Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (ketiga kanan) bersama Ketua PMO  Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN yang juga Direktur Utama Mandiri Syariah Hery Gunardi (ketiga kiri), Direktur Utama BRIsyariah Ngatari (kedua kanan), serta Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kanan) melakukan konferensi pers Penandatanganan Akta Penggabungan Tiga Bank Syariah Milik Himbara, Rabu (16/12). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (ketiga kanan) bersama Ketua PMO Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN yang juga Direktur Utama Mandiri Syariah Hery Gunardi (ketiga kiri), Direktur Utama BRIsyariah Ngatari (kedua kanan), serta Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kanan) melakukan konferensi pers Penandatanganan Akta Penggabungan Tiga Bank Syariah Milik Himbara, Rabu (16/12). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Akta Penggabungan Diteken, Proses Merger BSI Sesuai Jadwal

Rabu, 16 Desember 2020 | 17:08 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Proses penggabungan usaha PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) terus berjalan sesuai jadwal. Saat ini proses merger telah sampai pada tahap penandatanganan Akta Penggabungan, setelah masing-masing bank yang akan bergabung mendapat restu dari para pemegang saham melalui forum RUPSLB untuk menuntaskan merger.

Penandatanganan Akta Penggabungan Merger tiga bank syariah dilakukan oleh seluruh perwakilan bank peserta penggabungan usaha yakni Direktur Utama BRIsyariah Ngatari, Direktur Utama Bank Mandiri Syariah Hery Gunardi, dan Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo. Proses ini juga disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan perwakilan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai pemegang saham bank syariah.
 
Akta Penggabungan turut memuat susunan kepengurusan bank hasil merger yang terdiri dari 10 Direksi. Kepengurusan ini telah ditetapkan dalam RUPSLB BRIsyariah Selasa (15/2) lalu, dan akan mulai efektif bekerja setelah menjalani proses penilaian oleh OJK dan setelah legal merger terjadi pada 1 Februari 2021.

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, penandatanganan Akta Penggabungan menunjukkan bahwa merger usaha tiga bank syariah terus berjalan sesuai jadwal. Dia juga menegaskan, proses merger yang berlangsung sesuai dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekosistem syariah yang lebih mapan dan besar di Indonesia, sehingga dapat bermanfaat luas bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Kementerian BUMN mendukung penuh proses penggabungan usaha ini bank hasil merger diharapkan memiliki produk dan SDM yang kompetitif untuk menjawab kebutuhan pasar nasional serta global.

"Proses ini bisa berjalan berkat kerja keras semua pihak demi perkembangan ekonomi syariah yang lebih baik lagi. Saya juga percaya struktur dan susunan kepengurusan yang sudah ditetapkan telah mencerminkan kebutuhan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Demi memastikan proses integrasi berjalan baik serta mulus, kita butuh profesional berpengalaman yang mengerti luar-dalam kondisi dari ketiga bank untuk mengawalnya," terang Tiko dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (16/12).

Hery Gunardi sebagai Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN serta Direktur Utama Bank Mandiri Syariah menambahkan, pascamerger tuntas, Bank Syariah Indonesia harus bisa segera bergerak demi mewujudkan visi menjadi salah satu bank syariah terdepan di Indonesia dan dunia. Bank Syariah Indonesia harus bisa langsung tancap gas untuk mewujudkan visi sebagai salah satu bank syariah terdepan di Indonesia dan di dunia.

"Struktur dan identitas baru ini semakin memicu semangat kami untuk menuntaskan merger dan integrasi sebaik mungkin, agar dapat beroperasi memenuhi segala kebutuhan nasabah dan masyarakat. Semangat yang ingin kami gaungkan melalui merger ini adalah persatuan. Kami bersatu dalam hasanah, bersatu membawa faedah, dan Insya Allah bersatu menjadi Berkah. Kami bersatu untuk Indonesia," urai Hery.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN