Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menara Bank Mega

Menara Bank Mega

Kuartal III, Laba Bersih Bank Mega Tumbuh 43%

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 11:51 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Mega Tbk kembali mencatatkan kinerjanya yang baik dan mampu mempertahankan pertumbuhan secara berkesinambungandi tengah pandemi Covid-19. Hal ini terlihat pada Laporan Keuangan Kuartal III-2021, dimana laba bersih tumbuh sebesar 43% menjadi Rp 2,53 triliun dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,76 triliun.

Direktur Utama Kostaman Thayib menjelaskan, pertumbuhan laba tersebut dikontribusikan oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik sebesar 25% menjadi Rp 3,71 triliun dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,97 triliun. Kontribusi lainnya diperoleh dari pertumbuhan fee based income yang naik sebesar 6% menjadi Rp 1,73 triliun dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,64 triliun.

"Selain itu, faktor lain yang menjadi penyumbang kenaikan laba Bank Mega diperoleh dari adanya penurunan biaya operasional bank sebesar 3% dari Rp 2,38 triliun menjadi sebesar Rp 2,31 triliun, dimana hal ini menunjukkan keberhasilan Bank Mega dalam menjalankan program efisiensi dan transformasi digital," kata Kostaman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/10).

Pada September 2021, total aset Bank mengalami kenaikan sebesar 7% (year to date/YTD) menjadi Rp 119,77 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp 112,20 triliun. Bank Mega juga mencatatkan pertumbuhan pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8% (ytd) menjadi Rp 85,83 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp 79,19 triliun.

"Hal ini dikontribusi oleh tabungan yang tumbuh sebesar 11% (ytd) menjadi Rp 15,30 triliun dan deposito yang juga tumbuh sebesar 10% (ytd) menjadi Rp 62,54 triliun," ujar dia.

Seiring dengan mulai pulihnya perekonomian Indonesia sejak pandemi Covid-19, Bank Mega juga berhasil meningkatkan penyaluran kredit, dimana hingga September 2021 tumbuh sebesar 11% (ytd) menjadi Rp 53,94 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp 48,49 triliun. Hal ini terutama dikontribusi oleh kenaikan kredit korporasi sebesar 25% (ytd) menjadi Rp 32,74 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp 26,21 triliun.

Lebih lanjut Kostaman mengatakan, Bank Mega berhasil melakukan efisiensi operasional melalui inovasi digital dan otomasi yang telah dilakukan dengan baik. Hal ini tercermin dari semakin membaiknya rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dimana tercatat pada kuartal III-2021 berhasil turun menjadi 60,09%, jauh membaik jika dibandingkan pada posisi yang sama periode tahun sebelumnya sebesar 70,98%.

Bank Mega juga berhasil mencatatkan perbaikan rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) pada kuartal III-2021 menjadi 28,20% dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 26,01%.

Pertumbuhan kredit juga diikuti dengan kualitas yang baik, dimana pada kuartal III-2021 non performing loan (NPL) gross tercatat turun menjadi 1,25% dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,40%.

Keberhasilan Bank Mega dalam perolehan laba juga tercermin pada rasio ROA (Return on Asset) dimana pada kuartal III-2021 tercatat sebesar 3,66% naik dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,92%. Sementara rasio ROE (Return on Equity) sebesar 20,21% naik dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 15,67%.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com