Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian memberikan tips mengatur keuangan di masa pandemi Covid-19

Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian memberikan tips mengatur keuangan di masa pandemi Covid-19

Bank Amar Perkuat Posisi Sebagai Bank Digital

Senin, 29 Maret 2021 | 18:22 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.idPT Bank Amar Indonesia Tbk berkomitmen memperkuat posisinya sebagai bank digital yang menghadirkan inovasi untuk memajukan kehidupan masyarakat Indonesia. Pasalnya, hadirnya bank digital diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Presiden Direktur Bank Amar Vishal Tulsian menjelaskan, teknologi memiliki peran penting untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bank Amar, pada Agustus tahun lalu, meluncurkan produk digital banking, Senyumku (mobile-only digital banking) untuk membantu masyarakat membangun kebiasaan menabung setelah kesuksesan Tunaiku, pionir digital lending di Indonesia yang diluncurkan pada 2014 untuk memperluas akses kredit kepada masyarakat yang belum atau kurang terlayani oleh lembaga keuangan formal," kata Vishal dalam sebuah diskusi virtual beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, perjalanan transformasi digital Bank Amar dimulai tahun 2014 dengan adanya Tunaiku, produk fintech digital lending pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi big data analytics untuk melayani segmen masyarakat yang belum dan kurang terlayani oleh perbankan melalui website dan aplikasi.

Seiring berkembangnya produk Tunaiku, pemegang saham Tunaiku kemudian mengakuisisi Amin Bank dan kemudian berganti nama menjadi Bank Amar. Bank Amar kemudian fokus untuk bertransformasi menjadi bank digital yang mengedepankan teknologi untuk memajukan kehidupan masyarakat Indonesia.

Komitmen Bank Amar tersebut, lanjut dia, dibuktikan dengan penyaluran pinjaman Tunaiku yang saat ini telah mencapai lebih dari Rp 5 triliun dan nasabah yang sudah terbantu sebanyak lebih dari 400 ribu nasabah di mana lebih dari 100 ribu merupakan UMKM.

"Setelah memiliki jumlah nasabah yang besar dan memahami kebutuhan serta kesulitan nasabahnya, Bank Amar kemudian membangun produk digital banking, Senyumku, yang dilengkapi oleh kecerdasan buatan (AI) dan teknologi cloud (awan data)," ujar dia,

Lebih lanjut, Vishal menjelaskan perbedaan antara bank digital dan bank konvensional, dengan tiga lini poin, yaitu pertama, perbedaan fungsi dimana bank konvensional dapat melakukan transaksi perbankan pada umumnya seperti menabung, mentransfer dan meminjam uang sementara bank digital bukan hanya sekadar internet banking, bank digital seperti Senyumku (Bank Amar) menyediakan keseluruhan rekening-rekening bank dalam satu tampilan, membantu nasabah untuk secara otomatis mengkategorikan pengeluaran untuk mengelola keuangan.

Kedua, perbedaan pengalaman atau experience yang dimana sekarang lebih banyak nasabah yang sudah terbiasa dengan sesuatu yang instan atau cepat sehingga bank digital harus memberikan kemudahan bagi para nasabah. Ketiga, perbedaan pendekatan yaitu mindset dimana bank konvensional membuka cabang dan mengharapkan nasabah datang ke bank, sedangkan bank digital mendatangi nasabah.

Salah satu tantangan untuk bank pada umumnya dalam melakukan transformasi digital adalah adanya dua sisi yaitu sisi konvensional dan sisi digital dan juga kultur budaya di dalam perusahaan. Menurut Vishal, keunggulan Bank Amar sebagai bank digital adalah pengembangan bank digital menggunakan infrastruktur cloud (teknologi awan) yang bekerja sama dengan Google.

"Dengan infrastruktur teknologi cloud yang kami gunakan, biaya untuk pelayanan kepada nasabah dapat jauh lebih rendah sementara skalabilitas dapat dilakukan dengan cepat. Selain infrastruktur, Bank Amar memiliki budaya layaknya start-up yang mendukung agility atau kelincahan yang harus dimiliki oleh bank digital untuk selalu terdepan dalam menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis," papar Vishal.

Menanggapi peran regulator dalam pengembangan perbankan digital saat ini, Vishal mengapresiasi dukungan dari OJK. "OJK sangat suportif kepada kami, kedepannya kami mengharapkan dukungan dari pemerintah dan OJK dalam sentralisasi informasi nasabah yang dapat dicapai dengan teknologi blockchain, misalnya, sehingga informasi tersebut dapat diakses oleh bank dan tidak menutup kemungkinan juga oleh perusahaan e-commerce, fintech, digital wallet dan lainnya sehingga ekosistem digital di Indonesia dapat terus berkembang dan dapat memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat," jelas dia.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN