Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana saat peluncuran Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, Selasa (26/10). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana saat peluncuran Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, Selasa (26/10). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Dorong Bank Berdaya Saing, OJK Luncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:14 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan untuk menjadi landasan kebijakan dan pengaturan dalam mendorong akselerasi transformasi digital perbankan. Cetak Biru tersebut juga mendorong para industri perbankan nasional agar lebih memiliki daya tahan (resilience), berdaya saing, dan kontributif.

"Seperti janji saya pada beberapa kesempatan, kita bersyukur Alhamdulillah pada pagi hari ini Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan kita luncurkan, dan kita sampaikan ke pemangku kepentingan dan juga semuanya," ucap Kepala eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana saat peluncuran Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, Selasa (26/10).

Adapun, implementasi Cetak Biru tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam mengembangkan digitalisasi di perbankan nasional sebagai respon kebijakan untuk memitigasi berbagai tantangan dan risiko dari transformasi digital perbankan.

"Peluncuran Cetak Biru ini merupakan gambaran yang lebih konkret atas berbagai inisiatif dan komitmen OJK dalam mendorong akselerasi transformasi digital pada perbankan," kata Heru.

Cetak Biru ini berfokus pada lima elemen pengembangan digitalisasi perbankan. Pertama, data yang mencakup perlindungan data, transfer data, dan tata kelola data. Kedua, teknologi yang mencakup tata kelola teknologi informasi, arsitektur teknologi informasi, dan prinsip adopsi teknologi informasi. Ketiga, manajemen risiko teknologi informasi yang mencakup pula keamanan siber bank umum dan alih daya (outsourcing).

Keempat, kolaborasi yang mencakup platform sharing, kerjasama bank dalam ekosistem digital. Kelima, tatanan institusi yang mencakup dukungan pendanaan, kepemimpinan, desain organisasi, talenta sumber daya manusia, dan budaya.

Kelima elemen tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong perbankan dalam menciptakan inovasi produk dan layanan keuangan yang dapat memenuhi ekspektasi konsumen dan berorientasi pada konsumen.

Pada saat yang sama, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat mengungkapkan, OJK memahami adanya peluang yang kuat dari sisi digitalisasi ini yang dapat meningkatkan dan mencapai perbankan nasional yang resilien, berdaya saing, dan kontributif. Strategi pengembangan industri perbankan dijabarkan secara lebih komprehensif dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 (RP2I). Roadmap ini menjadi pijakan dalam pengembangan ekosistem industri perbankan dan infrastruktur pengaturan, pengawasan serta perizinan ke depan.

"Sebagai bentuk tindak lanjut dari pilar kedua RP2I, yakni akselerasi transformasi digital, kami meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan," tutur Teguh.

Ke depan, OJK mendorong agar industri dapat meningkatkan daya saing dengan akselerasi transformasi digital. "Saya yakin kolaborasi dengan industri dalam menyusun kebijakan dengan tetap memperkuat aspek manajemen risiko akan membuat bank semakin fleksibel dalam berinovasi. Tentunya transformasi digital perlu didukung oleh aspek permodalan yang kuat untuk terus dapat menerapkan teknologi terkini," pungkas dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN