Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Amar Indonesia Tbk

PT Bank Amar Indonesia Tbk

2019, Laba Bank Amar Naik Empat Kali Lipat

Kamis, 4 Juni 2020 | 19:30 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Amar Indonesia Tbk mencatat laba bersih tahun 2019 mencapai Rp 61 miliar, meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun 2018. Hal tersebut didorong oleh transformasi digital yang diterapkan Bank Amar terhadap produk Tunaiku dan peningkatan pinjaman produktif Tunaiku.

Presiden Direktur Bank Amar Vishal Tulsian mengatakan, menurut riset Google, Temasek, dan Bain & Company 2019, terdapat 92 juta masyarakat yang belum terlayani bank dan hanya sebesar 12% dari 59 juta UMKM di Indonesia yang memiliki akses ke layanan perbankan.

"Melalui akses pembiayaan kredit yang didukung oleh transformasi digital, Tunaiku berperan dalam mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia dengan menjangkau lebih dari 350 ribu nasabah dan lebih dari 100 ribu UMKM," kata Vishal dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Selasa (2/6).

Pada tahun yang sama, lanjut Vishal, Bank Amar semakin fokus pada komitmennya terhadap inklusi keuangan dengan melayani nasabah UMKM. Hal tersebut dilihat dari persentase kredit yang disalurkan kepada UMKM terhadap total kredit tahun 2019 sebesar 31,82%, meningkat dari hanya 14,96% pada 2018.

"Hal ini dicapai dalam rangka mendukung strategi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) dalam mendorong UMKM untuk naik kelas dan meningkatkan daya saing UMKM," ujar dia.

Secara total, kata Vishal, produk unggulan Bank Amar sekaligus pionir teknologi finansial, Tunaiku, berhasil mencatatkan peningkatan penyaluran pinjaman sebesar 100% pada 2019 atau sejumlah lebih dari Rp 2 triliun, utamanya untuk segmen masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani oleh perbankan.

Sedangkan jika dilihat dari rasio keuangan Bank Amar, hingga akhir 2019 juga diklaim sebagai bank yang kuat dan sehat. Hal ini dinilai dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang tercatat solid pada level 55,65% jauh di atas kinerja CAR bank umum konvensional per Desember 2019 yang tercatat sebesar 23,40%.

"Rasio CAR mengindikasikan bahwa Bank Amar memiliki modal yang kuat untuk mendukung ekspansi kegiatan usaha bank dan melanjutkan transformasi digital," tegas Vishal.

Dalam hal kinerja pengelolaan aset, Bank Amar mencatatkan rasio return on asset (ROA) sebesar 2,99% tahun 2019 meningkat dari 1,59% pada 2018. Peningkatan ROA menunjukkan peningkatan pendapatan dari aset, serta peningkatan efisiensi dari sisi biaya.

Sementara itu, rasio return on equity (ROE) tercatat di angka 7,45% meningkat dari sebelumnya 3,45% pada 2018. "Ini adalah hasil baik dari peningkatan substansial aset Bank Amar secara keseluruhan dan peningkatan produktivitas," kata Vishal.

Selanjutnya, Bank Amar juga mencatatkan rasio net interest margin (NIM) sebesar 19,30% di atas kinerja NIM bank umum konvensional per Desember 2019 yang tercatat sebesar 4,91%. Menurut Vishal, kinerja tersebut menunjukkan kemampuan Bank Amar untuk mengembangkan aset yang berkualitas untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih yang menarik.

Bank Amar, tambah dia, juga berhasil menurunkan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dari 93,69% pada 2018 menjadi 89,44% pada 2019 yang menandakan kinerja operasional Bank Amar menjadi lebih efisien sejalan dengan ekspansinya.

Dalam hal pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), kata Vishal, Bank Amar berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 67% dengan total DPK sebesar Rp 1,831 triliun. Peningkatan ini terbilang signifikan mengingat secara keseluruhan pertumbuhan total DPK bank umum konvensional per Desember 2019 menunjukkan peningkatan sebesar 6,54%.

Adapun total aset Bank Amar hingga akhir 2019 tercatat mencapai Rp 3,4 triliun meningkat sebesar 85,9% dari tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 1,8 triliun. "Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, Bank Amar menyadari tantangan-tantangan yang muncul, namun Bank Amar tetap optimistis untuk tumbuh secara kinerja dan melanjutkan transformasi digital pada kuartal ketiga," pungkas Vishal.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN