Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menara Eifel, Paris, Pranics. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Menara Eifel, Paris, Pranics. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Belanja Konsumen Prancis Anjlok 34%

Grace Eldora, (happy_id)  Sabtu, 30 Mei 2020 | 06:38 WIB

PARIS – Belanja konsumen di Prancis merosot 33,7% sepanjang April 2020 dibandingkan Februari, atau sebelum dijalankan karantina wilayah untuk menghentikan wabah virus corona Covid-19. Laporan tersebut dirilis oleh lembaga statistik Insee, Jumat (29/5).

Pada 17 Maret 2020 lalu, otoritas Prancis memerintahkan penutupan kegiatan bisnis dan mewajibkan penduduk untuk tinggal di rumah. Langkah tersebut membuat mandek dan menurut para ahli bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

Sementara dibandingkan periode Maret 2020, belanja konsumen Prancis turun 20,2%. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, produk domestik bruto (PDB) negara ini kontraksi 5,3%. Angka tersebut di masih di bawah perkiraan awal yang kontraksi sebesar 5,8%.

Namun badan tersebut mengingatkan pada pekan ini bahwa PDB Prancis dapat berkontraksi hingga 20% pada kuartal II-2020. Hal ini akan mencerminkan dampak penuh dari karantina wilayah tersebut. Sementara pemerintah baru memulai pelonggaran pada bulan ini.

Pengeluaran konsumen pada April juga turun lebih dari sepertiga ke angka 34,1% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Resesi tersebut juga menurunkan inflasi, yang melambat menjadi hanya 0,2% sepanjang Mei dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan harga energi yang lebih rendah serta penurunan biaya untuk makanan dan barang-barang manufaktur seperti baja, mesin, serta tekstil.

Lebih dari separuh pekerja sektor swasta Prancis kehilangan pekerjaan setelah karantina. Meskipun pemerintah terus membayar sebagian besar gaji mereka, untuk menghindari lonjakan PHK.

Pemerintah Prancis telah mengumumkan 110 miliar euro (atau setara US$ 120 miliar) bantuan keuangan dan bantuan lainnya untuk dunia usaha. Meski begitu Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengingatkan potensi kebangkrutan perusahaan.

Pemerintah telah memperkirakan penurunan PDB sebesar 8% untuk setahun ini. Tetapi Insee mengatakan kontraksi itu kemungkinan akan lebih buruk.

"Rumah tangga menunjukkan pesimisme yang nyata mengenai situasi ekonomi Prancis," jelas Insee, pada Rabu (27/5).

Pemerintah Prancis pada Kamis (28/5) mengumumkan pembukaan kembali bar, restoran, dan kafe mulai 2 Juni 2020. Sedangkan pembatasan atas perjalanan domestik rencananya dicabut pada liburan musim panas. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN