Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland. (Investor Daily/Thomas E Harefa)

Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland. (Investor Daily/Thomas E Harefa)

Bukukan Premi Rp 12,1 Triliun, Manulife Bayar Klaim Rp 8,9 Triliun

Senin, 23 Mei 2022 | 20:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife) membukukan pendapatan premi bersih Rp 12,1 triliun, tumbuh 42% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2021. Di samping itu, perusahaan membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabah sebesar Rp 8,9 triliun.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland menerangkan, kinerja premi bisnis baru pada 2021 berdasarkan annualized premium equivalent (APE) mencapai Rp 7,5 triliun. Nilai itu tumbuh 35% dibandingkan Rp 5,6 triliun pada 2020.

"Selain dari pertumbuhan bisnis yang kuat ini, kami senantiasa berkomitmen membantu masyarakat mencapai tujuan finansial dan membuat hidup lebih baik. Tahun 2021 merupakan tahun yang menantang, namun komitmen kami terhadap nasabah tetap terlihat pada hasil pembayaran klaim sepanjang tahun sebesar Rp 8,9 triliun atau Rp 25 miliar setiap harinya,” kata Ryan di Jakarta, Senin (23/5).

Menurut Ryan Charland, kinerja premi yang positif juga diikuti pertumbuhan aset Manulife Indonesia. Hingga akhir 2021, total aset kelolaan tumbuh 21% dari Rp 86 triliun menjadi Rp 104 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal itu turut mengindikasikan membaiknya kondisi pasar keuangan setelah tekanan pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020.

Cadangan Rp 41,6 Triliun

Ryan menyatakan, Manulife Indonesia memiliki cadangan teknis sebesar Rp 41,6 triliun hingga akhir 2021. Kondisi tersebut sekaligus menegaskan tekad perusahaan dalam memastikan perlindungan keuangan jangka panjang untuk seluruh nasabahnya di Indonesia.

Perseroan menilai deretan kinerja tersebut relatif lebih baik dibandingkan rata-rata industri asuransi jiwa sepanjang 2021. Berdasarkan Laporan Kinerja 2021 dari 58 perusahaan anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), industri asuransi jiwa mencetak pendapatan Rp 202,9 triliun atau naik 8,2%.

Di sisi lain, Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) juga mencatatkan kinerja positif sepanjang 2021. CEO & Presiden Direktur MAMI Afifa mengatakan, total dana kelolaan MAMI tumbuh 16,7% menjadi Rp 113,4 triliun pada akhir 2021. Dana kelolaan reksa dana MAMI meningkat 27,4% menjadi Rp 62,9 triliun pada akhir 2021.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan para investor, institusi dan individu, serta dukungan para mitra distribusi MAMI. Dukungan dan kepercayaan tersebut membuat kami berhasil mempertahankan posisi MAMI di peringkat pertama daftar perusahaan manajer investasi dengan dana kelolaan reksa dana terbesar di Indonesia," ujar Afifa.

Manulife Indonesia dan MAMI optimistis kinerja 2022 meningkat seiring membaiknya kondisi perekonomian sejalan dengan meredanya pandemi Covid 19. “Manulife Indonesia berkomitmen pada pertumbuhan kebutuhan perlindungan asuransi jangka panjang mengingat penetrasi yang masih rendah, serta meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya terlindungi asuransi,” papar dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN