Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Bisnis Kecil dan Menengah PT Bank Rakyat BRI Amam Sukriyanto pada Closing Ceremony UMKM Expo(rt) Brilianpreneur 2021, Kamis (16/12). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah PT Bank Rakyat BRI Amam Sukriyanto pada Closing Ceremony UMKM Expo(rt) Brilianpreneur 2021, Kamis (16/12). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

BRI Sebut Kredit UKM Kembali ke Level sebelum Pandemi

Minggu, 8 Mei 2022 | 08:17 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan penyaluran kredit di segmen usaha kecil dan menengah (UKM) pada kuartal I-2022 mencapai Rp 21,3 triliun kepada 46.306 nasabah. Nilai ini lebih besar 29,1% dari penyaluran kredit pada periode sama 2021 yang sebesar Rp 16,5 triliun untuk 33.269 nasabah.

Menurut Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto, capaian awal 2022 ini sudah kembali ke level sebelum Covid-19 yang sempat menyebabkan penyaluran kredit kecil dan menengah hanya sebesar Rp 13,1 triliun untuk 23.581 nasabah pada kuartal I-2020.

"Tentunya akan ber-impact bahwa perekonomian di daerah maupun kota itu akan kembali bergairah, dan kita akan melihat bahwa ini pergerakannya akan lebih cepat lagi. Karena kita lihat, faktanya di lapangan, saat ini usaha kecil dan menengah sudah mulai bangkit jauh, bahkan lebih baik dibandingkan masa-masa awal pandemi kemarin," kata Amam dalam keterangan resmi, Sabtu (7/5/2022).

Saat ini, perseroan semakin optimistis perekonomian nasional kian bergairah lantaran mayoritas kredit diserap oleh sektor-sektor produktif dan meningkat tidak hanya di kota-kota besar. “Sektor-sektor yang berhubungan dengan kebutuhan pokok seperti perdagangan mendominasi penyaluran kredit BRI di segmen kecil dan menengah yakni mencapai 61% dari total kredit yang disalurkan,” ujar Amam.

Kemudian, disusul kredit untuk sektor pertanian sampai sebesar 12% dan untuk sektor padat karya yakni industri perumahan sebesar 7% dari total kredit kecil dan menengah yang BRI salurkan selama kuartal I-2022.

Di sisi lain, menurut Amam, daya tahan nasabah pinjaman di segmen kecil dan menengah kian menguat pada tahun pemulihan ekonomi 2022. Ia menyebut puncak masa sulit akibat krisis ekonomi terjadi pada Desember 2020, saat sekitar 47,38% portofolio kredit di segmen bisnis kecil dan menengah harus direstrukturisasi.

"Angka ini juga sudah mulai turun, terus turun drastis, sekarang tinggal 36,19%. Nah, ini juga menarik bahwa pada kuartal I-2022 saja itu ada 7.000 lebih nasabah kami yang sudah kembali pulih usahanya, dan mereka kembali menunjukkan kemampuan membayar kredit yang telah menjadi kewajiban mereka, sesuai dengan bunga yang kita miliki," tutur dia.

Amam menambahkan, capaian positif tersebut tak terlepas dari langkah yang diambil pemerintah dalam menghadapi pandemi, antara lain dengan menyalurkan stimulus ekonomi pemerintah terhadap pelaku UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga kebijakan relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan keringanan bagi industri keuangan dan perbankan di masa pandemi.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN