselerasi vaksinasi, peningkatan produksi, dan penguncian baru, itulah sebabnya kami bergerak ke samping,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Pasar minyak juga mencermati pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat terkait kesepakatan nuklir 2015 yang membuat kemajuan, kata delegasi pada Jumat (9/4/2021). Namun, para pejabat Iran menunjukkan ketidaksepakatan dengan Washington mengenai sanksi mana yang harus dicabut.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN