Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pertamina Siap Impor Premium 7,5 Juta Barel

Rabu, 6 Juli 2011 | 14:36 WIB
Antara

JAKARTA – PT Pertamina akan mengimpor premium sebanyak 7,5 juta barel. Impor akan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi menjelang Puasa dan Lebaran.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo mengatakan, bulan ini konsumsi premium sudah mulai mengalami kenaikan karena dampak liburan sekolah.

Namun, kenaikannya belum terlalu signifikan karena masa liburan tidak berlangsung pada saat bersamaan. Djaelani memperkirakan kenaikan konsumsi cukup besar akan terjadi mulai bulan depan.

“Setiap menjelang Lebaran kenaikannya sekitar 5-7%. Tapi memang ada hari-hari puncak konsumsi yang harus kami siapkan, seperti saat arus balik,” kata dia, di Jakarta, Selasa (5/7).

Menurut Djaelani, biasanya perseroan cukup mengimpor sekitar enam juta barel per bulan untuk menutup kebutuhan dalam negeri.

Sementara untuk solar, konsumsi di awal Puasa tidak akan naik terlalu tinggi. Alasannya, solar lebih banyak digunakan untuk angkutan barang. Sehingga, angka impor solar pada bulan depan tidak akan berbeda dengan biasanya, yaitu sekitar 4 juta barel.

“Meski demikian, impor solar akan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan bisnis Pertamina. Sebagian besar impor solar biasanya dipasok untuk industri. Sedangkan untuk pasokan solar ke masyarakat, produksi dari kilang Pertamina masih bisa menutupnya. Bahkan masih ada kelebihan,” ujar dia.

Seperti diketahui, Pertamina memang belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Kapasitas produksi BBM perusahaan minyak nasional itu hanya sekitar 40,6 juta kiloliter (kl), terdiri atas solar 18,3 juta kl, premium 12 juta kl, minyak tanah 7 juta kl, dan avtur 3,3 juta kl. Sementara, kebutuhan BBM nasional mencapai 50,1 juta kl.

Produksi BBM tersebut berasal dari enam kilang milik Pertamina. Rinciannya, kilang Dumai di Riau 170 ribu barel per hari (bph), Plaju di Sumatera 118 ribu bph, Cilacap di Jawa Tengah 348 ribu bph, Balikpapan di Kalimantan Timur 260 ribu bph, Balongan di Jawa Barat 125 ribu bph, dan Kasim di Papua Barat 10 ribu bph. (c05)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN