Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor Daily

Investor Daily

Pertamina Salurkan BBM Tidak Melebihi Kuota

Minggu, 2 Januari 2011 | 16:36 WIB
Antara

BENGKULU - PT Pertamina menyatakan selama tahun 2010, dalam menyalurkan bahan bakar minyak untuk wilayah Sumatra Bagian Selatan tidak terjadi kelebihan kuota karena melakukan monitoring dan evaluasi konsumsi setiap hari.

"Selama tahun 2010 tidak ada kelebihan kuota penyaluran BBM untuk lima wilayah provinsi itu meski ada wacana pembatasan subsidi yang sempat membuat masyarakat panik," kata Asisten Manajer Humas PT Pertamina (Persero) Unit Pemasaran Bahan Bakar Minyak Retail Region II Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) Roberth MV ketika dihubungi, Minggu.(2/1)

Rehion II Sumbagsel, meliputi Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

Ia mengemukakan, jika penyaluran terjadi over kuota melanggar kesepakatan penunjukkan Pertamina untuk melaksanakan kebijakan umum "public service obligation" (PSO).

Bahkan juga berisiko bagi Pertamina akibat kelebihan kuota tersebut yang tidak ditanggung oleh pemerintah dan menjadi beban Pertamina.

"Memang kondisi yang sangat tidak nyaman atau bagai buah simalakama jika masyarakat bergejolak apabila tidak ada BBM bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) karena kuota telah habis," katanya.

Namun berbagai langkah antisipatif dan reaktif diambil Pertamina demi ketersediaan BBM di masyarakat, katanya.

Langkah terakhir yang diambil meminta menambah pasokan bersubsidi sesuai kondisi riil di lapangan yang memang tidak memungkinkan bila penambahan tidak dilakukan.

Akhirnya untuk wilayah Sumbagsel, disepakati penambahan sekitar 10 persen dari kuota 2010 yang sudah ditentukan untuk premium dan solar sekitar 16 persen.

Adapun pendistribusian penambahan ini tetap dilakukan secara selektif dan dievaluasi berdasarkan konsumsi/omzet harian di SPBU.

Sebab melihat kondisi di lapangan marak dengan spekulan BBM, berapa pun didistribusikan habis terserap dan tetap terjadi kekurangan di SPBU.

"Alhamdulilah dengan penambahan tersebut, berdasarkan prognosa penyaluran BBM bersubsidi pada 2010 Pertamina Unit Pemasaran Sumbagsel berhasil memenuhi penyaluran BBM bersubsidi mencapai 100 persen dan tidak melampaui kuota yang ditentukan," ujarnya.

Realisasi penyaluran BBM bersubsidi pada 2010 mencapai 2.021.840 ton atau 99,4 persen yakni premium untuk Jambi 346.836 ton atau 99,6 persen, Bengkulu 179.208 (101,4 persen), Sumsel 649.180 (99,5 persen) Bangka 215.333 (97,3 persen), dan Lampung 631.283 (99,3 persen).

Sedangkan solar sebanyak 1.376.531 ton (101,3 persen) dengan rincian pendistribusian wilayah Jambi 238.508 (102,8 persen), Bengkulu 64.914 (100,5 persen), Sumsel 467.995 (101,5 persen), Bangka 172.922 (99,2 persen), dan Lampung 432.192 (101,3 persen).

"Dari sisi jumlah total realisasi ini meningkat dibandingkan kuota awal tahun 2010, namun setelah penambahan dengan revisi kuota masih sesuai target," katanya.

Kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan di wilayah Sumbagsel pada 2010 premium sebanyak 1.842.579 ton dan solar 1.175.571. Rinciannya untuk Sumsel premiuum 589.804 ton dan solar 393.350, Jambi premium 313.126 dan solar 201.998 ton.

Sedangkan Bangka Belitung premium 189.641 dan solar 156.049, Lampung (premium 585.154 dan solar 366.880), dan Bengkulu (premium 164.854 dan solar 57.294), demikian Roberth MV. (ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN