Menu
Sign in
@ Contact
Search
Fitur OVO| Invest pada Aplikasi OVO (Foto: Dok.PR)

Fitur OVO| Invest pada Aplikasi OVO (Foto: Dok.PR)

Sebanyak Lebih dari 1 Juta Investor Reksa Dana Berhasil Digaet OVO dalam Setahun

Selasa, 29 Maret 2022 | 16:20 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id- OVO, platform pembayaran digital terdepan di Indonesia, melalui fitur OVO| Invest berhasil memiliki lebih dari satu juta investor reksa dana dalam jangka waktu setahun sejak diluncurkan pada awal 2021 lalu. Jumlah tersebut, setidaknya 15% dari total jumlah investor reksa dana di Indonesia.

Salah satu faktor pendukung pertumbuhan positif ini karena semakin gencarnya edukasi yang dilakukan berbagai pihak, baik industri maupun pemerintah, dalam membangun kesadaran berinvestasi sejak dini.

Senior Vice President Investments OVO David Sondakh mengatakan, edukasi seputar investasi yang selama ini digaungkan bersama seluruh mitra dan pemangku kepentingan menitikberatkan pada kemudahan dalam melakukan investasi pada aplikaso OVO.

“Seperti contohnya berinvestasi dengan layanan OVO | Invest yang hanya perlu membuka ponsel dan aplikasi OVO, pengguna dapat melakukan registrasi, pembelian dan penarikan dana investasi, semuanya secara terintegrasi antara e-money dan e-investment. Dan edukasi yang tidak kalah menarik adalah dari sisi keterjangkauannya, di mana untuk berinvestasi melalui OVO | Invest bisa dilakukan mulai dari hanya Rp10.000. Hal ini menampik stigma yang selama ini ada di masyarakat bahwa berinvestasi diperlukan dana yang besar,” kata David melalui siaran pers, Selasa (29/3/2022).

baca juga: “OVO Investasi Reksadana” adalah Akun Telegram Palsu, Tidak Ada Kaitan dengan OVO

Disebutkan, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia yang mencapai 76,19% masih didominasi oleh penggunaan produk dan jasa keuangan sektor perbankan. Tingkat inklusi di jasa keuangan sektor pasar modal masih rendah hanya di kisaran 1,55%. Hal ini juga tercermin dari masih rendahnya keyakinan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan di sektor pasar modal yang hanya mencapai 1,24%.

Seiring dengan semakin gencarnya edukasi dalam membangun kesadaran berinvestasi sejak dini, masyarakat semakin tertarik untuk menginvestasikan dananya di sektor pasar modal atau reksa dana.

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat jumlah investor pasar modal pada akhir Februari 2022 mencapai hampir 8,1 juta, melonjak 108,7% atau naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan akhir 2020 yang baru 3,88 juta investor.

Lonjakan jumlah investor pasar modal tersebut utamanya ditopang oleh meroketnya jumlah investor reksa dana yang melesat hingga 136% dari 3,17 juta investor pada Desember 2020 menjadi 7,49 juta investor pada Februari 2022.

David mengungkapkan, lonjakan jumlah investor reksa dana yang secara umum yang naik secara signifikan merupakan sebuah pencapaian yang fantastis di dunia/industri investasi. Di tengah situasi yang menantang khususnya bagi perusahaan penyedia layanan keuangan investasi digital dalam hal mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan investor, OVO melalui layanan OVO | Invest bangga dipercaya oleh lebih dari satu juta investor reksa dana Indonesia.

“Upaya kami bersama seluruh mitra dan pemangku kepentingan dalam mengedukasi masyarakat secara konsisten mengenai pentingnya berinvestasi sejak dini namun tetap bijak dalam melakukan transaksi keuangan, perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil,” terang David.

Chief Operating Officer Bareksa Ni Putu Kurniasari mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi pencapaian ini sebagai hasil dari upaya sinergi ekosistem antara platform e-investasi dan e-money, sehingga bisa menjangkau masyarakat lebih luas serta meningkatkan inklusi keuangan nasional.

“Pada akhirnya, kolaborasi ini sangat positif dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” jelas Putu.

Meski demikian, lanjut David, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi, OVO senantiasa mengingatkan untuk selalu bijak dalam memilih produk investasi yang sangat beragam pilihannya saat ini.

“Pengguna diharapkan dapat cermat dan tidak mudah tergiur dalam memilih produk investasi yang semata-mata hanya menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Selain itu, pengguna juga harus memastikan apakah produk investasi tersebut memiliki izin dari otoritas yang berwenang di Indonesia sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan,” tegas David.

baca juga: OVO Bareksa Fintech Academy Gencar Cetak Talenta Digital

Sebagai informasi, layanan dan fitur OVO | Invest merupakan hasil kolaborasi dengan Bareksa, Pioneer Super App Investasi, sebagai APERD (Agen Penjual Reksa Dana) dalam menawarkan berbagai produk reksa dana, mulai dari pendapatan tetap, pasar uang, baik yang berbasis konvensional maupun syariah, dan yang terbaru reksa dana saham/ekuitas.

Masing-masing dari produk reksa dana ini dikelola oleh manajer investasi terkemuka di Indonesia, mulai dari Manulife Aset Manajemen Indonesia, Syailendra Capital, Bahana TCW Investment Management hingga Eastspring Indonesia, yang semuanya terkenal sebagai manajer investasi yang sangat kredibel dan memiliki izin resmi dari OJK.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com