Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar. (Foto: Primus Dorimulu)

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar. (Foto: Primus Dorimulu)

Bank Mandiri Menuju Bank Digital

Rabu, 13 April 2022 | 23:17 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Berbagai layanan dan produk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sudah digital. Setelah meluncurkan tiga cabang menjadi bank digital, ke depan perseroan menyiapkan 231 cabang untuk menjadi bank digital, yang di antaranya merupakan bank fully digital.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar menyampaikan, perseroan telah menyiapkan peta jalan (roadmap) terkait digitalisasi pada sejumlah cabang, namun memang tidak semua cabang akan sepenuhnya digital. Jenis digitalisasi cabang akan disesuaikan dengan karakteristik kondisi wilayah dan masyarakat setempat.

Advertisement

"Itu akan disesuaikan, kita benar-benar lakukan identifikasi ke wilayah tersebut dan untuk melihat kesiapan masyarakat setempat dengan perubahan ini. Secara akurat ada 231 cabang yang akan digital bank. Saat ini sudah ada tiga," kata Alexandra, di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Mantap, Bank Mandiri (BMRI) Terjun ke Metaverse

Dia menegaskan, transformasi digital pada sejumlah cabang itu menjadi salah satu bagian dari tiga strategi utama Bank Mandiri terkait digitalisasi. Tiga cabang yang diperkenalkan sebagai bank digital menjadi piloting untuk cabang-cabang lainnya.

Menurut Alexandra, terdapat tiga jenis digitalisasi cabang yang tengah disiapkan, di antaranya hybrid bank yang sifatnya menggabungkan pendekatan konvensional dan digital, lalu digital box yang karakteristiknya fully digital atau tanpa staf, serta upgrade branch yang keseluruhan transaksi digital tapi masih disiapkan staf untuk berjaga.

"Karena nantinya cabang-cabang ini beralih menjadi digital, secara bertahap mulai di tahun ini target kita sekitar 231 cabang yang digital bank. Hal itu tentu mempunyai konsekuensi terhadap people (sumber daya manusia/SDM). Meski demikian, sejumlah people itu disiapkan program upskilling dan reskilling," jelas dia.

Lebih lanjut Alexandra menjelaskan, pemikiran Bank Mandiri untuk berubah menjadi bank digital sudah cukup lama. Kajian terkait bank digital untuk melihat berbagai kemungkinan pun sudah ditekuni bersama sejumlah konsultan independen. Alhasil, memang ditemukan benang merah pada strategi yang disiapkan Bank Mandiri untuk turut melakukan transformasi digital.

Baca juga: Dukung Transaksi Ekspor, LPEI dan Bank Mandiri Perluas Kerjasama Layanan Keuangan

Terlepas dari cabang, kata dia, digitalisasi Bank Mandiri turut menyiapkan transformasi dari aspek model operasional (operating model) dan aspek SDM. Hal ini guna memungkinkan bank membangun infrastruktur digital sendiri, tidak seperti sebelumnya yang banyak memanfaatkan jasa vendor.

Hasil dari strategi tersebut tercermin pada pengembangan super apps Livin' dan Kopra. Perseroan kini mampu menyiapkan modernisasi core banking secara mandiri. Infrastruktur yang dibangun telah mampu menyambut lompatan 4,7 juta pengguna aktif Livin' pada medio 2021 menjadi sebanyak sekitar 11 juta pengguna aktif saat ini. Kini, bank pun bisa memastikan bahwa core system sudah lebih andal dan siap untuk menopang pertumbuhan.

Selanjutnya, Bank Mandiri juga bisa terus menambah fitur-fitur di dalam Livin' maupun Kopra. Menurut Alexandra, ke depan Livin' bahkan mampu digunakan pengguna untuk beli tiket pesawat, tiket kereta api, booking hotel, dan sebagainya. Dalam waktu dekat, Livin' sudah bisa digunakan untuk transaksi reksa dana.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar. (Foto: Primus Dorimulu)
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar. (Foto: Primus Dorimulu)

Dorong Pertumbuhan Bisnis

Lebih lanjut Alexandra mengemukakan, Bank Mandiri fokus mendorong pertumbuhan bisnis. Perusahaan pun sudah menetapkan corporate plan sampai tahun 2024 dengan tiga pilar utama. Pilar pertama yakni menjadi wholesale bank terdepan, yang memang menjadi akar bisnis perusahaan sejak berdiri.

Meski demikian, perseroan melihat aspirasi lain untuk menjadi undisputed market leader. Dia menegaskan, Bank Mandiri harus kompeten dari berbagai aspek untuk menjadi pemimpin pasar di industri. Karena itu, bank punya aspirasi menjadi salah satu yang terkuat di segmen retail banking dan UMKM, hal ini menjadi pilar kedua.

"Untuk mencapai hal tersebut, kita menyertakan kekuatan di wholesale banking. Di sini, bank sudah memiliki basis nasabah yang kuat, perusahaan-perusahaan dengan rating baik di Indonesia. Segmen inilah yang akan disertakan lewat rantai pasoknya untuk bank masuk ke segmen UMKM seperti distributor maupun supplier dari nasabah-nasabah korporasi. Kita juga akan masuk sampai ke pegawai-pegawai perusahaan ini, baik di sisi korporasi maupun nasabah ritel," beber dia.

Alexandra juga mengakui bahwa hal ini bisa dilakukan Bank Mandiri seiring dengan akselerasi digitalisasi yang terjadi saat pandemi Covid-19. Kekuatan tersebut yang kemudian menjadi pilar ketiga, yaitu menjadi modern digital bank, baik di wholesale maupun ritel.

Baca juga: Naik Drastis, Bank Mandiri (BMRI) Tebar Dividen hingga Rp 16,82 Triliun

Dalam hal ini, perseroan sudah meluncurkan dua aplikasi pada 2 Oktober 2021 atau bertepatan dengan HUT ke-23, yaitu super apps Livin' yang merupakan mobile banking untuk segmen ritel dan segmen wholesales diperkenalkan Kopra.

Tiga pilar itu selanjutnya akan diperkuat lagi dengan tiga strategi bisnis yang disebut sebagai 'kekuatan'. Pada Kekuatan I, perusahaan berupaya masuk ke rantai pasok segmen wholesale banking. Kekuatan II, memanfaatkan jaringan 2.700 cabang Bank Mandiri yang tersebar di Indonesia. Hal ini yang juga didorong dengan melihat kekuatan di berbagai wilayah.

"Jadi, yang tadinya mengandalkan value chain dari nasabah-nasabah besar, kini kita minta masing-masing cabang harus tahu kekuatan di sekitar lingkungan cabang mereka. Itu yang menjadi kekuatan kedua kita," ungkap Alexandra.

Sedangkan kekuatan III, sambung dia, bank memahami bahwa sampai saat ini likuiditas perbankan masih sangat baik, khususnya di Bank Mandiri. Rasio CASA perseroan sampai dengan akhir 2021 mencapai 74%. Kekuatan likuiditas menjadi kekuatan ketiga untuk juga membantu bank atau institusi keuangan lainnya yang sedang mengalami kesulitan likuiditas.

"Kami harapkan dengan fokus kepada ketiga pilar di dalam corporate plan dan tiga strategi bisnis tersebut, akan juga bisa mendorong dari sisi share price Bank Mandiri. Harapannya bisa juga melampaui market cap yang saat ini masih di posisi kelima," kata Alexandra.

Baca juga: Dividen Sesuai Ekspektasi, Rekomendasi Saham Bank Mandiri (BMRI) Dipertahankan Buy

Sementara itu, mengenai market cap, Alexandra menilai bahwa saat ini masyarakat cenderung memilih saham dari cerita di sekitarnya. Hal yang sangat disayangkan, padahal cerita yang didengar jauh dari kondisi fundamental perusahaan. Tapi, dia percaya ke depan dengan berjalannya waktu, masyarakat akan mulai paham bahwa fundamental perusahaan menjadi tolak ukur penting dalam membeli saham.

"Intinya kita yang punya fundamental atau cerita-cerita sesungguhnya, itu yang menjadi fokus kami. Kami fokus pada pertumbuhan bisnis yang sehat dan sustain dengan berbagai strategi tadi," jelas Alexandra.

Dia menambahkan, sejumlah strategi telah disiapkan dan kini sedang berjalan. Keseluruhan strategi itu juga perlu ditopang oleh tiga hal penting, yaitu people, system, dan culture yang saat ini terus diperkuat. Dari sisi people telah dijelaskan bahwa bank terus menggencarkan upskilling dan reskilling.

Dari sisi system, Bank Mandiri memastikan untuk punya core banking system yang memadai, tangguh, dan siap mendukung pertumbuhan. Ketiga adalah dari sisi culture dan mindset adalah dengan menyamakan persepsi seluruh pegawai yang tersebar di 12 regional dari Sabang sampai Merauke agar memiliki gestur agresif, tapi tetap bijaksana. (pri)

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN