Menu
Sign in
@ Contact
Search
Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)

Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)

Pengamat: Perubahan Status BSI Jadi BUMN Tunggu Waktu yang Tepat

Jumat, 30 September 2022 | 23:54 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perubahan status PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang sebuah keniscayaan. Namun hal tersebut dinilai harus menunggu waktu yang tepat mengingat saat ini pemerintah tengah fokus menjaga perekonomian nasional dari ancaman resesi dunia.

Pengamat sekaligus pakar perbankan dari FEB UGM Eddy Junarsin mengatakan, dirinya mendukung BSI menjadi bank BUMN sejajar dengan sejumlah bank Himbara lainnya seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN.

Tetapi mengingat kondisi keuangan negara yang sangat terbatas, dan masih banyak BUMN lainnya yang tengah dililit kesulitan keuangan, akan lebih bijak perubahan status BSI menunggu longgarnya kondisi keuangan negara dan pulihnya perekonomian nasional.

“Perubahan status BSI menjadi BUMN adalah sebuah keniscayaan. Namun, saya ingatkan pemerintah jangan tergesa-gesa, karena harus memperhatikan banyak hal, agar perubahan status itu berjalan baik,” tegas Eddy Junarsin, saat dihubungi baru-baru ini.

Menurut dia, saat ini pemerintah tengah fokus dalam mengantisipasi kondisi perekonomian nasional yang penuh tekanan dan ancaman dari inflasi dan resesi pasca kenaikan harga BBM. Hal tersebut lebih mendesak ketimbang pemerintah harus mengeluarkan dana belasan triliun rupiah untuk menjadi pemegang saham mayoritas di BSI.

Doktor jebolan Southern Illinois University Carbondale AS ini mengatakan, situasi ekonomi sekarang sedang panas. Dampak pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina menjadi sebagian dari pemicu kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global.

Saat ini, tingkat inflasi di Amerika dan Eropa melonjak tinggi. Sehingga, Sebagian besar negara yang menjadi tujuan ekspor Indonesia, sedang ‘sakit’ dan hal itu berdampak pada penurunan permintaan barang-barang asal Indonesia.

“Saat ini, semua negara lebih concern untuk memulihkan perekonomiannya masing-masing, dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengamankan situasi ekonomi. Termasuk Indonesia, saya kira harus berhati-hati menghadapi ancaman resesi ekonomi ini,” kata Eddy.

Selain ancaman resesi ekonomi, Eddy juga mengingatkan ada sejumlah BUMN yang sekarang ini dalam kondisi sulit, salah satunya adalah Maskapai Garuda Indonesia, yang dililit utang triliunan rupiah. Pemerintah, katanya, akan lebih baik fokus menyehatkan BUMN yang sudah ada, ketimbang mendirikan BUMN baru dalam situasi seperti sekarang.

Pembenahan BUMN sakit, kata dia, akan menjadi langkah strategis. Bukan saja akan menghindarkan beban pemerintah dalam jangka panjang. Tapi sebaliknya, akan menjadikan BUMN sebagai pilar kekuatan ekonomi negara.

Di sisi lain, lanjut Eddy, secara de jure, sebenarnya BSI sudah menjadi milik pemerintah dan negara, setelah pemerintah memiliki satu lembar saham Dwiwarna Seri A pada Mei 2022. Begitupula komposisi pemegang saham BSI saat ini yang dimiliki Bank Mandiri, BNI dan BRI, notabene merupakan bank Himbara yang mayoritas sahamnya dikuasai negara.

Hal senada diungkapkan Staf Khusus BUMN Arya Sinulingga. Menurut dia, dengan kepemilikan satu lembar saham Dwiwarna Seri A oleh pemerintah, membuat posisi BSI sudah hampir mirip dengan BUMN lainnya.

“Saat ini saham merah putih sudah ada di BSI, dan itu merupakan kontrol pemerintah terhadap BSI, dan itu sangat kuat, dan itu sebenarnya membuat posisi BSI sudah hampir mirip dengan BUMN lainnya,” kata Arya.

Dia pun menegaskan proses BSI menjadi BUMN masih panjang. Pemerintah juga tidak terburu-buru untuk menjadikan BSI menjadi perusahaan BUMN. “Jadi, kalau proses mengenai BSI akan menjadi BUMN, itu prosesnya masih panjang. Butuh waktu lama dan mungkin kita tidak tergesa-gesa saat ini,” tegas dia.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com