Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Arif Suhartono

Arif Suhartono

Arif Suhartono, Direktur Utama Indonesia Port Corporation (IPC)

Integritas Menjadikan Segalanya Lebih Mudah

Selasa, 27 Juli 2021 | 11:45 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

Apa filosofi dan nilai-nilai yang selalu dipegang teguh Arif Suhartono dalam berkarier dan menakhodai perusahaan? Jawabannya cuma satu: integritas! Bagi pria kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, 8 Mei 1970 ini, integritas adalah jawaban bagi setiap persoalan yang dihadapi perusahaan.

“Semua pekerjaan menjadi lebih mudah bila kita punya integritas,” kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) itu kepada wartawan Investor Daily, Muhammad Ghafur Fadillah di Jakarta, baru-baru ini.

Integritas, berdasarkan kamus kompetensi perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adalah nilai-nilai yang dijalankan secara utuh dan konsisten antara perkataan dan perbuatan, baik nilai-nilai yang berasal dari kode etik pekerjaan, nilai-nilai masyarakat, maupun nilai-nilai moral pribadi.

Karena mengadung nilai-nilai moral, sosial, dan profesionalisme, integritas akan memudahkan para chief executive officer (CEO) memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan. “Jadi, semua celah permasalahan dapat teratasi,” kata dia.

Bagi Arif Suhartono, integritas biasanya terkendala dua hal, yakni kepentingan pribadi (vested interest) dan kurangnya pengetahuan (lack of knowledge). Kurangnya pengetahuan dapat diatasi dengan belajar kembali kepada sumber yang ahli. “Yang paling besar pengaruhnya yaitu vested interest,” ujar Arif.

Arif punya cara sendiri dalam mewujudkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Sang Pencipta. “Memberikan yang terbaik kepada perusahaan, karyawan, masyarakat, bangsa, dan negara merupakan salah satu cara bersyukur. Kembali pada hakikat hidup, kita harus menjadi orang yang berguna bagi orang-orang sekitar,” papar dia.

Karier Arif Suhartono bersama IPC (Pelindo II) cukup panjang. Setamat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), sekitar 26 tahun silam, Arif mendaftar dalam rekrutmen yang diadakan Pelindo. Saat itu, ia tidak tahu banyak tentang perusahaan pelat merah tersebut.

“Karena keterbatasan informasi, waktu itu saya tidak tahu Pelindo itu perusahaan apa. Saya mendaftar karena banyak yang mendaftar ke sana. Saya tidak tahu apakah jabatan ini sudah menjadi garisan tangan atau by accident,” tutur Arif .

Begitu bergabung dengan Pelindo II, Arif Suhartono justru bersyukur karena Pelindo merupakan BUMN yang memiliki peran strategis. Terlebih di negara kepulauan seperti Indonesia, peran pelabuhan sangat sentral.

Sejumlah jabatan pernah disandang Arif, seperti direktur operasional PT Multi Terminal Indonesia, direktur komersial PT Multi Terminal Indonesia, direktur utama PT Terminal Petikemas Indonesia, dan PMO Leader Pelindo II.

Arif juga pernah menjabat sebagai direktur utama PT Pengerukan Indonesia, direktur utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, direktur utama PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, dan direktur komersial PT Pelindo II. Selain itu, sejak 2019 hingga sekarang, Arif menjabat sebagai komisaris utama PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia.

Setelah berkarier lebih dari 25 tahun, Arif Suhartono memiliki pengalaman yang komplit di bidang pengelolaan kepelabuhanan. Ia pun dikenal sebagai pemimpin yang selalu berorientasi pada hasil dengan menekankan penguatan operasional yang efektif dan efisiensi biaya.

Arif menjadi andalan dalam membenahi beberapa perusahaan di bawah naungan Pelindo II. Salah satu buktinya, setelah 10 tahun bekerja di anak usaha Pelindo II, PT Multi Terminal Indonesia, dan memutuskan resign, Arif kembali dipanggil untuk menjadi direktur operasional perusahaan tersebut. Arif pun dianggap berhasil membenahi PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) selama 10 bulan dengan melakukan berbagai efisiensi.

Apa strategi yang diterapkan Arif Suhartono untuk memajukan IPC? Apa legasi yang ingin diberikannya kepada para karyawan? Bagaimana IPC menyiasati pandemi Covid-19? Berikut petikan lengkapnya:

Anda punya gaya kepemimpinan seperti apa?

Komunikasi merupakan salah satu aspek yang terus kami perkuat. Saya juga berupaya untuk memberi contoh kepada para karyawan. Menurut saya, seorang CEO tidak hanya harus menguasai manajerial, melainkan juga seluruh aspek yang ada.

Background saya memang sebagai engineering, tapi saya berupaya untuk belajar mengenai aspek komunikasi, keuangan, bahkan komersil untuk dapat  menyelesaikan berbagai permasalahan dan membentuk kultur kerja yang positif.

Jadi, saya katakan kepada teman-teman saya di Pelindo bahwa komunikasi yang bagus dapat menyelesaikan masalah. Sebaliknya, saat komunikasi bermasalah, harus ada seseorang yang setidaknya bisa merangkai semuanya dari sisi komersial, operasional, teknik, dan keuangan.

Karyawan Pelindo dididik untuk selalu mencari solusi pada permasalahan yang ada sebelum berkomentar. Selain itu, saya berupaya untuk memberikan perhatian pada hal-hal detail, termasuk yang berkaitan dengan efisiensi.

Anda terbuka menerima masukan dari karyawan?

Saya justru tidak mau kalau tidak ada kritik dan saran dari bawahan. Jadi, harus ada kritik dan saran, sehingga saat ada kesalahan bisa ditangani bersama-sama. Perusahaan ini kan bukan milik perseorangan melainkan milik bersama dan harus berjalan bersama-sama. Siapa pun itu, selama tepat, argumentasinya akan didengar dan diakui.

Saya akan sedikit tersinggung kalau tidak ada yang membantah atau memberikan argumentasi saat diskusi. Sebagai seorang pimpinan, input dari para karyawan sangatlah penting. Makanya saya dorong anak-anak agar terbuka, speak up.

Filosofi, prinsip, atau nilai-nilai kepemimpinan yang Anda pegang?

Bagi saya, integritas merupakan hal paling penting. Semua pekerjaan akan menjadi lebih mudah apabila kita memiliki integritas tinggi. Kalau kita berintegritas, berbagai celah permasalahan dapat teratasi. Ada dua hal yang biasanya menjadi kendala dalam menjalankan integritas, yakni vested interest dan lack of knowledge.

Lack of knowledge dapat diselesaikan dengan kembali belajar kepada sumber yang ahli. Yang paling besar pengaruhnya yaitu vested interest. Integritas kita akan diuji oleh hal-hal tersebut. Saya juga termasuk orang yang detail. Tidak mudah memimpin perusahaan sebesar Pelindo II yang sebelumnya memiliki beberapa masalah. Diperlukan pemahaman yang tinggi di semua sektor agar kebijakan atau keputusan yang diambil tepat sasaran.

Siapa role model Anda?

Saya tidak punya sosok khusus yang menjadi role model dalam bekerja. Setiap melakukan pekerjaan, bahkan sebelum di Pelindo II, saya berupaya memberikan yang terbaik sebagai salah satu cara dalam bersyukur. Kembali pada hakikat hidup, kita harus menjadi orang yang berguna bagi orang-orang sekitar.

Saat masih bekerja sebagai staf, saya bahkan merasa bersyukur diberi beban kerja lebih oleh pimpinan. Ada dua poin. Pertama, saya dianggap lebih menguasai dibanding yang lain. Kedua, saya mempunyai kesempatan belajar lebih banyak dari yang lain. 

Apa yang selalu Anda tekankan dalam setiap mengambil keputusan di perusahaan?

Yang selalu saya ingat, kebijakan yang tidak tepat sasaran sama saja dengan mengambil uang perusahaan secara sia-sia dan merugikan perusahaan, karyawan, masyarakat, bangsa, dan negara. Prinsip ini menjadi dorongan saya untuk bekerja maksimal. Ini juga sejalan dengan slogan Menteri BUMN, Pak Erick Thohir, yakni AKHLAK yang merupakan singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Gebrakan yang sudah Anda lakukan?

Saya lebih ke legacy. Namun bukan legacy secara fisik yang ingin saya wariskan. Saya lebih senang mewariskan understanding kepada teman-teman karyawan. Misalnya dalam soal pajak. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kinerja perusahaan, bila tidak dilakukan dengan baik atau efisien, akan berimbas pada pajak perusahaan nantinya.

Saya sangat perhatian pada efisiensi, di mana pun saya bekerja. Efisiensi bisa dimulai dari hal kecil, seperti penggunaan logo berwarna pada dokumen, hingga penggunaan konsumsi bahan bakar pada alat operasional. Semua proses itu penting untuk mencapai tujuan yang telah ditargetkan, jadi bukan hanya prosesnya saja.

Bagaimana IPC menghadapi pandemi?

Pelindo II atau IPC adalah satu BUMN yang memiliki peran kritikal dalam kelancaran logistik di Indonesia. Ini sektor yang esensial atau kritikal. Selama pandemi Covid-19, untuk pekerjaan kantor, kami upayakan dapat dilakukan di rumah (work from home/WFH) dengan catatan proses bisnis tidak boleh berkurang, kualitas tidak boleh menurun.

Tapi saya sendiri secara pribadi tak pernah sekalipun melakukan WFH. Itu saya lakukan sebagai bentuk rasa hormat saya kepada para karyawan di lapangan. Saya juga pernah positif Covid-19. Saya beri atensi lebih kepada karyawan yang terpapar Covid agar tetap semangat untuk sembuh. Saya pun mewajibkan vaksinasi bagi individu yang bekerja di Pelindo II. Ini sebagai bentuk ikhtiar kami. Karyawan bisa mendapat surat peringatan (SP) apabila menolak untuk divaksin.

Target Anda ke depan, baik untuk perusahaan maupun pribadi?

Secara pribadi, saya tidak punya target. Sedangkan dari sisi perusahaan, saya ingin rencana merger Pelindo diharapkan segera terealisasi karena sudah dibahas oleh pemerintah sejak 10-15 tahun silam. Apabila selesai, merger ini dapat menjadi salah satu usaha terbaik untuk memperbaiki logistik Indonesia. 

Kegiatan Anda pada waktu luang?

Saya tidak punya hobi khusus. Saat jenuh pada pekerjaan, saya lebih suka mencari kegiatan lain yang benar-benar berbeda. Contohnya merealisasikan rencana-rencana kerja berskala kecil di pekerjaan. Apabila berhasil, itu dapat menjadi energi baru saya dalam menyelesaikan proyek yang lebih besar.

Untuk olahraga dan sosialisasi, kegiatan yang sering saya jalani adalah bermain golf. Saya tidak ahli, tapi dengan bermain golf, saya bisa mendapat banyak hal positif, misalnya berdiskusi dengan kolega. ***

 

Arif Suhartono
Arif Suhartono

Mendidik Anak untuk Mandiri

Selepas bekerja sebagai Direktur Utama Pelindo II (Persero), Arif Suhartono akan melepaskan statusnya pada saat di rumah dan bercengkrama dengan keluarga. Ia berupaya memberikan pengertian kepada keluarga, khususnya pada putra-putrinya. 

“Saya sering guyon kepada anak-anak. Saat saya pulang ke rumah, jabatan sebagai dirut ketinggalan di mobil,” tutur Arif.

Rupanya, hal itu dilakukan Arif agar buah hatinya menjadi individu yang mandiri dan tidak menggantungkan segala sesuatunya kepada orang tua. Arif memiliki satu putri dan dua putra. Anak pertamanya baru saja menyelesaikan kuliah. Sedangkan anak kedua masih kuliah dan yang terakhir baru masuk SMA.

“Anak pertama tidak ingin bekerja di BUMN dan sedang merintis usaha kecil-kecilan, sama seperti anak saya yang nomor dua,” ujar dia. 

Saat akhir pekan, waktu senggang Arif biaanya diisi kegiatan bersama keluarga, seperti makan bareng, olahraga, atau kegiatan lainnya. “Kegiatan berkumpul biasa dilakukan pada pagi hari dan malam selesai kerja,” kata dia. 

Arif juga rutin berkomunikasi dengan keluarganya lewat gadget. “Support yang paling penting dari keluarga adalah kemandirian dalam mengerjakan segala sesuatu, sehingga tidak mengganggu kegiatan saya diperusahaan,” ucap dia.(fur)

 

Biodata

Nama lengkap: Arif Suhartono

Tempat/tanggal lahir: Banyumas, Jawa Tengah, 8 Mei 1970.

Pendidikan:

S2 - Nanyang Technological University, Master of Business Administration (2017).

S2 - Yokohama National University, Master of Infrastructure Management (2001).

S1 - Institut Teknologi Bandung, Teknik Sipil (1994).

Karier:

- Direktur Operasi PT Multi Terminal Indonesia (2010-2012).

- Direktur Komersial PT Multi Terminal Indonesia (2012-2013).

- Direktur Utama PT Terminal Peti Kemas Indonesia (2013-2014).

- Pj PMO Leader PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC (2014).

- Direktur Utama Rukindo PT Pengerukan Indonesia (2014-2015).

- Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok (2015-2017).

- Direktur Utama PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (2017-2019).

- Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC (2019-2020).

- Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC (2020 - sekarang).

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN