Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt am Main, Jerman Barat.  ( Foto: DANIEL ROLAND / AFP )

Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt am Main, Jerman Barat. ( Foto: DANIEL ROLAND / AFP )

ECB Diperkirakan Keluarkan Lagi Stimulus

Grace Eldora, Selasa, 2 Juni 2020 | 07:59 WIB

FRANKFURT AM MAIN, investor.id - Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (4/6) diperkirakan mengumumkan pembelian obligasi baru senilai ratusan miliar euro untuk mengatasi krisis yang disebabkan pandemi Covid-19. Sementara itu, pemerintah negara-negara Uni Eropa (UE) bersiap untuk menjalani perdebatan selama berbulan-bulan atas rancangan stimulus, yang bakal menjadi terbesar di dunia.

Sejumlah pembuat kebijakan telah mendesak agar ECB melanggar batasan yang diberlakukan sendirinya untuk membeli obligasi pemerintah. Sebagai stimulus pertumbuhan dan inflasi.

Pertemuan kebijakan ECB pekan ini akan menjadi yang pertama sejak putusan Mahkamah Konstitusi Jerman yang mendesak kewenangan bank sentral dibatasi.

"Minimal, kami pikir (para dewan gubernur) akan menambah lagi 500 miliar euro,” ujar analis Capital Economics Andrew Kenningham, Senin (1/6).

Ini akan menambah stimulus sebelumnya yang senilai 750 miliar euro lewat Program Pembelian Darurat Pandemi (PEPP). Yang diputuskan pada Maret lalu.

Ia menambahkan, jika ECB mempertahankan laju pembelian surat utang pemerintah dan perusahaan saat ini, seluruh dana itu akan habis pada awal Oktober 2020. "Satu-satunya pertanyaan adalah perubahan apa yang diumumkan dan kapan," lanjutnya.

Anggota Dewan ECB Isabel Schnabel menegaskan kembali pekan lalu, besaran maupun komposisi dan durasi PEPP bisa ditingkatkan. Sejumlah analis memperkirakan perpanjangan dari akhir tahun ini hingga September 2021.

Selain pengumuman langkah kebijakan pada Kamis, semua mata akan tertuju pada data pertumbuhan triwulanan Juni dan perkiraan inflasi. Adapun angka Januari hingga Maret dikompilasi sebelum virus Covid-19 menyerang.

Presiden ECB Christine Lagarde pekan lalu meramalkan ekonomi zona euro berkontraksi antara 8%-12% sepanjang 2020, sebelum rebound kuat yang diharapkan tahun depan.

Sementara itu, inflasi di 19 negara zona euro jatuh ke level 0,1% secara year on year (yoy) pada Mei, turun dari 1,2% pada Februari atau sebelum dampak pandemi muncul secara penuh.

Capital Economics memperkirakan prospek inflasi bisa turun hingga nol sepanjang tahun ini. Hal ini membuka peluang bagi keluarnya stimulus lagi. Dengan tujuan mendukung aktivitas dan mengangkat pertumbuhan inflasi sesuai sasaran ECB, yakni mendekati tapi di bawah 2%. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN