Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Transaksi di Neobank Besutan BNC Naik 150% Jadi Rp 36,8 Triliun

Rabu, 26 Januari 2022 | 17:17 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC/BBYB) mencatatkan berbagai capaian penting sepanjang 2021, di antaranya peningkatan transaksi yang signifikan, serta pengguna aktif harian dan bulanan pada kuartal IV. Pada periode itu, total nilai transaksi di Neobank mencapai Rp 36,83 triliun atau US$ 2,54 miliar, meningkat 150% dibandingkan kuartal III.

Selain itu, selama kuartal IV-2021, pengguna harian aktif (daily active user/DAU) Neobank mencapai 1,8 juta atau meningkat 112% dibandingkan kuartal III, sedangkan pengguna aktif bulanan (monthly active user/MAU) mencapai 4,83 juta atau meningkat 27% dibandingkan kuartal III, dan nasabah meningkat 63% menjadi 13,3 juta dari kuartal III sebanyak 8,21 juta.

BNC mencatat, pengguna yang bertransaksi menempati 50% lebih pengguna aktif pada kuartal IV. Transaksi per nasabah mencapai rata-rata 17,4 kali per bulan alias meningkat 240% dibandingkan kuartal III. Sementara itu, total transaksi tercatat 96,86 juta kali, meningkat 300% dibandingkan kuartal III sebanyak 23,93 juta kali.

Perseroan mencatat, dari total nasabah aktif kuartal IV-2021, sebanyak 30% merupakan nasabah tabungan dan deposito. Pada kuartal itu, rata-rata nasabah melakukan 5,7 kali transaksi menabung atau membuka deposito setiap bulan di aplikasi Neobank, meningkat 43% dari empat kali transaksi kuartal III. Dengan kata lain, setiap lima hari nasabah melakukan satu kali transaksi menabung atau membuka deposito di aplikasi Neobank mereka.

Jumlah saldo rekening di Neobank naik hampir dua kali lipat menjadi US$ 264 juta kuartal IV-2021, naik dari kuartal III US$ 140 juta. Sejak diluncurkan pada Maret 2021, Neobank terus melakukan inovasi secara berkesinambungan, baik itu di sisi produk, fitur, layanan, dan juga untuk meningkatkan keamanan digital.

Infografis Neobank. (ist)
Infografis Neobank. (ist)

Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan mengatakan, kenaikan kinerja BNC kuartal IV tahun lalu juga harus diimbangi dengan kemampuan untuk melayani jutaan nasabah di saat bersamaan. Itu sebabnya, melalui peningkatan arsitektur database, BNC berhasil meningkatkan kapasitas penyimpanan sistem dan kemampuan konkurensi.

“Hal ini memungkinkan aplikasi Neobank untuk beroperasi optimal untuk mendukung puluhan juta akun nasabah dan rata-rata jutaan transaksi per hari, dengan tingkat keberhasilan transaksi 99,99%,” jelas Tjandra, Rabu (26/1/2022).

Tahun ini, dia menurkan, BNC telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja. Pertama, memperkenalkan lebih banyak produk wealth management untuk memenuhi kebutuhan investasi para nasabahnya, di antaranya reksa dana, saham, asuransi, emas, dan produk lain. Kedua, menyediakan platform komunikasi yang interaktif di aplikasi Neobank dengan memberikan konten investasi dan pengelolaan keuangan untuk nasabah wealth management. Ketiga, BNC juga akan meluncurkan digital lending atau fitur kredit secara digital yang akan tersedia di aplikasi neobank semester I-2022, dengan target 30% dari pengguna aplikasi Neobank menjadi nasabah digital lending di akhir tahun.

Dalam laporan keuangan BNC per November 2021, total aset tumbuh 56% dari Rp 5,4 triliun menjadi Rp 8,5 triliun dibandingkan Desember 2020, sedangkan penyaluran kredit meningkat 11% dari Rp 3,7 triliun menjadi Rp 4,1 triliun. Kenaikan aset yang cukup signifikan ini membuktikan, kepercayaan masyarakat terhadap BNC juga semakin besar.

NPL gross membaik menjadi 3,3% dari 4,05% pada Desember 2020, NIM naik menjadi 5,9% dari 4,03%, loan to deposit ratio (LDR) turun ke 55% dari 93%, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 88% dari Rp 3,9 triliun ke Rp 7,4 triliun. Porsi dana murah (CASA) naik menjadi 20% dari 12%. Dengan peningkatan CASA yang juga terlihat pada peningkatan NIM, efisiensi operasional bank bank ini semakin baik.

Di sisi lain, BNC akan kembali melakukan penambahan modal dengan hak memesan rfek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue semester I-2022. Aksi ini selain untuk memenuhi ketentuan OJK juga untuk operasional BNC, selaras dengan perkembangan dan kebutuhan BNC untuk menerbitkan produk baru dan perkembangan produk yang telah ada.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN