Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Sampoerna menggelar live streaming Undian Mega Grand Prize Tasaku, Rabu (3/6/2020). Foto:Amrozi Amenan

Bank Sampoerna menggelar live streaming Undian Mega Grand Prize Tasaku, Rabu (3/6/2020). Foto:Amrozi Amenan

Bank Sampoerna Targetkan Dana Kelolaan Tasaku Rp 10 Miliar

Amrozi Amenan, Rabu, 3 Juni 2020 | 23:03 WIB

SURABAYA, investor.id - Bank Sampoerna menargetkan dana kelolaan dari produk Tasaku atau Tabungan Sampoerna Alfaku mencapai Rp 10 miliar dari 30 ribu nasabah sampai akhir tahun ini.

Regional Business Head Bank Sahabat Sampoerna Surabaya Hendra Setiawan mengatakan, kinerja Tasaku terus mengalami pertumbuhan sejak diluncurkan pada 2015 baik dari sisi kelolaan dana maupun jumlah nasabah.

Hingga April 2020 lalu, dana kelolaan Tasaku tercatat sebesar Rp 6,5 miliar yang dihimpun dari 23 ribu nasabah. Pada akhir tahun 2019 lalu, dana kelolaan Tasaku mencapai sebesar Rp 4 miliar dengan 19 ribu nasabah.

Nasabah di Malang dan Surabaya tercatat masih menjadi penyumbang terbesar, yakni 70%, sedangkan nasabah di Gresik dan Sidoarjo masing-masing sebesar 15%.

“Sampai akhir tahun 2020 ini, dana kelolaan Tasaku ditargetkan bisa tembus Rp 10 miliar dengan target 30 ribu nasabah,” kata Hendra di sela live streaming Undian Mega Grand Prize Tasaku, Rabu (3/6/2020).

Dengan target tersebut, Bank Sampoerna akan berusaha menjaga komitmen kepada nasabah. Salah satu adalah tetap digelarnya undian Tasaku meskipun pelaksanaanya dimundurkan dari rencana semula pada April 2020 saat pandemi Covid-19.

“Kami ingin menunjukkan komitmen untuk tetap memberikan apresiasi kepada pelanggan Tasaku sekalipun digelar secara online melalui Instagram, Facebook dan Channel Youtube,” tukas Hendra.

Ia memaparkan, sejak awal Tasaku diluncurkan untuk mendukung program Laku Pandai OJK untuk masyarakat menengah ke bawah yang tidak memiliki akses ke perbankan.

Meskipun kontribusi kelolaan dana Tasaku terhadap total kelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 10 triliun terbilang kecil, Tasaku akan terus digulirkan.

Bank Sampoerna juga telah melakukan terobosan untuk nasabah Tasaku melalui layanana perbankan digital berbasis aplikasi agar dapat memberikan kemudahan bagi mereka dalam melakukan transaksi keuangan. Dengan demikian, kendala mereka yang lokasinya jauh dari kantor bank bisa teratasi.

“Saat ini sebagian dari nasabah Tasaku juga merupakan nasabah kredit mikro,” terang Hendra.

Sampai April 2020, Bank Sampoerna mencatat penyaluran kredit di wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Malang untuk kredit mikro dengan pinjaman mulai Rp 5 juta hingga Rp 500 juta sebesar Rp 30 miliar dari total dan untuk kredit UKM atau sebesar Rp 350 miliar.

Secara nasional total kredit yang telah disalurkan sebanyak Rp 9 triliun, masing-masing untuk kredit mikro sebanyak Rp 4 triliun dan kredit UKM sebanyak Rp 5 triliun.

“Di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan ekonomi yang mengalami resesi ini, kami proyeksikan pertumbuhan kredit cukup landai karena diliputi kehati-hatian akan kredit macet. Sedangkan untuk bisnis simpanan kami optimistis masih mengalami pertumbuhan 15% hingga akhir tahun ini karena tak ada resikonya,” papar Hendra.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN