Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kanselir Jerman Angela Merkel. ( Foto: Michael Kappeler / AFP )

Kanselir Jerman Angela Merkel. ( Foto: Michael Kappeler / AFP )

Debat Stimulus di Jerman Tidak akan Berjalan Mulus

Grace Eldora, Rabu, 3 Juni 2020 | 08:14 WIB

FRANKFURT AM MAIN, investor.id - Para menteri Jerman menggelar pertemuan pada Selasa (2/6) untuk memperdebatkan paket stimulus ekonomi, guna mempercepat pemulihan dari karantina akibat wabah virus corona Covid-19. Industri otomotif dan kemungkinan subsidi terhadap industri vital tersebut membuat perdebatan diperkirakan tidak berjalan mulus.

Kubu konservatif Jerman pimpinan Kanselir Angela Merkel mendukung pemotongan pajak dan langkah-langkah pro-bisnis lainnya. Tapi mitra koalisi SPD yang berhaluan kiri-tengah lebih menyetujui bantuan untuk keluarga sekali saja. Sedangkan dukungan lebih diberikan kepada pemerintah-pemerintah daerah yang tengah berjuang mengatasi dampak wabah tersebut.

Tetapi usulan subsidi besar-besaran terhadap sektor otomotif tidak hanya menjadi urusan lintas partai. Daerah-daerah dan sektor industri lainnya saling menentang, karena semua mengincar dana bantuan tunai dari pemerintah federal.

Rencana subsidi untuk industri yang mempekerjakan sekitar 800.000 orang tersebut juga mendorong pihak lain. Yakni yang berpendapat bahwa krisis Covid-19 membuka kesempatan bagi sektor lingkungan dan langkah-langkah untuk memerangi perubahan iklim.

Sementara itu, massa dilaporkan menggelar demonstrasi di depan kantor kanselir pada Selasa waktu setempat. Protes juga bakal digelar di seluruh negeri oleh gerakan pemuda untuk lingkungan "Jumat untuk Masa Depan”. Pekan lalu, ribuan orang berunjuk rasa di 27 kota menentang bantuan kepada para produsen mobil.

"Bonus untuk pembelian mobil bisa menjadi titik paling kontroversial dari pembicaraan koalisi hari ini," kata situs berita Spiegel Online, Senin (2/6).

Secara keseluruhan, seluruh program bantuan langsung pemerintah dapat bernilai hingga 80 miliar euro (setara US$ 89 miliar). Hal ini dilaporkan media mingguan Bild am Sonntag pada Minggu (31/5).

Dana ini di luar paket yang mencakup jaminan pinjaman, subsidi, dan jam kerja yang lebih singkat. Program tersebut bernilai lebih dari satu triliun euro, yang diputuskan saat pandemi Covid-19 pecah di Jerman pada Maret 2020.

"Kami akan memutuskan program dukungan yang membantu ekonomi untuk bangkit dan tumbuh lagi," kata Merkel, dalam siaran video mingguan, Sabtu (30/5).

Dirinya mendesak adanya dorongan untuk inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN