Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (ketiga kanan) bersama Ketua PMO  Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN yang juga Direktur Utama Mandiri Syariah Hery Gunardi (ketiga kiri), Direktur Utama BRIsyariah Ngatari (kedua kanan), serta Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kanan) melakukan konferensi pers Penandatanganan Akta Penggabungan Tiga Bank Syariah Milik Himbara, Rabu (16/12). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (ketiga kanan) bersama Ketua PMO Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN yang juga Direktur Utama Mandiri Syariah Hery Gunardi (ketiga kiri), Direktur Utama BRIsyariah Ngatari (kedua kanan), serta Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kanan) melakukan konferensi pers Penandatanganan Akta Penggabungan Tiga Bank Syariah Milik Himbara, Rabu (16/12). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Bank Syariah Indonesia Fokus Kembangkan UMKM

Kamis, 17 Desember 2020 | 11:49 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Direktur Utama  BRI Syariah Tbk Ngatari menyatakan,  tiga bank syariah milik Himbara yang bersatu menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen untuk  terus mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Persentase penyaluran bagi UMKM yang bersumber dari tiga bank syariah ini diprediksi akan mencapai 23% pada Desember 2021 dari total pembiayaan.

Berdasarkan  Rancangan Penggabungan yang sudah dipublikasikan, komitmen dukungan Bank Hasil Penggabungan (BHP) kepada UMKM telah jelas tercantum.

“Bank Hasil Penggabungan akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM,  diantaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR),  produk, dan layanan keuangan syariah yang sesuai  kebutuhan UMKM baik secara langsung maupun sinergi dengan bank-bank Himbara dan pemerintah Indonesia,” kata Ngatari melalui keterangan tertulis yang diterima Kamis (17/12/2020).

Ngatari yang juga Anggota Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN mengungkapkan bahwa keseriusan dan komitmen Bank Syariah Indonesia tercermin pada struktur pengurus dengan adanya Direksi yang khusus membawahi retail banking dan UMKM diantara 10 orang jajaran Direksi yang akan memperkuat bank syariah terbesar di Tanah Air.

Bank Syariah Indonesia telah merumuskan strategi khusus untuk mendukung UMKM Indonesia yang berfokus pada pertumbuhan yang sehat di sektor UKM dan Mikro dengan memanfaatkan teknologi digital demi mewujudkan mandat Pemerintah Indonesia dalam memajukan UMKM Indonesia.

Proyeksi persentase penyaluran pembiayaan untuk UMKM dari tiga bank syariah yang akan bergabung hingga akhir Desember tahun depan sebesar 23%. Selain itu, Bank Hasil Penggabungan siap untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta organisasi kemasyarakatan lainnya untuk memajukan pelaku UMKM di Tanah Air.

“Dukungan kepada UMKM tidak akan kendor, karena merekalah tulang punggung perekonomian nasional. Bank Syariah Indonesia akan menjadi bagian ekosistem dan sinergi pemberdayaan pelaku usaha UMKM, mulai dari fase pemberdayaan hingga penyaluran KUR Syariah.

Untuk menjangkau pelaku UMKM hingga pelosok, kami akan  bekerja sama dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan di seluruh Indonesia untuk mencapai proyeksi dana disalurkan untuk UMKM mencapai Rp 53,83 triliun,” jelasnya.

Hingga September 2020, nilai total pembiayaan UMKM yang dimiliki ketiga bank syariah Himbara mencapai Rp36,36 triliun. Jumlah itu terdiri dari pembiayaan UMKM milik PT Bank BRISyariah Tbk. sebesar Rp18,7 triliun, PT Bank Syariah Mandiri Rp11,67 triliun, dan PT Bank BNI Syariah Rp5,99 triliun.

Kelompok Terbesar

Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah, Fidri Arnaldy mengatakan, UMKM merupakan kelompok nasabah terbesar yang dilayani perusahaan. Karena itu, porsi penyaluran pembiayaan dari BRI Syariah bagi UMKM sudah mencapai 46 persen dari total portofolio pembiayaan BRIsyariah. Untuk penyaluran KUR, per 27 November 2020, BRI Syariah telah menyalurkan Rp 4,457 triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap 116.756 nasabah  atau hampir 100% dari plafon tahun ini.

Fidri menegaskan, Posisi kuat BRI Syariah sebagai bank syariah mitra UMKM akan menjadi fondasi bagi Bank Syariah Indonesia untuk terus memberi dan meningkatkan layanan terjangkau bagi pelaku usaha nantinya.

“Kami akan terus membantu dan hadir untuk pelaku UMKM, karena merekalah para pahlawan ekonomi Indonesia yang harus selalu didukung dan dikembangkan. Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan Bank Syariah Indonesia akan meninggalkan UMKM. Insya Allah,  akses pembiayaan serta layanan terjangkau terus kami berikan untuk mereka, baik sebelum merger efektif berlaku maupun pasca penggabungan resmi berjalan nanti,” ujar Fidri.

Sementara itu,  Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan, selama ini perusahaan telah banyak menjalin kerjasama untuk membantu para pelaku usaha kecil dan mikro. Hal ini dipastikan akan tetap berlanjut nantinya, saat BNI Syariah resmi bergabung dengan BRI Syariah dan BSM.

“BNI Syariah telah resmi ditunjuk pemerintah sebagai salah satu bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama ini kami sudah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan untuk pembiayaan investasi bagi pedagang, agar mampu memiliki tempat usaha. Selain itu ada juga kerja sama dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) atau Yayasan Simpul Energi Pesantren guna pemanfaatan produk dan jasa layanan kami, serta pemberian pembiayaan warung mikro di lingkungan mereka,” ujarnya.

Sedangkan SEVP Individual & SME Banking Bank Syariah Mandiri Wawan Setiawan berkata hingga September lalu tren kenaikan persentasi pembiayaan UMKM yang disalurkan BSM terus meningkat. Hingga akhir September, penyaluran pembiayaan BSM bagi UMKM mencapai 14% dari total plafon.

“Peningkatan ini pasti akan terus berlanjut di masa depan, saat BSM sudah bertransformasi bersama dua bank syariah lain menjadi Bank Syariah Indonesia. Selama ini kami telah memiliki sistem terkini untuk membantu bisnis UMKM, salah satunya dengan menghadirkan layanan Mandiri Syariah Net agar pelaku UMKM bisa bertransaksi secara cepat dan mudah sesuai perkembangan zaman,” ujar Wawan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN