Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat dalam peluncuran cetak biru transformasi digital perbankan, Selasa, 26 Oktober 2021.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat dalam peluncuran cetak biru transformasi digital perbankan, Selasa, 26 Oktober 2021.

AKIBAT SERANGAN SIBER,

Sektor Jasa Keuangan Global Rugi US$ 100 Miliar/Tahun

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:38 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id   – Serangan siber masih jadi ancaman besar sektor perbankan. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian IMF mengenai cyber risk di financial sector, estimasi total kerugian rata- rata tahunan yang dialami sektor jasa keuangan secara global akibat serangan siber mencapai US$ 100 miliar.

“Ini termasuk juga data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), hingga Juli 2021 ada serangan siber sebanyak 741,4 juta serangan,” kata Teguh Supangkat dalam peluncuran cetak biru transformasi digital perbankan, Selasa (26/10/2021).

Dengan adanya transformasi digital yang terus mengalami akselerasi, lanjut Teguh, sektor perbankan tentunya harus menyiapkan manajemen risiko terkait dengan keamanan siber agar tidak menjadi korban para penjahat siber. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana saat peluncuran Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, Selasa (26/10). Foto: Investor Daily/Nida Sahara
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana saat peluncuran Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, Selasa (26/10). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

OJK sendiri baru saja meluncurkan cetak biru atau blueprint transformasi digital perbankan yang akan memberikan arah pengembangan digitalisasi perbankan. Blueprint ini juga merupakan respon kebijakan untuk memitigasi berbagai tantangan dan risiko dari transformasi digital perbankan, di mana salah satunya memberikan pedoman manajemen risiko yang berhubungan dengan keamanan siber.

Cyber security menjadi kunci penting yang harus diperhatikan. Di cetak biru transformasi digital perbankan ini, kita akan memberikan pedoman terkait cyber security management, cyber risk assessment, cyber security exercise, dan juga cyber reporting,” terang Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Heru Kristiyana.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN