Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pertamina-PLN Bangun 8 Terminal LNG Skala Kecil

Kamis, 24 Maret 2011 | 14:31 WIB
Antara

JAKARTA - PT Pertamina dan PT PLN menandatangani kerja sama pembangunan delapan terminal penerima gas alam cair skala kecil sekaligus sistem transportasinya di wilayah Indonesia bagian timur.

Penandatanganan dilakukan antara Dirut Pertamina Karen Agustiawan dan Dirut PLN Dahlan Iskan dengan disaksikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Jakarta, Kamis.

Mustafa mengatakan, pembangunan terminal LNG akan menekan penggunaan BBM yang mahal dan sekaligus mengurangi subsidi negara. Nilai penghematan pemakaian BBM diperkirakan mencapai Rp 847 miliar per tahun.

Proyek terminal gas tersebut, lanjut Mustafa, juga akan mempercepat pengembangan kawasan di Indonesia bagian timur. "PLN dan Pertamina menjadi pionir percepatan pemerataan," ujarnya.

Sementara Karen mengatakan, sebanyak delapan terminal LNG skala kecil dengan kapasitas total 182 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) akan dibangun dengan jadwal operasi sesuai kebutuhannya antara 2012-2015.

Ke-8 terminal mini itu adalah Tanjung Batu, Kaltim 25 MMSCFD, Batakan, Kaltim 15 MMSCFD, Pasanggaran, Bali 25-30 MMSCFD, dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara 25 MMSCFD yang ditargetkan beroperasi tahun 2012.

Selanjutnya, proyek terminal yang dijadwalkan beroperasi 2013 adalah Mataram, NTB 15 MMSCFD dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan 6 MMSCFD dan tahun 2015 adalah Gorontalo, Sulawesi Utara 6 MMSCFD, Halmahera, Maluku Utara 60 MMSCFD.

Menurut dia, berdasarkan kajian awal, moda transportasi ke Bali dan Pomalaa akan menggunakan kapal LNG jenis small vessel dengan kapasitas masing-masing 20.000 m3 dan ke Kaltim memakai containerized vessel 10.500 m3.

"Untuk terminalnya akan memakai barge terapung atau onshore plant skala kecil," katanya.

Ia menambahkan, mini LNG merupakan solusi bagi moda transportasi gas di Indonesia bagian timur yang tersebar dan berbeda dengan Indonesia bagian barat yang menggunakan pipa.

Sedang sumber pasokan gas terminal LNG direncanakan berasal dari Kilang Bontang, Kaltim, dengan kebutuhan buat empat proyek yang ditargetkan beroperasi 2012 adalah sebesar 0,7 juta ton per tahun.

Dahlan Iskan mengatakan, pasokan gas itu akan mengatasi masalah penggunaan BBM saat beban puncak pemakaian listrik. "Selama ini, tidak ada jalan lain selain membakar BBM," katanya.

Dahlan juga mengatakan, terminal LNG di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan Halmahera, Maluku Utara, akan digunakan bagi pembangunan pabrik nikel milik PT Antam Tbk. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN