Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing

SWI: Penawaran Investasi Via Grup Telegram Pasti Ilegal

Rabu, 16 Maret 2022 | 22:02 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Satgas Waspada Investasi (SWI) memastikan bahwa penawaran investasi via grup Telegram adalah ilegal. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada melihat modus penawaran investasi ilegal terus berkembang.

"Grup di Telegram ini sangat banyak mencatut entitas atau perusahaan yang legal. Jadi ketika tiba-tiba kita dimasukkan dalam grup investasi dan ditawarkan investasi, ini kita pastikan ilegal, jangan diikuti. Karena apa? Karena sudah banyak yang terjebak di sana," kata Ketua SWI Tongam L Tobing dalam live Instagram Rabu Bersama Jubir OJK dengan bertema "Awas Ketipu Investasi Bodong", Rabu (16/3).

Dia menjelaskan, korban awalnya ikut investasi dengan menyetorkan sejumlah uang. Sebagai ilustrasi, korban menyetorkan Rp 5 juta dan dijanjikan akan bertambah menjadi Rp 7-8 juta hanya dalam beberapa hari. Tapi setelah itu, korban malah diminta untuk menambah Rp 1 juta, dengan terpaksa korban pun menurut karena dana awal telah digelontorkan. Kemudian tanpa alasan apapun korban dikeluarkan dari grup.

Baca juga: SWI Blokir 19 Robot Trading Ilegal

"Ini akan sulit karena sulit untuk melakukan tracing. Dimana itu? Siapa mereka? Tidak ada, karena tidak ada datanya. Kami melihat ada memang investasi di Telegram dari entitas yang legal. Tapi tidak seperti tadi, memasukkan ke grup dan menawarkan investasi. Kalau sudah begitu jangan diikuti. Telegram banyak penipuan di sana dan kami banyak memblokir penipuan di sana," ujar Tongam.

Dia menuturkan, penawaran seperti itu akan tetap ada karena perkembangan teknologi digital tidak bisa dihambat, termasuk niat seseorang untuk melakukan penipuan atau kejahatan melalui platform ilegal.

"Kita harus membentengi diri kita sendiri, jangan sampai kita terjebak. Kejahatan pencurian misalnya, itu akan tetap ada karena mereka terus mencari modus baru. Jadi seiring pencurinya ditangkap, kita juga harus membentengi rumah kita, waspada," ujar Tongam.

Baca juga: Nah Loh, SWI Terus Buru Para Influencer Soal Pemasaran Investasi Ilegal

Tongam pun mengatakan, banyak alasan masyarakat bisa terjebak penawaran investasi ilegal atau investasi bodong. Secara alamiah memang orang tertarik untuk mendapatkan uang dengan cepat dan mudah. Lalu, masyarakat mudah menunjukkan minatnya setelah adanya bukti dari tokoh (influencer) tertentu.

Tapi sayangnya, ada segmen masyarakat yang sebetulnya paham risiko investasi ilegal tapi menutup mata dan tetap memanfaatkan keuntungan di sana. SWI meminta sejumlah pihak ini untuk merubah sikap, terutama agar tidak menyeret korban lainnya.

"Di sisi lain, perkembangan teknologi digital ini juga mempermudah penawaran investasi, termasuk yang ilegal. Masyarakat harus menyeleksi, ini yang mesti digaungkan agar masyarakat selektif memilih informasi yang harus dan tidak diikuti. Contohnya, masyarakat kita yang masuk ke investasi ilegal, sudah masuk lama dan untung mereka diam, tapi kalau rugi teriak. Kita ingin masyarakat kita cerdas," kata Tongam

Baca juga: SWI Tegaskan Binary Option Praktik Judi Bukan Investasi

Dia menerangkan, ada sejumlah ciri-ciri dari penawaran investasi ilegal yang mesti dihindari. Diantaranya adalah iming-iming imbal hasil tinggi, keuntungan cepat, dan bonus bagi orang yang berhasil merekrut anggota baru. Sehingga perlu bagi masyarakat mengecek penawaran tersebut setidak-tidaknya terkait legalitas dan tingkat logis dari penawaran.

"Platform ilegal selalu mengklaim tanpa risiko, ini menjadi perhatian karena setiap investasi memiliki risiko. Platform investasi ilegal tentu tidak memiliki legalitas, baik itu izin badan hukum maupun izin produk. Sehingga perlu bagi masyarakat menyikapi ciri-ciri tersebut," demikian jelas Tongam.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com