Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo OJK - 2

Logo OJK - 2

12 UUS Perbankan Belum Siap Spin Off

Kamis, 8 Agustus 2019 | 07:20 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, saat ini terdapat 12 dari total 20 unit usaha syariah (UUS) perbankan belum memenuhi persyaratan untuk melakukan pemisahan diri (spin off) dari bank induk konvensionalnya. Adapun aturan soal kewajiban spin off bank syariah akan berlaku pada tahun 2023 mendatang.

Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Deden Firman Hendarsyah mengatakan, pihaknya sedang menyusun peta jalan (roadmap) perbankan syariah. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan perbankan syariah dan juga bisa meningkatkan perkembangan teknologi bank syariah.

"Ada tantangan dan peluang menuju spin off 2023 mendatang, tantangannya ada 12 UUS dari 20 UUS yang tidak eligible untuk spin off. Dan juga munculnya beberapa bank umum syariah (BUS) BPD berskala aset rendah yang berpotensi tidak dapat beroperasi secara keberlanjutan atau tidak sustainable," jelas Deden di Jakarta, Rabu (7/8).

Pihaknya menyebut, UUS yang tidak eligible untuk spin off karena tingkat kesehatannya kurang bagus. Selain itu, Deden juga melhat, tantangan munculnya beberapa BUS BPD berskala aset rendah yang berpotensi tidak sustainable. "Skala usaha BPD yang masih kecil sehingga terdapat keterbatasan kapasitas untuk mengembangkan anak usaha syariahnya," imbuh Deden.

Deden juga mengungkapkan, terdapat tujuh UUS non-BPD memiliki potensi spin off. Sedangkan kinerja 13 UUS BPD tidak tumbuh atau kurang berkontribusi terhadap share perbankan nasional.

"Dari situ terlihat UUS non-BPD menunjukkan pertumbuhan aset yang cukup baik, sementara pertumbuhan aset UUS BPD cenderung tidak tumbuh signifikan. Kondisi ini salah satu pertimbangan dalam memutuskan langkah yang akan diambil terkait kebijakan spin off," papar Deden.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN