Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kotak-kotak berisi vaksin Moderna Covid-19 sedang disiapkan untuk dikirim di pusat distribusi McKesson, di Olive Branch, Mississippi, Amerika Serikat (AS) pada 20 Desember 2020. ( Foto: Paul Sancya / POOL / AFP )

Kotak-kotak berisi vaksin Moderna Covid-19 sedang disiapkan untuk dikirim di pusat distribusi McKesson, di Olive Branch, Mississippi, Amerika Serikat (AS) pada 20 Desember 2020. ( Foto: Paul Sancya / POOL / AFP )

Di Inggris, Positif Covid-19 Bisa Diberi Rp9,5 Juta

Jumat, 22 Januari 2021 | 16:04 WIB
Fajar Widhiyanto

Setiap orang di Inggris yang diketahui positif terpapar virus corona bisa diberi dana £ 500 atau setara Rp9,5 juta (dengan kurs Rp14 ribu per dolar AS), agar bisa mendorong mereka tetap di rumah, demikian bocoran sebuah dokumen pemerintah seperti dilansir Metro.co.uk, Jumat (21/1).

Rencana tersebut disebut-sebut sebagai opsi yang disukai Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial (DHSC) Inggris. Disebutkan pula dalam dokumen tersebut, rencana pemberian dana ditetapkan menyusul hasil jajak pendapat pemerintah yang menunjukkan bahwa hanya 17% orang dengan gejala yang mau datang untuk pengujian.

Seperti dilaporkan The Guardian, makalah tersebut menyebut bahwa hanya satu dari empat yang mematuhi aturan untuk mengisolasi diri selama 10 hari setelah dites positif, sementara sebanyak 15% dari responden ternyata terus bekerja seperti biasa.

Di antara mereka yang menyambut baik proposal tersebut adalah The Resolution Foundation, sebuah lembaga think tank yang sebelumnya telah menghitung bahwa hanya satu dari delapan pekerja yang memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan keuangan agar mau mengisolasi diri.

Peneliti Maja Gustafsson mengatakan, menerapkan sistem yang jauh lebih universal dan murah hati seperti pemberian dana sebesar £ 500 akan menghasilkan perbedaan nyata dalam mengendalikan penyebaran virus.

Sementara itu pihak DHSC menolak berkomentar perihal isi dokumen yang bocor tersebut. Namun mereka juga tidak menyangkal. Sumber pemerintah menyebutkan pemberian dana tersebut itu merupakan salah satu dari banyak opsi yang dibahas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan warga agar tetap tinggal di rumah begitu mereka diketahui terpapar Covid-19.

“Kami berada di salah satu momen terberat dari pandemi ini dan merupakan kewajiban kita semua untuk membantu melindungi NHS dengan tetap di rumah dan mengikuti aturan,” demikian disampaikan seorang sumber di kalangan kementerian kesehatan (DHSC) seperti dikutip Metro.co.uk. NHS atau National Health Service merupakan lembaga layanan pengobatan dan kesehatan yang dikembangkan pemerintah Inggris.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN