Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nelayan menanam 3.300 unit Artificial Reef di Laut Bangka

Nelayan menanam 3.300 unit Artificial Reef di Laut Bangka

MENJAGA EKOSISTEM LAUT

PT Timah Sebar 3.300 Artificial Reef di Laut Bangka

Rangga Prakoso, Selasa, 21 Januari 2020 | 10:34 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Timah Tbk telah menanam 3.300 unit Artificial Reef di Laut Bangka di wilayah operasional sejak beberapa tahun terakhir. Ini sebagai bentuk reklamasi laut yang dilakukan perusahaan agar ekosistem bisa tumbuh dan mendatangkan manfaat ekonomi berkelanjutan.Artificial Reef menggunakan fish shelter dan transplantasi karang ini dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Bangka Belitung dan juga melibatkan masyarakat nelayan sekitar.

Sebaran Artificial Reef yang telah dilakukan PT Timah diantaranya di kawasan Pulau Pemain, Pantai Gunung Namak, Perairan Matras, Karang Kering Rebo, Karang Melantut, Pulau Putri, Pulau Panjang, Karang Aji, Karang Tanjung Ular, dan Tanjung Melala.

"Beberapa kawasan yang diletakkan fish shelter sudah menjadi kawasan pemancingan dan tangkapan nelayan dan dari pemantauan tim saat ini sudah ada yang menjadi tempat cumi bertelur," kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah, Anggi Siahaan, dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (21/1).

Anggi menuturkan, dalam melaksanakan reklamasi laut PT Timah mengacu pada rencana reklamasi yang telah ditetapkan dan disetujui. Sejauh ini keberhasilan dalam melakukan reklamasi laut telah menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari Indeks Keanekaragaman jenis ikan andalan (H’) 1,412-3.232 dari standar nilai yang diharapkan H’ > 1,5.

"Untuk fish shelter terbilang berhasil, untuk transplantasi karang ke depan harus lebih fokus, karena ada juga yang pertumbuhannya terpengaruh cuaca. Karang memiliki sensitifitas dan kondisi arus, gelombang yang berubah tentu mempengaruhi," ujarnya.

Lebih lanjut, Anggi menyampaikan, bahwa dengan melibatkan nelayan sekitar diharapkan nelayan mendapatkan dampak positif dengan lokasi penangkapan. "Sekarang ini memang koordinatnya belum kita beritahukan karena masih dalam masa pertumbuhan, nanti kalau hasil survei kami ini sudah siap, koordinatnya kita beritahukan ke desa sehingga itu bisa menjadi nilai tambah terhadap tangkapan nelayan," sebutnya.

Beberapa tempat yang telah diletakkan fish shelter dan transplantasi karang juga telah menjadi spot wisata snorkling dan diving bagi para wisatawan. "Pulau Panjang, Pulau Putri itu sudah dijadikan spot diving dan snorkling karena nelayannya sudah tahu disitu ada karang yang bagus," ujar Anggi.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA