Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Bursa saham Eropa/IST

Ilustrasi: Bursa saham Eropa/IST

Mayoritas Saham Kawasan Eropa Ditutup Menguat Tipis

Kamis, 17 Juni 2021 | 05:59 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Saham di kawasan Eropa mayoritas ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (16/6/2021) dengan Pan-European Stoxx 600 naik 0,3%. Saham perjalanan dan liburan memimpin kenaikan sebesar 1,3%, sementara indeks perbankan turun 0,8%.

Perhatian pasar global akan tertuju pada hasil pertemuan dua hari Federal Reserve yang berakhir pada hari Rabu waktu AS. Bank sentral diperkirakan tidak akan membuat langkah kebijakan apa pun, tetapi itu bisa menandakan bahwa ia mulai berpikir untuk melonggarkan kebijakan pembelian obligasinya.

Pertemuan Fed terjadi saat inflasi memanas, dengan harga produsen naik pada tingkat tahunan tercepat dalam hampir 11 tahun selama Mei. Ini telah mendorong beberapa, termasuk Paul Tudor Jones, untuk meminta bank sentral untuk memikirkan kembali kebijakan moneternya yang mudah.

Sementara itu, saham di Asia-Pasifik bervariasi pada perdagangan Rabu karena investor bereaksi terhadap rilis data di China serta keputusan terbaru The Fed.

Penjualan ritel China naik 12,4% pada Mei dari periode yang sama tahun lalu, meleset dari ekspektasi analis sebesar 13,6% meskipun ada upaya pemerintah untuk meningkatkan pengeluaran. Inflasi Inggris melebihi ekspektasi pada bulan Mei, menurut statistik resmi yang diterbitkan Rabu. I

ndeks Harga Konsumen naik 2,1% tahun-ke-tahun dan 0,6% bulan-ke-bulan, dibandingkan dengan ekspektasi masing-masing 1,8% dan 0,3%.

Dalam hal pergerakan saham individu, saham pengecer Belanda Colruyt Group turun lebih dari 11,2% setelah perusahaan melewatkan ekspektasi pendapatan setahun fiskal dan mengeluarkan peringatan laba.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN