Menu
Sign in
@ Contact
Search
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2022 PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), Kamis (29/9/2022). (Foto: Ist)

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2022 PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), Kamis (29/9/2022). (Foto: Ist)

Siap Rights Issue, Bank Raya (AGRO) Bakal Lebih Ekspansif

Kamis, 29 September 2022 | 23:01 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2022 PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menyepakati rencana penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham. Dana yang diperoleh diyakini mampu memacu perusahaan lebih ekspansif di masa mendatang.

Direktur Keuangan Bank Raya Akhmad Fazri menyampaikan, RUPSLB pada Kamis, 29 September 2022, menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 3,5 miliar dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah itu setara 15,39% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

"Dana yang terhimpun akan digunakan untuk ekspansi bisnis perseroan melalui penyaluran kredit, serta untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum berdasarkan POJK No 12/2020," kata Fazri dalam konferensi pers daring, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Bank Raya Diramu BRI untuk Integrasikan Proses Bisnis

Dia menerangkan, prospek bisnis Bank Raya ke depan diharapkan bisa semakin lebih baik seiring dengan transformasi menjadi bank digital. Perseroan terus berupaya mengakomodasi layanan di samping perkembangan perilaku konsumen dan teknologi yang semakin cepat.

"Meskipun baru dalam beberapa bulan kita me-launching produk digital saving, pertumbuhan penghimpunan dana customer yang diperoleh menunjukkan hal-hal positif. Tentunya dalam proses transformasi ini secara fundamental Bank Raya ini akan semakin baik dan bisnis-bisnis digital lending-nya juga sudah mulai menunjukkan perkembangan yang cukup positif," jelas Fazri.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Digital dan Operasional Bank Raya Bhimo Wikan Hantoro menjelaskan, realisasi kredit digital telah tumbuh positif dan dalam tren yang masih berlanjut. "Performa (outstanding) digital lending yang tercatat tumbuh 300% year on year menjadi sebesar Rp 652 miliar," kata dia.

Baca juga: Bank Raya (AGRO) Pastikan Cetak Laba Tahun Ini

Selain dari sisi kredit, emiten berkode saham AGRO ini pun berhasil mengakuisisi banyak nasabah baru. Hal ini tidak terlepas dari dukungan jaringan BRI sebagai induk perseroan. "Akuisisi numbers of account (NoA) yang dilakukan secara digital dan online to offline, dimana kami memang memanfaatkan jaringan yang sudah kami punya untuk melakukan literasi, serta melakukan akuisisi untuk customer-customer kami, yang saat ini sudah mencapai sekitar 350 ribu new accounts dalam beberapa bulan terakhir," ungkap Bhimo.

Lebih lanjut dia mengatakan, mempertajam penetrasi pasar dengan berkolaborasi bersama BRI dan financial technology (fintech) menjadi pendekatan AGRO untuk memenangkan persaingan di sektor bank digital. Cara tersebut dinilai relevan bagi perusahaan membangun basis nasabah yang kuat sebagai pendukung bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Baca juga: Dirut BRI (BBRI) Sunarso Dinobatkan Sebagai Tokoh Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM

Kemudian, kata dia, kolaborasi bersama ekosistem digital membuat biaya akuisisi bisa lebih rendah. Dukungan BRI juga memungkinkan AGRO mengakses kredit bagi hampir 600 ribu agen BRILink. Pada akhirnya, jumlah transaksi perseroan bisa meningkat secara berkala.

"Ini akan menjadi titik fokus dari Bank Raya tahun ini dan tahun depan, untuk melakukan akuisisi dan meningkatkan retensi-retensi, dimana hasil yang kami harapkan adalah aset bertumbuh dengan eksponensial. Dengan juga didukung dari sudut pandang pengumpulan dana, sehingga bisa meningkatkan rasio CASA Bank Raya tahun ini dan tahun-tahun ke depan," beber Bhimo.

Di sisi lain, RUPSLB turut membahas pelaksanaan perubahan alamat kantor pusat perseroan dan melakukan perubahan pasal 3 Anggaran Dasar (AD) perseroan dalam rangka penyesuaian KBLI-2020. Kantor pusat Bank Raya pindah ke Menara BRILiaN. Kantor baru AGRO ini dimaksudkan guna memperkuat sinergi dalam BRI Group, sejalan dengan transformasi bisnis AGRO menjadi bank digital. Dengan demikian, pekerja dapat lebih produktif karena akses ke ekosistem BRI Group yang lebih dekat.

Baca juga: Undervalue, BRI (BBRI) Lakukan Buyback Saham

RUPSLB perseroan juga menyetujui perubahan susunan pengurus. Susunan pengurus terdiri atas Komisaris Utama Rudhy Sidharta, Komisaris Independen Eko B Supriyanto, Komisaris Independen Rina Sa'adah, Komisaris Independen Rama G Notowidigdo, dan Komisaris Achmad FC Barir.

Dewan direksi dipimpin Ida Bagus Ketut Subagia selaku Direktur Utama, efektif setelah lulus uji kemampuan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian, Direktur Enterprise Risk Management Compliance & Human Resource Ernawan, Direktur Keuangan Akhmad Fazri, Direktur Retail Agri dan Pendanaan Dedy Hendrianto, serta Direktur Digital dan Operasional Bhimo Wikan Hantoro.

Penunjukan pengurus baru AGRO ini diharapkan dapat terus berinovasi untuk memperkuat bisnis untuk menjadi bank digital terbaik, serta berkomitmen pada aspirasi perseroan untuk menjadi The Best Digital Bank by Becoming House of Fintech and Home for Gig Economy.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com