Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Supari dalam acara Economic Outlook 2021 sesi diskusi Stimulus Ekoomi 2022 yang digelar BeritaSatu Media Holdings, Senin, 22 November 2021.

Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Supari dalam acara Economic Outlook 2021 sesi diskusi Stimulus Ekoomi 2022 yang digelar BeritaSatu Media Holdings, Senin, 22 November 2021.

UMKM Mulai Pulih, BRI Kedepankan Pemberdayaan

Senin, 22 November 2021 | 12:26 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini sudah mulai mengalami recovery. Selama masa pandemi 2 tahun ini, perseroan juga mengubah bisnis modelnya menjadi mengedepankan pemberdayaan UMKM.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan, permintaan kredit sudah lebih tinggi dibandingkan pre-Covid. Hal tersebut terjadi karena pengendalian Covid-19 sudah sangat baik, terlihat dari pelonggaran mobilitas masyarakat yang mendekati pre-Covid.

"Kalau selama ini kami mengedepankan pembiayaan, maka sekarang BRI mengedepankan pemberdayaan. Supaya recovery cepat dan menjadikan pelaku UMKM semakin adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnisnya," terang Supari dalam Economic Outlook 2022 bertajuk Stimulus Ekonomi 2022 yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings, Senin (22/11).

Supari menjelaskan, perseroan juga memiliki kerangka kerja yang terstruktur, mulai dari literasi dasar, literasi bisnis, maupun literasi digital untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi digital.

"Kami juga punya format efisiensi karena pelaku UMKM bisa melakukan asesmen kebutuhan mereka untuk naik kelas seperti apa. Data terintegrasi dengan baik, karena sudah selesaikan Holding Ultramikro 22 juta data terintegrasi dan kami bisa profiling data itu untuk buat mereka berdaya saing," sambung Supari.

BRI juga telah mengintegrasikan data ultramikro tersebut dengan lembaga terkait, diantaranya terhubung dengan Kementerian Investasi untuk digitalisasi juga mendapat perizinan dan sertifikasi halal.

Di sisi lain, perseroan juga telah memiliki format pemberdayaan yang berupa modul lengkap untuk pemberdayaan on site maupun digital.

"Pemberdayaan on site bisa kami lakukan dengan Rumah BUMN, kemudian dengan Kemenkop UKM, dan beberapa asosiasi dan pihak-pihak universitas," ujar dia.

Perseroan juga menyebut tiga use case konkret yang dilakukan untuk pemberdayaan UMKM. Pertama, pemberdayaan bisnis berbasis klaster, terdapat 11 ribu klaster UMKM, di mana sudah menjadi ikon unggulan di beberapa desa.

Kedua, terdapat Pasar.id yang merupakan terobosan kepada para pedagang yang tidak bisa berjualan semasa pandemi.

Ketiga, ekosistem komoditas yang perlu diefisiensikan.

"Sudah ada 6.580 pasar yang tergabung di Pasar.id, ini platform yang dikelola pedagang pasar, sangat sarat dengan kearifan lokal. Hasilnya sangat bagus, mudah-mudahan dengan situasi semakin baik ini mereka semakin sadar pemberdayaan digital," pungkas Supari.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN