Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bank Bukopin. Foto: beritasatu.com

bank Bukopin. Foto: beritasatu.com

AGUSTUS KB KOOKMIN JADI PSP,

Bank Bukopin Optimistis Kredit Tumbuh 5%

Senin, 3 Agustus 2020 | 21:16 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - PT Bank Bukopin Tbk tahun ini memproyeksikan pertumbuhan kredit berkisar antara 3-5% secara tahunan (year on year/yoy). Prediksi tersebut sudah memperhitungkan adanya pemegang saham pengendali (PSP) baru yang akan dirampungkan pada akhir Agustus mendatang oleh KB Kookmin Bank.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono mengungkapkan, setelah suksesnya penawaran umum terbatas (PUT) V pada 30 Juli lalu, KB Kookmin Bank berhasil memiliki 33,9% saham perseroan. Tidak puas dengan hasil tersebut, nantinya perseroan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 25 Agustus dengan salah satu agendanya adalah penambahan modal melalui private placement dari KB Kookmin Bank yang rencananya ingin mengambil hingga 67%.

"Setelah diumumkan 25 Agustus, KB Kookmin Bank memastikan bahwa kalau memungkinkan masuk di Agustus, paling lambat di September. Tapi melihat beberapa percepatan yang diharapkan, mereka akan selesaikan di akhir Agustus ini. Memang dari kondisi ini kita harus optimis, bicara kredit kita akan di 3%, optimisnya 5%," jelas Rivan dalam video conference, Senin (3/8).

Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin Sumber: BSTV
Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin Sumber: BSTV

Adapun, apabila Kookmin Bank bisa masuk hingga 67% maka rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bukopin akan mencapai 17%, dari posisi saat ini sebesar 14% setelah suksesnya PUT V. "Jika share sampai 67% maka CAR sampai 17%, kita lihat di RUPS sampai berapa persen nanti, tapi Kookmin itu mengatakan ingin di atas 51% yang sudah disampaikan," tutur Rivan.

Sementara itu, jika perseroan memasang target kredit 3-5%, untuk dana pihak ketiga (DPK) Bank Bukopin mengincar pertumbuhan 15% (yoy). "DPK kita harapkan karena semester I ini utilitas operasional, dari saving ke operasional jadi kita harap DPK tumbuh 15%. Kita harapkan juga nanti dengan demikian ekuitas 33%, dan harapannya laba tumbuh 18%. Inilah satu performance yang kita harapkan dari unsur CAR 17%," papar dia.

Rivan mengaku ke depannya kinerja perseroan akan semakin membaik setelah KB Kookmin menjadi PSP Bank Bukopin. "Ini luar biasa dengan kebutuhan modal dari satu institusi perusahaan Korea melakukan percepatan saat krisis pandemi, kami optimis di masa yang akan datang Bukopin makin bagus dan kita harapkan jadi positif impact. Dan yang paling berjasa adalah pemerintah yang support dan regulator," imbuh Rivan.

Pihaknya juga mengatakan, meskipun Bukopin akan menjadi bagian dari KB Financial Group, jiwa nasionalisme akan tetap mengalir. Pasalnya, perseroan akan tetap memberikan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

"Nasionalisme tidak dilihat dari kepemilikan saham tapi kontribusinya bagi Indonesia. Melihat fokus kami di segmen mikro dan UKM, dan fokus KB Kookmin juga di UMKM, kami bisa memberikan kontribusi yang baik pada masyarakat demi kemajuan Indonesia," ucap Rivan.

Rivan juga menuturkan, selain melaksanakan HMETD yang menjadi porsinya, beberapa pemegang saham melakukan pemesanan saham tambahan sehingga terjadi kelebihan nominal pemesanan (oversubscribe) hingga 2 kali lipat. Partisipasi pemegang saham ritel (masyarakat) dalam PUT V ini juga cukup besar.

Dengan berakhirnya transaksi perdagangan pada PUT V, komposisi urutan Pemegang Saham di Bank Bukopin menjadi KB Kookmin dengan porsi kepemilikan 33,90% disusul Bosowa sebesar 23,40%, Negara Republik Indonesia sebesar 6,37%, dan pemegang saham publik dengan kepemilikan dibawah 5%, mencapai 36,33%. Dengan kepemilikan tersebut KB Kookmin Bank semakin dekat lagi untuk menjadi PSP Bank Bukopin.
 
"Waktu proses ditutup 30 Juli lalu, di luar dugaan, di tengah pandemi ini tampak antusiasme pemegang saham publik, padahal di PUT I-V tidak ada keterlibatan publik setinggi ini sampai 24%. Ini melengkapi hasil PUT V kemarin, dengan demikian pemegang saham terbesar adalah KB Kookmin Bank," imbuh dia.

Sebagai pemegang saham terbesar, lanjut Rivan, KB Kookmin Bank masih dalam proses fit and proper test oleh OJK dan diperkirakan akan selesai dalam waktu 1-2 hari ini. Setelah dinyatakan lulus fit and proper test, akan diumumkan KB Kookmin Bank resmi menjadi PSP Bukopin.

"Ketika kita masuk grup KB akan jelas arah bisnis ke depan, bahkan jika kita satu grup bisnis, reputasi Bukopin akan dijaga karena itu juga reputasi KB Financial Group," katanya.

Portofolio kredit UMKM di Bukopin adalah 57% dari total kredit, sementara itu, melihat fokus bisnis KB Kookmin Bank di 24 negara dan 3 negara Asia Tenggara yakni Kamboja, Myanmar, dan Vietnam, KB Kookmin melihat potensi pasar dari tiga negara itu harusnya Indonesia.

"Melihat Bukopin 57% UMKM dan ada network Swamitra 511 dan PPOB 30 ribu ini potensi edukasi ke masyarakat dan nasabah, ini jadi kesempatan baik bagi Kookmin melakukan bisnisnya seperti tiga negara Asia Tenggara," sambung dia.

Dia mengaku, KB Kookmin bukanlah investor baru, sebab pada Mei 2018 Kookmin sudah masuk menjadi pemegang saham utama Bukopin. Setelah itu, KB Kookmin meningkatkan kontribusinya untuk menambah kepemilikan sahamnya di perseroan.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN