Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. ( Foto: Mariscal / POOL / AFP )

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. ( Foto: Mariscal / POOL / AFP )

Spanyol Setuju Skema Penghasilan Minimum

Iwan Subarkah Nurdiawan, Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:31 WIB

MADRID, investor.id – Pemerintahan sayap kiri Spanyol pada Jumat (29/5) menyetujui skema penghasilan dasar minimum. Untuk mengatasi lonjakan kemiskinan akibat wabah virus corona Covid-19.

Akibat krisis virus tersebut, banyak keluarga di Spanyol yang bergantung pada bantuan makanan.

“Hari ini sudah tercipta hak sosial baru di Spanyol,” ujar Pablo Iglesias, wakil perdana menteri dan ketua partai sayap kiri Podemos, setelah skema tersebut disetujui kabinet.

Skema tersebut akan menjamin penghasilan 462 euro atau setara US$ 515 per bulan untuk satu orang dewasa yang hidup sendiri. Sedangkan untuk keluarga akan ada tambahan 139 euro per orang, baik dewasa maupun anak-anak. Hingga maksimal 1.015 euro per bulan per rumah tangga.

Dana ini akan dialokasikan sejalan dengan pendapatan lain. Jadi, siapa saja warga yang berpenghasilan rendah akan dinaikkan gajinya untuk memenuhi ketentuan penghasilan dasar minimum tersebut.

“Jadi setiap rumah tangga akan mendapatkan jaminan rata-rata penghasilan tahunan 10.070 euro,” kata Kementerian Inklusi dan Jaminan Sosial Spanyol.

Pemerintah Spanyol berharap kebijakan ini akan bermanfaat bagi sekitar 850.000 rumah tangga atau sebanyak 2,3 juta orang. Yang 30% di antaranya adalah anak-anak. Pemerintah menyatakan sekitar 100.000 keluarga akan mulai menerima uang ini bulan depan.

Skema penghasilan dasar minimum ini dijanikan oleh pemerintahan koalisi pimpinan Perdana Menteri (PM) Pedro Sanchez, yang berkuasa sejak Januari 2020. Koalisi ini mencakup partai Sosialis pimpinan Sanchez dan Podemos sebagai mitra junior.

Iglesias mengatakan, krisis yang disebabkan Covid-19 telah memaksa pemerintah untuk mempercepat implementasi skema tersebut.

Karantina wilayah yang diberlakukan di Spanyol pada pertengahan Maret 2020 membuat perekonomian mandek. Akibatnya ratusan ribu orang kehilangan pekerjaan. Sehingga angka kemiskinan naik dan sudah melampaui masa pecahnya gelembung properti pada 2008.

Banyak keluarga, terutama di wilayah ibukota Madrid, untuk pertama kalinya harus antre untuk menerima bantuan makanan. Baik yang disediakan gereja maupun organisasi kemasyarakatan.

Pemerintah berharap bahwa skema bantuan yang akan menelan biaya tahunan 3,0 miliar euro ini dapat mengentaskan kemiskinan ekstrem. Kemiskinan ini di Spanyol menimpa sekitar 600.000 rumah tangga dan 1,6 juta jiwa. (afp)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN