Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Asuransi Kredit Dongkrak Premi Reasuransi Tumbuh Positif di 2020

Rabu, 24 Februari 2021 | 05:13 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Premi industri reasuransi di akhir 2020 berhasil dibukukan positif. Perolehan lini premi reasuransi kredit menjadi pendongkrak utama, tapi juga menjadi kontributor terbesar klaim reasuransi.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mendata kinerja premi dan klaim dari enam perusahaan reasuransi sepanjang tahun 2020. Premi tumbuh positif sebesar 27,7% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 21,77 triliun di 2020. Sedangkan klaim tumbuh lebih subur sebesar 98,6% (yoy) menjadi Rp 12,36 triliun.

"Kenaikan premi reasuransi dipicu dengan kenaikan reasuransi kredit Rp 5 triliun, yang lain-lain relatif kecil. Tanpa pertumbuhan di asuransi kredit secara overall akan terjadi penurunan," ucap Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI Trinita Situmeang, Selasa (23/2).

Dia menjelaskan, premi reasuransi kredit tumbuh 206,4% (yoy) menjadi sebesar Rp 7,48 triliun, naik dibandingkan periode sama tahun 2019 sebesar Rp 2,44 triliun. Dengan kata lain, pangsa pasar reasuransi kredit meningkat dari 14,3% di 2019 menjadi 34,3% di 2020.

Di samping itu, klaim reasuransi kredit melonjak 617,2% (yoy) dari 2019 hanya sebesar Rp 836 miliar menjadi Rp 5,99 triliun di 2020. Pada 2019, klaim reasuransi kredit berkontribusi sebesar 13,5% terhadap total klaim industri, kini lini tersebut menjadi penyumbang klaim terbesar yakni 48,5% menggeser klaim dari asuransi harta benda atau properti.

Dengan kondisi tersebut, klaim dibayar terhadap premi bruto (loss ratio) reasuransi kredit di tahun 2020 menembus level 80,13%, atau meningkat dari sebelumnya di tahun 2019 sebesar 34,23%. Seiring dengan fenomena itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memaparkan rasio kecukupan premi terhadap pembayaran klaim reasuransi turun 26,20% menjadi 164,6%. Kemudian rasio sesi reasuransi tercatat sebesar 51,9%.

"Ketahanan mengalami tekanan. Ketahanan perusahaan reasuransi kecukupan premi terhadap pembayaran klaim memang mengalami kontraksi 26%, karena rasionya diambil dari klaim, nilai premi dibandingkan dengan pembayaran klaim. Kebetulan pada 2020 ada pembayaran cukup besar untuk beberapa sektor, termasuk asuransi kredit," ujar Trinita.

Dia menjelaskan, peningkatan premi reasuransi kredit berasal dari perusahaan asuransi yang lebih dulu membukukan pertumbuhan signifikan di tahun 2019. Trinita juga mengakui, hampir seluruh lini bisnis reasuransi mengalami peningkatan klaim, tapi memang reasuransi kredit menyumbang porsi yang cukup besar. Faktor utamanya adalah gagal bayar angsuran yang terjadi pada pembiayaan multifinance atau kredit nasabah perbankan.

"Yang terjadi di depan sepertinya akan terdampak juga di reasuransi. Restrukturisasi memang akan menunda realisasi pembayaran klaim yang default, kalau ada. Namun demikian restrukturisasi ini memang ditujukan untuk menunda pembayaran angsuran dan diharapkan debitur bisa bayar dengan adanya tambahan waktu, sehingga klaimnya dapat ditekan," terang Trinita.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Dalimunthe
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Dalimunthe

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad S Dalimunthe pun bilang, para pemain asuransi dan reasuransi kredit telah melakukan pertemuan untuk membahas fenomena di lini reasuransi kredit. Hal yang paling penting saat ini adalah upaya mitigasi dan perhitungan yang sesuai oleh reasuransi untuk menyetujui membagi risiko atas lini bisnis tersebut.

"Inilah mitigasi risiko, mengecek kondisi pencadangan, loss ratio, termasuk penempatan reasuransi. Makanya di reasuransi terjadi peningkatan klaim, ini bagian dari reasuransi kredit. Sebagai balancing, maka restrosesinya juga meningkat. Ini bagian mitigasi," ungkap dia.

Selain reasuransi kredit, lini reasuransi properti juga banyak berkontribusi terhadap kinerja premi dan klaim reasuransi. Dari aspek premi, lini tersebut relatif stagnan atau tercatat turun tipis 0,02% (yoy) menjadi Rp 9,01 triliun. Dari sisi klaim, reasuransi properti naik 18,3% (yoy) menjadi Rp 3,22 triliun.

Meskipun tergerus lini asuransi kredit, lini properti di akhir 2020 masih menjadi pangsa pasar terbesar penyumbang premi yang dikumpulkan reasuransi sebesar 41,4%, dibandingkan tahun 2019 mencapai 51,9%. Sedangkan kontribusi klaim reasuransi properti tercatat sebesar 26,1%. Peningkatan klaim tanpa diikuti premi stagnan membuat loss ratio reasuransi properti meningkat menjadi 35,82% di 2020.

Reasuransi properti dan reasuransi kredit menyumbangkan pangsa pasar premi dan klaim lebih dari 70%. Lini lain seperti reasuransi pengangkutan (marine cargo) membukukan premi sebesar Rp 897 miliar atau turun 46,0% (yoy). Sebaliknya, klaim reasuransi pengangkutan naik 39,2% (yoy) menjadi Rp 309 miliar.

Kemudian, lini reasuransi engineering mencatatkan peningkatan premi 6,9% (yoy) menjadi Rp 942 miliar. Tapi klaim lini tersebut naik lebih agresif sebesar 27,9% (yoy) menjadi Rp 602 miliar. Adapun premi pada lini reasuransi rangka kapal (marine hull) mampu naik 19,7% (yoy) menjadi Rp 832 miliar. Klaim reasuransi rangka kapal naik 7,1% (yoy) menjadi Rp 621 miliar.

Di sisi lain, premi pada sejumlah lini reasuransi meliputi aviasi, satelit, liability, dan penjaminan (surety bond) tercatat meningkat. Penurunan premi dicatatkan lini reasuransi energy onshore, energy offshore, kecelakaan diri dan kesehatan, serta reasuransi lainnya. Dari sisi klaim, hanya lini energy onshore, satelit, kecelakaan diri dan kesehatan, serta reasuransi lainnya yang tercatat menurun. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN