Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pertamina Bisa Masuk Blok Masela Belakangan

Senin, 25 Juli 2011 | 15:51 WIB
Antara

JAKARTA - Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo mengatakan, PT Pertamina (Persero) bisa memiliki hak partisipasi Blok Masela yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku, belakangan.

"Saat ini, Inpex sedang mencari mitra yang cocok dalam arti menguasai teknologi floating LNG plant (kilang gas alam cair terapung)," katanya di sela Pekan Energi Indonesia 2011 di Jakarta, Senin.

Pada Jumat (22/7), Inpex Corporation, yang mempunyai Blok Masela melalui Inpex Masela Ltd, mengumumkan, pengalihan hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 30% kepada Shell Upstream Overseas Services (I) Limited, anak perusahaan Royal Dutch Shell Plc.

"Blok Masela ini berbentuk floating LNG yang memang baru pertama kalinya. Sekarang, Inpex sedang menyiapkan teknologinya. Jadi, mereka (Inpex) mencari mitra yang cocok dulu. Nanti, kalau Pertamina mau masuk, bisa-bisa saja," ujar Evita.

Menurut dia, sejauh ini, pihaknya memang belum menerima laporan pengalihan 30% PI Inpex ke Shell tersebut. "Namun, sesuai aturan, sebelumnya proses pengalihan PI itu dilakukan melalui mekanisme antar bisnis (b to b)," katanya.

Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husen mengatakan, pihaknya berminat mengambil 10% PI Masela. "Kami berminat karena secara bisnis ke depannya bagus," katanya.

Menurut Juru Bicara Pertamina M Harun, Pertamina memang baru mempunyai pengalaman mengelola kilang LNG onshore dan belum dalam teknologi floating LNG. "Namun, kami tetap berminat memiliki PI Masela," ujarnya.

Wakil Kepala BP Migas Hardiono mengatakan, pihaknya akan segera membahas pengalihan 30% PI Masela dari Inpex ke Shell termasuk keinginan Pertamina dan daerah memiliki 10%.

Pemda Maluku telah beberapa kali mendatangi BP Migas meminta 10% PI Masela. "Pemda mengira karena hanya 10%, akan diberi secara gratis dan tinggal menerima pendapatan. Padahal tidak. Pemda juga harus keluarkan modal dan angkanya tidak kecil," kata Hardiono.

Namun demikian, lanjutnya, BP Migas akan mendukung keinginan daerah memliki 10% PI Masela karena diamanatkan PP No. 35 Tahun 2004. Pasal 34 PP tersebut mewajibkan kontraktor menawarkan 10% PI kepada BUMD pada persetujuan rencana pengembangan pertama kalinya. "Daerah akan kita kawal. Tidak boleh tidak, pemda harus dapat," katanya.

PI Masela kini dimiliki Inpex Masela Ltd sebesar 90% dan 10% lainnya oleh PT EMP Energi Indonesia.

Pada tahap awal, Masela akan memproduksi 2,5 juta ton per tahun dan kondensat 8.400 barel per hari dengan target pada 2017-2018. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN