Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham Eropa

Ilustrasi bursa saham Eropa

Saham Eropa Menguat Sambut Musim LK

Selasa, 27 April 2021 | 06:26 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Bursa saham di kawasan Eropa ditutup serempak menguat pada Senin (26/4/2021) karena. Investor sambut musim laporan keuangan emiten dan mencermati data ekonomi lainnya.

Pan-European Stoxx 600 naik sekitar 0,3%, dengan saham bank melonjak 2% memimpin kenaikan. Sementara sektor makanan dan minuman turun 0,8%.

Investor bersiap memantau sejumlah agenda dan data AS yang bisa mempengaruhi pasar. Data produk domestik bruto (PDB) AS akan dirilis Kamis (29/4/2021) dan data inflasi Jumat (30/4/2021). Sementara beberapa perusahaan terbesar di dunia dijadwalkan mempublikasikan kinerjanya minggu ini seperti Apple, Microsoft, Amazon dan Alphabet.

Selain itu, Bank Sentral AS, Federal Reserve mengadakan pertemuan kebijakan moneter pada Selasa (27/4/2021) dan Rabu (28/4/2021). Pelaku pasar akan mengamati dengan cermat petunjuk apakah bank sentral khawatir prospek kenaikan inflasi.

Ketua Fed Jerome Powell akan menjadi tuan rumah konferensi pers Rabu sore untuk membahas keputusan Komite Pasar Terbuka Federal. Bursa saham AS ditutup bervariasi dengan S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor baru.

Sementara saham di Asia-Pasifik juga beragam pada penutupan Senin karena investor mengamati situasi Covid-19 di India. Pada Minggu (25/4/2021), hampir 350.000 infeksi harian baru tercatat di negara tersebut.

Pemerintahan Biden mengatakan akan menyediakan bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi vaksin virus corona India. Tanggapan AS datang setelah Inggris, Perancis, dan Jerman juga menjanjikan bantuan ke India pada akhir pekan.

Sentimen bisnis Jerman naik kurang dari yang diharapkan pada bulan April. Indeks iklim bisnis Institut Ifo mengungkapkan pada Senin, karena gelombang ketiga infeksi Covid-19 dan masalah pasokan sektor industri, membebani pemulihan ekonomi terbesar di Eropa.

Di sisi laporan keuangan, Philips melaporkan lonjakan pendapatan 74% pada kuartal pertama menjadi 362 juta euro (US$ 438 juta) dan meningkatkan perkiraan pendapatannya untuk 2021. Namun, saham perusahaan teknologi kesehatan Belanda itu turun 3,6%.

Perusahaan real estate Swedia, Fabege, turun lebih 3,9% setelah melaporkan penurunan laba manajemen properti pada kuartal pertama.

Perusahaan teknik Inggris IMI melonjak 11% ke puncak indeks blue chip Eropa setelah menaikkan panduan laba 2021. Perusahaan bahan makanan dan minuman rekan senegaranya, Tate & Lyle, naik 5,9% setelah mengumumkan akan menjual unit pemanis komersialnya.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN